Kabar gembira untuk kalian semua! Mulai sekaranggg... Saya akan membagi tulisan tentang movie review menjadi 2 part! Gimana menurut kalian? Apakah akan jadi lebih efektif? Ada beberapa pertimbangan sih yang mendasari hal ini. Pertama saya kalau nulis semua jadi satu post akan jadi saaaangat panjang. Khawatirnya pembaca akan jadi jenuh. Kedua kalau nunggu sampai akhir tahun bisa aja ada film-film yang ke-skip untuk di-review padahal udah ditonton. Ketiga, nge-recap film selama satu tahun pegel juga cuy. So, from now on, movie review yang pertama akan saya release di pertengahan tahun dan part kedua di akhir tahun.
Baiklahhh.. Cukup basabasinya, mari sekarang kita langsung mulai saja yaa.. Sit back and relax, in no particular order, here they are...
Film Us ini membawa konsep yang berbeda dan sukses pula bikin orang jadi mikir berkali-kali, mungkin nggak sih kejadian kaya di film itu bakalan bener-bener terjadi? Pemeran utamanya Lupita Nyong'o, yang juga main di film Black Panther. Ceritanya Lupita di sini berperan sebagai Adelaide, atau dipanggilnya Addy, wanita yang memiliki keluarga bahagia, suami yang suka ngelucu garing dan dua anak yang berprestasi, sepasang cewe cowo. Mereka pergi liburan ke Santa Cruz, hometown nya Addy dulu. Mereka tinggal di rumah orang tua Addy yang sekarang kosong semenjak ibunya meninggal. Meskipun rencana liburan ini diharapkan sebagai liburan yang seru, justru kembali ke kota tempat ia dibesarkan menghadirkan kekhawatiran tersendiri bagi Addy. Setiap kembali ke sana pasti mengingatkannya pada trauma masa kecil yang bikin dia sampe shock dan bisu selama beberapa waktu. Teror dimulai ketika tiba-tiba di suatu malam adalah 4 orang yang pakai baju oren, berdiri diam di depan halaman rumah mereka, mengintai dalam gelap. 😲
Sebagai penggemar X-Men sejak masih SD, melihat ending seperti ini saya sungguh kecewa. Padahal film terakhirnya ini adalah garapan Marvel, si pembuat cerita X-Men yang sebenarnya. Well, kalian tau kan sejarahnya kalau sebenernya X-Men itu punya Marvel? Kenapa akhirnya Marvel nggak pernah nge-garap filmnya adalah karena pada suatu hari Marvel menjual lisensinya ke Century Fox untuk menyelamatkan diri dari kebangkrutan. Sayangnya, ketika sudah kembali ke pangkuan ibu pertiwi, kok hasilnya kenapa malah jadi aneh gitu? Nggak tau deh kalau akan ada udang di balik bakwan alias rencana remake dengan cerita yang lebih fantastis. Yang jelas pas saya nonton, saya malah jadi bingung aja dan nggak puas. Dark Pheonix ini mengisahkan tentang asal muasal si Jane Grey. Kapan dia mulai gabung di X-Men, how Professor X found her dan masa pencarian jati dirinya Jane karena dia baru menyadari seberapa kuat dirinya tapi belum bisa mengontrol kekuatan itu. Maaf nih kalau agak spoiler tapi menurut saya fungsinya si penjahat di film ini tuh cuma biar karakter filmnya keliatan banyak aja ya. Cuma jadi tukang ngomporin aja gitu, nggak banyak effort buat jadi orang jahat dan menghancurkan dunia. Sebel.
★ Si Doel the Movie 2
Film si Doel yang saya tonton tahun lalu masih bersambung karena saat itu kisah cinta Doel dan Sarah kan masih gantung banget. Doel udah nikah sirih sama Zaenab tapi juga belum bercerai resmi dari Sarah. Pada saat Doel dateng ke Belanda, dia baru tau kalau dia punya anak laki-laki dan Sarah telah membesarkan anaknya sendirian. Nah di sekuelnya ini diceritakan pas Doel pulang ke Jakarta dan Zaenab tau kalau Doel sama Sarah ketemuan. Doel juga jujur kalau di Belanda dia punya anak yang usianya udah remaja. Zaenab yang dari dulu selalu menganggap dirinya orang nomer dua di hati Doel jadi ketar-ketir. Apa mungkin udah saatnya dia mengikhlaskan Doel jika suatu saat Doel pilih kembali sama Sarah. Dibanding yang pertama, film kali ini lebih emosional sih. Feel dari cinta segitiga itu lebih berasa sampai ke hati penonton. I cried a couple times, Faridz juga. Malah Faridz yang nangisnya lebih heboh dari saya😅.
Sejak nonton film ini, setiap ada orang yang minta rekomendasi film, saya pasti menyebutkan Parasite sebagai salah satunya. Kalau nonton trailernya, pasti banyak yang bakalan nggak ngerti ini film tentang apa. Tenang aja, ketika nanti nonton filmnya, kalian nggak akan dibuat berpikir terlalu keras kok. Alur ceritanya akan mengalir dan membuat kalian hanyut menikmati arusnya tanpa harus kebingungan. Meski begitu, unsur semiotiknya lumayan banyak, kalau kalian menyadari, nanti akan muncul interpretasi baru terhadap "kenapa begini, kenapa begitu" yang ada di film ini. Parasite menyuguhkan adegan-adegan mulai dari yang lucu sampai tegang. Kalian akan dibuat fokus selama film berlangsung. Yang pasti nggak akan ada yang nebak kalau akhirannya bakalan kaya gitu. Udah pokoknya nonton aja deh.
★ The Upside
It is a very entertaining yet heart-warming movie. Simply touchy. I love the D-P relationship so much. There are jokes here and there, jokes nya tuh yang bener-bener bikin ketawa tanpa paksaan gitu. Film ini mengisahkan tentang mantan narapidana bernama Dell yang mendapat kewajiban mencari kerja setiap harinya sebagai syarat bebas dari penjara. Hidupnya messed up banget, ditambah istri dan anaknya nggak mau nerima dia balik setelah dia keluar dari penjara. Suatu hari, dia ngelamar pekerjaan sebagai perawat di rumah orang super tajir bernama Phillip. Dari situlah kehidupan Dell jadi berubah total. Baik secara finansial maupun jalan pemikiran.
★ Cold Pursuit
★ Anna
Pas pertama kali lihat trailernya, ada tulisan kalau film ini dibuat sama yang bikin film Lucy. Saya langsung setengah ilfil. Film Lucy juga trailernya bagus, to be honest, tapi pas saya nonton, kecewanya banget-bangetan dan saya nggak akan mau nonton lagi. Kalau si Anna ini, kisahnya terbilang unik. Ada seorang agen rahasia bernama Anna, yang bekerja sampingan sebagai model. Atau model yang kerja sampingan jadi agen rahasia. Si Anna ini awalanya kaya nggak punya masa depan, idupnya udah ancur banget dan kepengen bunuh diri aja rasanya. Singkat cerita, hidupnya terselamatkan dengan direkrutnya ia sebagai agen rahasia untuk menyelesaikan misi-misi tertentu. Cukup bikin deg-degan sampai ending. Quite entertaining. Beda jauhlah aftertaste nya sama pas nonton Lucy.
★ Annabelle : Comes Home
Well actually I'm not so interested with this one, tapi Faridz excited banget mau nonton di bioskop karena he's a fan of Annabelle movies. Kalau dibanding seri Annabelle terdahulu, film yang sekarang emang lebih sederhana. Latar tempatnya ya cuma di dalam satu rumah aja gitu. Jadi para tokoh di kejar-kejar hantunya cuma lari-larian ke sana kemari dalam satu rumah yang sebenernya nggak gede-gede banget. Salah satu keseruan di film ini adalah karena hantunya banyak dan punya cerita masing-masing. Mungkin yang disayangkan dari film ini adalah terlalu banyak part basabasi nggak penting yang harusnya bisa diisi kisah hantu-hantu lain yang muncul di film ini dengan lebih mendetail. Walaupun nggak seberapa outstanding dibandingkan seri Annabelle lainnya, film terbarunya ini membawa pesan tersendiri yang bisa nge-grab attention penonton. Lucunya, saya sama Faridz sama-sama nangis pas ending. Sungguh aneh tapi nyata. 😜
Ok, untuk film yang sudah berhasil ditonton baru segitu dulu. Kalau ada film yang kelupaan diceritain di sini akan saya tulis di review part 2 ya. Oh, by the way, selain dari film-film yang tayang di tahun ini, ada pula film dari tahun-tahun sebelumnya yang berhasil menarik perhatian saya setelah sempat luput dari pantauan waktu masih fresh from the oven. Film Korea tapi ga apa-apa ya. Worth to watch kok. Berikut adalah beberapa judulnya :
Baiklahhh.. Cukup basabasinya, mari sekarang kita langsung mulai saja yaa.. Sit back and relax, in no particular order, here they are...
★ Escape Room
Film seru yang menjadi pembuka tahun 2019. Film bergenre pshychological horror mystery ini bercerita tentang 6 orang yang secara aneh mendapat invitasi untuk ikut main di Escape Room. Kan pas banget tuh lagi happening di beberapa negara, permainan escape room kaya gini. Termasuk di Indonesia juga udah ada walaupun belum rame dibicarakan. Kalau saya nggak salah lihat ada di Mall Kelapa Gading sama Central Park (wow saya mainnya jauh ya ampe ke sana-sana). Ok back to the movie. Jadi, semua orang yang ikutan main itu harus pecahin teka-teki yang ada di tiap ruangan untuk bisa selamet dan maju ke ruangan selanjutnya. Kalau mereka nggak teliti dan nggak hati-hati, nyawa bisa aja jadi taruhannya. Surprisingly, ke-6 orang yang lagi main itu punya kisah masa lalu yang mirip-mirip sehingga membentuk benang merah tentang alasan mereka yang terpilih sebagai pemain di Escape Room.
Film seru yang menjadi pembuka tahun 2019. Film bergenre pshychological horror mystery ini bercerita tentang 6 orang yang secara aneh mendapat invitasi untuk ikut main di Escape Room. Kan pas banget tuh lagi happening di beberapa negara, permainan escape room kaya gini. Termasuk di Indonesia juga udah ada walaupun belum rame dibicarakan. Kalau saya nggak salah lihat ada di Mall Kelapa Gading sama Central Park (wow saya mainnya jauh ya ampe ke sana-sana). Ok back to the movie. Jadi, semua orang yang ikutan main itu harus pecahin teka-teki yang ada di tiap ruangan untuk bisa selamet dan maju ke ruangan selanjutnya. Kalau mereka nggak teliti dan nggak hati-hati, nyawa bisa aja jadi taruhannya. Surprisingly, ke-6 orang yang lagi main itu punya kisah masa lalu yang mirip-mirip sehingga membentuk benang merah tentang alasan mereka yang terpilih sebagai pemain di Escape Room.
★ Extreme Job
Film ini sepertinya akan saya daulat sebagai film Korea terkocak sepanjang sejarah saya jadi pecinta film dan drama Korea. Seinget saya belum pernah ada film Korea yang bisa membuat saya se-ngakak itu dari awal sampai akhir film. Ngakaknya yang literally ngakak, bukan hanya sekedar terkekeh. Extreme Job bener-bener menyuguhkan cerita segar dan mengundang gelak tawa bahkan dari menit-menit pertama. Yang bikin film ini jadi makin lucu nggak karuan adalah karena pemain utamanya adalah aktor dan aktris yang selalu main film serius. Beberapa diantaranya ada Ryu Seung Ryong yang jadi pemeran utama di film Miracle in Cell Number 7. Ada Jin Seon-kyu, aktor yang seringnya main film-film seperti action atau thriller, seperti The Outlaws dan Dark Figure of Crime. Kemudian ada juga Lee Honey, pemenang Miss Korea tahun 2006 yang banting setir jadi akrtis. Ceritanya sih simpel, mereka ini satuan unit narkoba yang ditugaskan untuk memburu salah satu bandar kelas kakap dan dalam misi pengintaiannya mereka harus menyamar jadi pemilik dan pengurus kedai ayam goreng. Entah apes atau beruntung, ternyata resto ayam goreng mereka jadi terkenal dan rame, pembelinya jadi banyak sampai ngantri panjang dan mereka akhirnya harus lebih sibuk masak di dapur daripada nangkep penjahat.
Film ini sepertinya akan saya daulat sebagai film Korea terkocak sepanjang sejarah saya jadi pecinta film dan drama Korea. Seinget saya belum pernah ada film Korea yang bisa membuat saya se-ngakak itu dari awal sampai akhir film. Ngakaknya yang literally ngakak, bukan hanya sekedar terkekeh. Extreme Job bener-bener menyuguhkan cerita segar dan mengundang gelak tawa bahkan dari menit-menit pertama. Yang bikin film ini jadi makin lucu nggak karuan adalah karena pemain utamanya adalah aktor dan aktris yang selalu main film serius. Beberapa diantaranya ada Ryu Seung Ryong yang jadi pemeran utama di film Miracle in Cell Number 7. Ada Jin Seon-kyu, aktor yang seringnya main film-film seperti action atau thriller, seperti The Outlaws dan Dark Figure of Crime. Kemudian ada juga Lee Honey, pemenang Miss Korea tahun 2006 yang banting setir jadi akrtis. Ceritanya sih simpel, mereka ini satuan unit narkoba yang ditugaskan untuk memburu salah satu bandar kelas kakap dan dalam misi pengintaiannya mereka harus menyamar jadi pemilik dan pengurus kedai ayam goreng. Entah apes atau beruntung, ternyata resto ayam goreng mereka jadi terkenal dan rame, pembelinya jadi banyak sampai ngantri panjang dan mereka akhirnya harus lebih sibuk masak di dapur daripada nangkep penjahat.
★ Us
Film Us ini membawa konsep yang berbeda dan sukses pula bikin orang jadi mikir berkali-kali, mungkin nggak sih kejadian kaya di film itu bakalan bener-bener terjadi? Pemeran utamanya Lupita Nyong'o, yang juga main di film Black Panther. Ceritanya Lupita di sini berperan sebagai Adelaide, atau dipanggilnya Addy, wanita yang memiliki keluarga bahagia, suami yang suka ngelucu garing dan dua anak yang berprestasi, sepasang cewe cowo. Mereka pergi liburan ke Santa Cruz, hometown nya Addy dulu. Mereka tinggal di rumah orang tua Addy yang sekarang kosong semenjak ibunya meninggal. Meskipun rencana liburan ini diharapkan sebagai liburan yang seru, justru kembali ke kota tempat ia dibesarkan menghadirkan kekhawatiran tersendiri bagi Addy. Setiap kembali ke sana pasti mengingatkannya pada trauma masa kecil yang bikin dia sampe shock dan bisu selama beberapa waktu. Teror dimulai ketika tiba-tiba di suatu malam adalah 4 orang yang pakai baju oren, berdiri diam di depan halaman rumah mereka, mengintai dalam gelap. 😲
★ Dumbo
Dumbo adalah film yang diadaptasi dari kartun Disney yang berjudul sama. Khalayak ramai yang sudah nonton film Dumbo akhirnya terpecah jadi dua kubu nih. Ada yang suka, ada yang nggak suka. Kalau saya pribadi, saya sih suka. Ya tapi nggak suka-suka banget. Menyentuh, tapi nggak sampai bikin nangis. Ceritanya simpel. Mungkin di situ orang-orang jadi menganggap film ini nggak seru. Dumbo nya sih jujur fluffffy banget... bikin gemes dan sayang gitu. Pretty much kalian pasti udah tau ya ceritanya seperti apa. Apalagi yang emang anak Disney dari kecil. Hanya saja menurut saya, tone and manner filmnya dibuat lebih gloomy, (belum dark sih menurut saya, masih gloomy) dan peran para tokoh manusialah akhirnya yang lebih menentukan nafas film ini ketimbang si gajah. Udah gitu pemeran manusianya bertebaran alias banyak banget tapi nggak ditonjolkan siapa sih yang paling standout untuk disebut pemeran utama. Menurut saya porsi tiap pemain sama, untuk sebagian penonton bisa jadi terasa riweuh.
★ Orang Kaya Baru
Film komedi Indonesia yang lucunya nggak maksain. Kalau garapannya Joko Anwar nggak usah diragukanlah ya. Ceritanya tentang sebuah keluarga dengan 3 orang anak. Mereka bukan keluarga kaya. Tergolong susah bisa dibilang. Pas-pasan lah lebih tepatnya. Cuma punya motor butut yang sering ngadat. Rumahnya kecil. Bahkan untuk bisa makan enak, kadang 3 kakak beradik itu suka dateng ke kondangan orang nggak dikenal pura-pura jadi tamu undangan. Nggak disangka, setelah sang bapak yang jadi tulang punggung plus panutan dalam keluarga telah meninggal dunia, ternyata dia ninggalin warisan yang super banyak untuk keluarganya. Ibu dan ketiga anak ini langsung jadi hedon karena mendadak kaya. Meski begitu, ternyata punya banyak duit justru bikin hidup mereka lebih banyak masalah dibandingkan saat hidup mereka sederhana. Penggambaran "money can't buy everything" jelas banget dimunculkan di film ini.
★ Pet Sematary
Dari semua film yang saya review di postingan ini, Pet Sematary adalah satu-satunya review yang nggak saya kasih link trailernya. Kenapa? Karena saya nggak mau kalian jadi kecewa sama filmnya gara-gara trailernya. Plis plis plis, watch the movie without peeking the trailer. Just don't watch the trailer. Saya juga nggak akan berpanjang lebar ngasih review dan sinopsis karena nggak mau merusak momen kalian nonton filmnya. Simpelnya sih Pet Sematary ini ceritanya tentang sebuah keluarga yang memutuskan pindah ke daerah yang agak ndeso, demi karir sang kepala keluarga, sekaligus ingin membangun quality time untuk anak-anak juga. Mereka punya kucing peliharaan namanya Church yang jadi kesayangan si Elly, anak sulung di keluarga itu. Di tempat mereka yang baru, ada ritual anak-anak yang suka arak-arakan memakai topeng hewan ke area pekuburan hewan setiap kali ada hewan yang meninggal di sekitar sana. Suatu ketika, Church menghilang dari rumah. Karena takut Elly jadi sedih, orangtua bantu untuk cari si kucing ini. Dari situlah rangkaian kengerian terjadi.
Jump scare film ini terbilang lumayan, tapi horror yang sampai menghantui pas pulang ke rumah sih nggak ada. Dan karena saya nonton trailernya, saya jadi kecewa sama filmnya. They should learn how to make proper trailer without spoiling the main idea of the movie. Sekecewa itu akutuh. 😣
★ Orang Kaya Baru
Film komedi Indonesia yang lucunya nggak maksain. Kalau garapannya Joko Anwar nggak usah diragukanlah ya. Ceritanya tentang sebuah keluarga dengan 3 orang anak. Mereka bukan keluarga kaya. Tergolong susah bisa dibilang. Pas-pasan lah lebih tepatnya. Cuma punya motor butut yang sering ngadat. Rumahnya kecil. Bahkan untuk bisa makan enak, kadang 3 kakak beradik itu suka dateng ke kondangan orang nggak dikenal pura-pura jadi tamu undangan. Nggak disangka, setelah sang bapak yang jadi tulang punggung plus panutan dalam keluarga telah meninggal dunia, ternyata dia ninggalin warisan yang super banyak untuk keluarganya. Ibu dan ketiga anak ini langsung jadi hedon karena mendadak kaya. Meski begitu, ternyata punya banyak duit justru bikin hidup mereka lebih banyak masalah dibandingkan saat hidup mereka sederhana. Penggambaran "money can't buy everything" jelas banget dimunculkan di film ini.
★ Pet Sematary
Dari semua film yang saya review di postingan ini, Pet Sematary adalah satu-satunya review yang nggak saya kasih link trailernya. Kenapa? Karena saya nggak mau kalian jadi kecewa sama filmnya gara-gara trailernya. Plis plis plis, watch the movie without peeking the trailer. Just don't watch the trailer. Saya juga nggak akan berpanjang lebar ngasih review dan sinopsis karena nggak mau merusak momen kalian nonton filmnya. Simpelnya sih Pet Sematary ini ceritanya tentang sebuah keluarga yang memutuskan pindah ke daerah yang agak ndeso, demi karir sang kepala keluarga, sekaligus ingin membangun quality time untuk anak-anak juga. Mereka punya kucing peliharaan namanya Church yang jadi kesayangan si Elly, anak sulung di keluarga itu. Di tempat mereka yang baru, ada ritual anak-anak yang suka arak-arakan memakai topeng hewan ke area pekuburan hewan setiap kali ada hewan yang meninggal di sekitar sana. Suatu ketika, Church menghilang dari rumah. Karena takut Elly jadi sedih, orangtua bantu untuk cari si kucing ini. Dari situlah rangkaian kengerian terjadi.
Jump scare film ini terbilang lumayan, tapi horror yang sampai menghantui pas pulang ke rumah sih nggak ada. Dan karena saya nonton trailernya, saya jadi kecewa sama filmnya. They should learn how to make proper trailer without spoiling the main idea of the movie. Sekecewa itu akutuh. 😣
★ Avengers End Game
Film yang mengukir sejarah di tahun ini. Bahkan bisa dibilang sejarah sepanjang masa ya. Film yang diputer di bioskop selama 24 jam. Literally bioskop udah buka dari jam 5 pagi (dan tetap ada aja yang mau nonton. Meskipun jam 5 pagi, bioskop tetap full !!). Semua bioskop tayanginnya hanya film ini di semua studionya. Penantian panjang para penggila MCU terbayar sudah. Terbayar lunas! Film yang begitu detail scene by scene. So intens. Nggak ada jeda bosennya. Semua bikin terfokus bahkan nggak rela keluar untuk pipis meskipun durasi filmnya 3 jam. Film yang tidak hanya sekedar memberi alur maju mundur tapi sekalinya mundur, dia mundur bener-bener mundur ke kenangan di film-film terdahulu. Mulai dari film Avengers yang terdahulu, Captain America, Iron Man, Thor, Doctor Stranger, dan masih banyak lagi. Semua dibuat saling sambung menyambung jadi satu kesatuan. Bukan hanya mengenang secara sinematografi tapi juga mengenang secara emosi. Film ini mengisahkan kelanjutan film Avengers sebelumnya yang berduka cita atas raibnya separuh penduduk bumi karena jentikan jari Thanos. Para pahlawan yang tersisa bersatu, berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan keadaan bumi seperti sebelumnya. Whatever it takes...
★ Five Feet Apart
Film yang mengukir sejarah di tahun ini. Bahkan bisa dibilang sejarah sepanjang masa ya. Film yang diputer di bioskop selama 24 jam. Literally bioskop udah buka dari jam 5 pagi (dan tetap ada aja yang mau nonton. Meskipun jam 5 pagi, bioskop tetap full !!). Semua bioskop tayanginnya hanya film ini di semua studionya. Penantian panjang para penggila MCU terbayar sudah. Terbayar lunas! Film yang begitu detail scene by scene. So intens. Nggak ada jeda bosennya. Semua bikin terfokus bahkan nggak rela keluar untuk pipis meskipun durasi filmnya 3 jam. Film yang tidak hanya sekedar memberi alur maju mundur tapi sekalinya mundur, dia mundur bener-bener mundur ke kenangan di film-film terdahulu. Mulai dari film Avengers yang terdahulu, Captain America, Iron Man, Thor, Doctor Stranger, dan masih banyak lagi. Semua dibuat saling sambung menyambung jadi satu kesatuan. Bukan hanya mengenang secara sinematografi tapi juga mengenang secara emosi. Film ini mengisahkan kelanjutan film Avengers sebelumnya yang berduka cita atas raibnya separuh penduduk bumi karena jentikan jari Thanos. Para pahlawan yang tersisa bersatu, berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan keadaan bumi seperti sebelumnya. Whatever it takes...
★ Five Feet Apart
Film-film dengan genre seperti ini, genre orang sakit saya bilangnya (no offense ya, cuma kebiasaan aja nyebutnya kaya gitu), memang nggak semuanya membuat saya menangis. 50-50 lah. Let's say film A Walk to Remember, Wonder, My Sister's Keeper, atau film Korea judulnya More Than Blue sama A Moment to Remember yang bisa membuat saya banjir air mata meski udah beberapa kali nonton.ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ Ada juga yang nggak berhasil setetespun, seperti The Fault in Our Stars, 50/50 , Now is Good, Midnight Sun dan film ini, Five Feet Apart. Anehnya, meski nggak nangis tapi selesai nonton film-film itu semua, saya merasa ada lubang besar di dalam hari. Suatu hal yang aneh untuk dirasakan. I guess it means I cried inside and it's deeper. Satu yang pasti dan selalu diajarkan oleh film dengan genre orang sakit adalah, they teach us how to appreciate small things and how to appreciate time. Seperti yang kalian bisa lihat dari trailernya, Five Feet Apart mengisahkan tentang dua remaja pengidap penyakit paru-paru langka (I forgot apa nama penyakitnya) yang saling jatuh cinta tapi nggak bisa bersama karena kalau saling berdekatan mereka akan menjangkitkan penyakit ke satu sama lain dan membuat bakteri di dalam tubuh mereka makin kuat. They fight for every inch to be together. Sweet as fuck.
★ My Stupid Boss 2
Syarat untuk supaya bisa paham sama sekuel ini, kalian harus nonton dulu yang pertama. My Stupid Boss 2 masih mengusung karakter utama si Bossman yang kelakuan kampretnya makin menjadi-jadi. Makin medit, makin kikir dan makin ngeselin tentu saja. Dalam film ini, diceritakan kalau perusahaan Bossman lagi kekurangan pegawai. Instead of menaikkan upah pegawai dan meremajakan invetoris perusahaan, Bossman lebih pilih pergi ke Vietnam untuk merekrut pegawai dari sana yang lebih murah upahnya. Pas lagi di Vietnam itulah pengalaman-pengalaman seru terjadi. Seperti biasa, kalau Upi Avianto udah bikin film, pasti hasilnya bakalan bagus karena dia orangnya concern soal hal-hal detail. Jokesnya renyah banget untuk dikonsumsi. Chemistry antara Reza Rahadian dan peran Bossman nya masih kuat banget.
★ My Stupid Boss 2
Syarat untuk supaya bisa paham sama sekuel ini, kalian harus nonton dulu yang pertama. My Stupid Boss 2 masih mengusung karakter utama si Bossman yang kelakuan kampretnya makin menjadi-jadi. Makin medit, makin kikir dan makin ngeselin tentu saja. Dalam film ini, diceritakan kalau perusahaan Bossman lagi kekurangan pegawai. Instead of menaikkan upah pegawai dan meremajakan invetoris perusahaan, Bossman lebih pilih pergi ke Vietnam untuk merekrut pegawai dari sana yang lebih murah upahnya. Pas lagi di Vietnam itulah pengalaman-pengalaman seru terjadi. Seperti biasa, kalau Upi Avianto udah bikin film, pasti hasilnya bakalan bagus karena dia orangnya concern soal hal-hal detail. Jokesnya renyah banget untuk dikonsumsi. Chemistry antara Reza Rahadian dan peran Bossman nya masih kuat banget.
★ Detective Pikachu
Sepanjang film saya tuh cuma kegemesan aja sama si Pikachu. Kuning, kecil gembul, lincah dan mukanya manis banget. Kalau dari segi cerita ya nggak terlalu menakjubkan. Sasaran pasarnya mungkin anak-anak jadi dibuat nggak terlalu ribet filmnya. Untung hiburan-hiburan ringan ya bolehlah. Buat kalian yang masa kecilnya suka nonton Pokemon ya bisalah mengobati kerinduan dengan film ini. Oh sama yang bikin saya kaget cuma pas ada momen di mana di kasih tau siapa bapaknya si tokoh utama. Saya kaget aja tuh pas itu, " oohhh bapaknya ternyata si .... toh. Ya ampun, nggak nyangka ya". Bgitu kira-kira reaksi saya.
Sepanjang film saya tuh cuma kegemesan aja sama si Pikachu. Kuning, kecil gembul, lincah dan mukanya manis banget. Kalau dari segi cerita ya nggak terlalu menakjubkan. Sasaran pasarnya mungkin anak-anak jadi dibuat nggak terlalu ribet filmnya. Untung hiburan-hiburan ringan ya bolehlah. Buat kalian yang masa kecilnya suka nonton Pokemon ya bisalah mengobati kerinduan dengan film ini. Oh sama yang bikin saya kaget cuma pas ada momen di mana di kasih tau siapa bapaknya si tokoh utama. Saya kaget aja tuh pas itu, " oohhh bapaknya ternyata si .... toh. Ya ampun, nggak nyangka ya". Bgitu kira-kira reaksi saya.
★ Aladdin
Untuk kalian-kalian penggemar Disney's Princess pasti akan tenggelam dalam nostalgia penuh warna ketika nonton film ini. Asli ya pas abis nonton Aladdin, begitu keluar bioskop saya diliputi perasaan super bahagia gitu. Film ini bikin bahagia penontonnya. Will Smith yang berperan sebagai Om Jin nya Aladdin, sukses besar membawa karakter Jinnie di film kartunnya ke film yang sekarang sesuai dengan ekspektasi para penggemar. Meski masih banyak pro dan kontra tentang pemerang tokoh Aladdin dan Jasmine yang terpilih. Saya pribadi merasa mereka berdua bisa menjadi pemeran yang pas sesuai dengan latar ceritanya di negeri Arab. Muka-muka arabnya dapet banget. I love it so much.
Untuk kalian-kalian penggemar Disney's Princess pasti akan tenggelam dalam nostalgia penuh warna ketika nonton film ini. Asli ya pas abis nonton Aladdin, begitu keluar bioskop saya diliputi perasaan super bahagia gitu. Film ini bikin bahagia penontonnya. Will Smith yang berperan sebagai Om Jin nya Aladdin, sukses besar membawa karakter Jinnie di film kartunnya ke film yang sekarang sesuai dengan ekspektasi para penggemar. Meski masih banyak pro dan kontra tentang pemerang tokoh Aladdin dan Jasmine yang terpilih. Saya pribadi merasa mereka berdua bisa menjadi pemeran yang pas sesuai dengan latar ceritanya di negeri Arab. Muka-muka arabnya dapet banget. I love it so much.
Sebagai penggemar X-Men sejak masih SD, melihat ending seperti ini saya sungguh kecewa. Padahal film terakhirnya ini adalah garapan Marvel, si pembuat cerita X-Men yang sebenarnya. Well, kalian tau kan sejarahnya kalau sebenernya X-Men itu punya Marvel? Kenapa akhirnya Marvel nggak pernah nge-garap filmnya adalah karena pada suatu hari Marvel menjual lisensinya ke Century Fox untuk menyelamatkan diri dari kebangkrutan. Sayangnya, ketika sudah kembali ke pangkuan ibu pertiwi, kok hasilnya kenapa malah jadi aneh gitu? Nggak tau deh kalau akan ada udang di balik bakwan alias rencana remake dengan cerita yang lebih fantastis. Yang jelas pas saya nonton, saya malah jadi bingung aja dan nggak puas. Dark Pheonix ini mengisahkan tentang asal muasal si Jane Grey. Kapan dia mulai gabung di X-Men, how Professor X found her dan masa pencarian jati dirinya Jane karena dia baru menyadari seberapa kuat dirinya tapi belum bisa mengontrol kekuatan itu. Maaf nih kalau agak spoiler tapi menurut saya fungsinya si penjahat di film ini tuh cuma biar karakter filmnya keliatan banyak aja ya. Cuma jadi tukang ngomporin aja gitu, nggak banyak effort buat jadi orang jahat dan menghancurkan dunia. Sebel.
★ Si Doel the Movie 2
Film si Doel yang saya tonton tahun lalu masih bersambung karena saat itu kisah cinta Doel dan Sarah kan masih gantung banget. Doel udah nikah sirih sama Zaenab tapi juga belum bercerai resmi dari Sarah. Pada saat Doel dateng ke Belanda, dia baru tau kalau dia punya anak laki-laki dan Sarah telah membesarkan anaknya sendirian. Nah di sekuelnya ini diceritakan pas Doel pulang ke Jakarta dan Zaenab tau kalau Doel sama Sarah ketemuan. Doel juga jujur kalau di Belanda dia punya anak yang usianya udah remaja. Zaenab yang dari dulu selalu menganggap dirinya orang nomer dua di hati Doel jadi ketar-ketir. Apa mungkin udah saatnya dia mengikhlaskan Doel jika suatu saat Doel pilih kembali sama Sarah. Dibanding yang pertama, film kali ini lebih emosional sih. Feel dari cinta segitiga itu lebih berasa sampai ke hati penonton. I cried a couple times, Faridz juga. Malah Faridz yang nangisnya lebih heboh dari saya😅.
★ Toy Story 4
Masih seperti film-film Toy Story terdahulu, berkesan dan mengharukan. One of the movie that worth waiting for. Awalnya saya kira Toy Story 3 akan jadi akhir dari rangkaian cerita kan, Andy udah besar, udah nggak main boneka lagi, udah kuliah dan mainan-mainannya dihibahkan ke Bonnie. Ternyata filmnya masih lanjut lagi dan sekarang mainan-mainan ini melindungi si Bonnie. Animasinya makin mulus. Penonton jadi bisa ikut merasakan tekstur boneka-bonekanya hanya dari nonton film aja, contohnya si Bo Peep yang animasinya licin mengkilap memberi kesan dia boneka porselen.
Masih seperti film-film Toy Story terdahulu, berkesan dan mengharukan. One of the movie that worth waiting for. Awalnya saya kira Toy Story 3 akan jadi akhir dari rangkaian cerita kan, Andy udah besar, udah nggak main boneka lagi, udah kuliah dan mainan-mainannya dihibahkan ke Bonnie. Ternyata filmnya masih lanjut lagi dan sekarang mainan-mainan ini melindungi si Bonnie. Animasinya makin mulus. Penonton jadi bisa ikut merasakan tekstur boneka-bonekanya hanya dari nonton film aja, contohnya si Bo Peep yang animasinya licin mengkilap memberi kesan dia boneka porselen.
★ Parasite
Sejak nonton film ini, setiap ada orang yang minta rekomendasi film, saya pasti menyebutkan Parasite sebagai salah satunya. Kalau nonton trailernya, pasti banyak yang bakalan nggak ngerti ini film tentang apa. Tenang aja, ketika nanti nonton filmnya, kalian nggak akan dibuat berpikir terlalu keras kok. Alur ceritanya akan mengalir dan membuat kalian hanyut menikmati arusnya tanpa harus kebingungan. Meski begitu, unsur semiotiknya lumayan banyak, kalau kalian menyadari, nanti akan muncul interpretasi baru terhadap "kenapa begini, kenapa begitu" yang ada di film ini. Parasite menyuguhkan adegan-adegan mulai dari yang lucu sampai tegang. Kalian akan dibuat fokus selama film berlangsung. Yang pasti nggak akan ada yang nebak kalau akhirannya bakalan kaya gitu. Udah pokoknya nonton aja deh.
★ The Upside
It is a very entertaining yet heart-warming movie. Simply touchy. I love the D-P relationship so much. There are jokes here and there, jokes nya tuh yang bener-bener bikin ketawa tanpa paksaan gitu. Film ini mengisahkan tentang mantan narapidana bernama Dell yang mendapat kewajiban mencari kerja setiap harinya sebagai syarat bebas dari penjara. Hidupnya messed up banget, ditambah istri dan anaknya nggak mau nerima dia balik setelah dia keluar dari penjara. Suatu hari, dia ngelamar pekerjaan sebagai perawat di rumah orang super tajir bernama Phillip. Dari situlah kehidupan Dell jadi berubah total. Baik secara finansial maupun jalan pemikiran.
★ Cold Pursuit
I'm a fan of Liam Neeson. Opa-opa fluffy yang kalem tapi garang ini emang terbilang film-filmnya nyaris selalu tipikal. Action-action ringan yang jalan ceritanya juga ya always ended with superhero wins. Lucunya, saya tetep suka aja nontonin film dia. Ujung-ujungnya ya terhibur-terhibur aja karena seneng liatin dia. Meski begitu, diantara sekian banyak film tipikalnya, Cold Pursuit is one of the worst deh. For me loh ya. Ceritanya sih sebenernya lumayan seru, tentang Nels Coxman yang bekerja sebagai pembajak salju (ituloh orang suka naik mobil pengeruk salju untuk bukain jalan). Dia merupakan orang yang sangat out of trouble sampe di kasih award Citizen of the Year. Suatu ketika, anaknya Lens ditemukan wafat dengan hasil autopsi yang menyatakan dia overdosis. Selama ini Lens tau kalau anaknya bersih dari Narkoba makanya dia shock banget. Ketika Lens lagi kalut-kalutnya karena kehilangan anak, dia dapet kabar kalau ternyata anaknya bukan mati overdosis tapi mati dibunuh. Mulai dari situ kalian udah bisa tebaklah ya apa yang terjadi. Latar tempat selama film ini bagus banget, kaya di dataran tingginya Amerika yang penuh salju gitudeh. Pemainnya juga seru ada Indians ceritanya. Anehnya kok ya bisa-bisanya saya malah ngantuk nontonnya. 😕 Buat saya rasanya film ini kurang banget gregetnya. Berantem-berantem hebat yang saya tunggu-tunggu ternyata cuma di akhir-akhir. Dari awal sempet seru, terus udah kalem lagi, terus pas bagian "seharusnya" cerita mulai seru, eh malah dibuat datar aja gitu, nggak ada sesuatu yang lebih memacu penonton untuk lebih penasaran. Akuh kecewah.
★ Anna
Pas pertama kali lihat trailernya, ada tulisan kalau film ini dibuat sama yang bikin film Lucy. Saya langsung setengah ilfil. Film Lucy juga trailernya bagus, to be honest, tapi pas saya nonton, kecewanya banget-bangetan dan saya nggak akan mau nonton lagi. Kalau si Anna ini, kisahnya terbilang unik. Ada seorang agen rahasia bernama Anna, yang bekerja sampingan sebagai model. Atau model yang kerja sampingan jadi agen rahasia. Si Anna ini awalanya kaya nggak punya masa depan, idupnya udah ancur banget dan kepengen bunuh diri aja rasanya. Singkat cerita, hidupnya terselamatkan dengan direkrutnya ia sebagai agen rahasia untuk menyelesaikan misi-misi tertentu. Cukup bikin deg-degan sampai ending. Quite entertaining. Beda jauhlah aftertaste nya sama pas nonton Lucy.
★ Annabelle : Comes Home
Well actually I'm not so interested with this one, tapi Faridz excited banget mau nonton di bioskop karena he's a fan of Annabelle movies. Kalau dibanding seri Annabelle terdahulu, film yang sekarang emang lebih sederhana. Latar tempatnya ya cuma di dalam satu rumah aja gitu. Jadi para tokoh di kejar-kejar hantunya cuma lari-larian ke sana kemari dalam satu rumah yang sebenernya nggak gede-gede banget. Salah satu keseruan di film ini adalah karena hantunya banyak dan punya cerita masing-masing. Mungkin yang disayangkan dari film ini adalah terlalu banyak part basabasi nggak penting yang harusnya bisa diisi kisah hantu-hantu lain yang muncul di film ini dengan lebih mendetail. Walaupun nggak seberapa outstanding dibandingkan seri Annabelle lainnya, film terbarunya ini membawa pesan tersendiri yang bisa nge-grab attention penonton. Lucunya, saya sama Faridz sama-sama nangis pas ending. Sungguh aneh tapi nyata. 😜
Ok, untuk film yang sudah berhasil ditonton baru segitu dulu. Kalau ada film yang kelupaan diceritain di sini akan saya tulis di review part 2 ya. Oh, by the way, selain dari film-film yang tayang di tahun ini, ada pula film dari tahun-tahun sebelumnya yang berhasil menarik perhatian saya setelah sempat luput dari pantauan waktu masih fresh from the oven. Film Korea tapi ga apa-apa ya. Worth to watch kok. Berikut adalah beberapa judulnya :
Fabricated City (2017)
Dari pas abis nonton film ini sampai sekarang, saya masih bertanya-tanya sendiri, kenapa ya, pas masih tayang di CGV sampe sekian lama, saya sama skali nggak tertarik untuk nonton? Bahkan untuk lirik trailernya aja saya nggak kepikiran. Waktu mulai ada di internet, saya juga nggak langsung berminat untuk nonton. Malahan ketika saya lagi gabut di rumah dan punya segambreng daftar film terbaru yang mau ditonton, saya malah memilih untuk ngeduluin nonton film Ji Chang Wook ini. Aneh sekali. Fabricated City menceritakan tentang seorang pengangguran yang kecanduan game online bernama Kwon Yo. Suatu ketika, ia mendadak dinyatakan sebagai pembunuh dan pemerkosa anak di bawah umur. Semua bukti mengarah kepadanya dan ia dihukum penjara seumur hidup. Kwon Yo berusaha mencari cara untuk bisa menyatakan dirinya nggak bersalah dan mencari siapa orang yang menjebak dia.
On Your Wedding Day (2018)
Ini sebenernya film tahun 2018 tapi waktu mau nonton di bioskop udah keburu habis jadinya nunggu ada di internet deh. Pemeran utamanya tak lain dan tak bukan adalah abang kesayangan saya, Kim Young Kwang. Dalam film ini dia beradu peran dengan si imut Park Bo Young. Ceritanya mereka kenal pas si Hwan Seung Hee (Park Bo Young) jadi anak baru di sekolahnya Hwang Woo Yeon (Kim Young Kwang my luv). Suddenly mereka jadi deket dan Woo Yeon jatuh cinta. Karena satu dan lain hal, pas mereka lagi deket-deketnya dan hampir jadian, Seung Hee harus pindah sekolah lagi dan mereka terpisah untuk waktu yang lama. Namun lucunya Tuhan selalu punya cara unik untuk mempertemukan dan memisahkan mereka di waktu-waktu yang tak terduga.
The Swindlers (2017)
Lagi-lagi film Korea keren yang terlewatkan di masa tayangnya. Mungkin karena gaungnya nggak terlalu kedengeran, tapi siapa sangka ya kalau ternyata film ini membawa banyak surprise untuk penontonnya, yang kemudian dibuka layer by layer sampai akhir cerita. Ceritanya tentang seorang penipu kelas kakap bernama Jang Doo Chil yang melarikan diri ke luar negeri setelah memalsukan berita kematiannya. Ia berhasil kabur berkat bantuan orang-orang di pemerintahan yang menerima suap. Seorang jaksa bernama Park Hee Soo berambisi ingin menangkap Jang Doo Chil. Ketika sedang menelusuri jejak sang penipu, jaksa Park Hee Soo malah ketemu penipu lain bernama Hwang Ji Sung, yang ternyata punya misi sama yaitu mencari Jang Doo Chil. Dengan segala pertimbangan, akhirnya Park Hee Soo bekerja sama dengan penipu untuk bisa menangkap penipu.
Hope (2013)
Sebenernya saya udah nonton film ini kira-kira tahun 2014 atau 2015 gitu ya tapi trus baru inget film ini belum pernah saya tulis reviewnya. Padahal ini filmnya bagus banget sampai bikin saya berderai-derai airmata. Bahkan dari trailernya aja pasti udah mengharu biru deh. Film ini based from true story dan believe me, the true story is sadder than sadness. Hope adalah nama seorang anak SD yang selalu ceria dan sangat sayang sama keluarganya. Bapaknya buruh pabrik dan ibunya punya toko. Mereka bukan keluarga kaya jadi terkadang can't relate sama gaya hidup anak-anak dan orangtua murid di sekolahnya Hope. Pada suatu pagi, saat hujan turun, Hope harus berangkat sendirian ke sekolah. Ketika tinggal beberapa langkah lagi sampai, seorang pria menghampiri dia dan melakukan tindak asusila yang sadis banget deh pokoknya kalau dibayangin. Untung dia cukup pintar untuk melakukan panggilan darurat dari ponselnya. Hope berhasil diselamatkan meski keadaannya udah memprihatinkan. Inti dari cerita ini bukan tentang betapa sadis perbuatan si penjahat, tapi bagaimana perjuangan keluarga itu untuk menjalani hidup pasca kejadian yang dialami Hope. Gimana orang tuanya harus mati-matian cari uang demi kelanjutan pengobatan Hope. Gimana kehidupan Hope pasca disakiti jiwa raganya, gimana orang tua Hope berusaha hari demi hari membangun suasana kondusif untuk sang anak agar ia tak harus trauma berlarut-larut. Pokoknya wajib banget nonton deh film ini. Super bagus.
V.I.P (2017)
Film ini bercerita tentang misi penangkapan seorang pembunuh sadis bernama Kim-Gwang Il, yang suka perkosa dan mutilasi korban-korbannya. Awalnya dia jadi DPO di Korea Utara karena pernah melakukan beberapa kasus di sana. Setelah itu dia kabur ke Kor-Sel dan bikin ulah juga. Pihak kepolisian Korsel dan Badan Intelejen Negara saling sikut-sikutan dan berebutan untuk jadi penangkap si psikopat itu. Saking sibuknya adu kuat, mereka lupa kalau Kwang Il ini pinter dan jeli mencari celah kabur. Ayo coba tebak siapa orangnya yang jadi pemeran psikopat? Dia adalah.... Lee-Jong-Suk. Nggak kebayang kan dia kalau jadi orang jahat kaya apa. Nggak tanggung-tanggung, jahatnya jadi psikopat. Untuk kalian yang penasaran seperti apa akting bengis Lee Jong Suk, bisa langsung ditonton ya filmnya.
Gonjiam (2018)
Film horror Korea ini diadaptasi dari kisah nyata penduduk setempat. Gonjiam memecahkan rekor sebagai film horor Korea terlaris sepanjang masa dan berhasil mencetak keuntungan sampe 20juta dollar. Film ini ditanyangkan di 47 negara di dunia, termasuk di Indonesia. Tempat yang bernama Gonjiam itu sendiri emang beneran ada, dulu tempat itu adalah rumah sakit jiwa tapi udah lama nggak pernah dipakai lagi. Gonjiam masuk dalam daftar 7 tempat paling seram di dunia. Makanya pas filmnya dibuat, masyarakat penasaran banget gimana hasilnya. Proses shooting film ini beneran dilakukan di sana walaupun nggak seluruh adegannya. Cinematografinya disajikan mirip-mirip sama Paranormal Activity gitu yang pakai kamera amatir untuk merekam seluruh kejadian di film. Jump scarenya lumayan, jalan ceritanya juga lumayan bagus untuk menahan rasa penasaran penonton sampai akhir film. Hantu-hantuannya nggak se-dramatis film Train To Busan yang mengedepankan keahlian makeup Korea. Natural banget, jadi berasa banget keasliannya dan cukup bikin ketakutan. Overall sih saya suka.
The Swindlers (2017)
Lagi-lagi film Korea keren yang terlewatkan di masa tayangnya. Mungkin karena gaungnya nggak terlalu kedengeran, tapi siapa sangka ya kalau ternyata film ini membawa banyak surprise untuk penontonnya, yang kemudian dibuka layer by layer sampai akhir cerita. Ceritanya tentang seorang penipu kelas kakap bernama Jang Doo Chil yang melarikan diri ke luar negeri setelah memalsukan berita kematiannya. Ia berhasil kabur berkat bantuan orang-orang di pemerintahan yang menerima suap. Seorang jaksa bernama Park Hee Soo berambisi ingin menangkap Jang Doo Chil. Ketika sedang menelusuri jejak sang penipu, jaksa Park Hee Soo malah ketemu penipu lain bernama Hwang Ji Sung, yang ternyata punya misi sama yaitu mencari Jang Doo Chil. Dengan segala pertimbangan, akhirnya Park Hee Soo bekerja sama dengan penipu untuk bisa menangkap penipu.
Hope (2013)
Sebenernya saya udah nonton film ini kira-kira tahun 2014 atau 2015 gitu ya tapi trus baru inget film ini belum pernah saya tulis reviewnya. Padahal ini filmnya bagus banget sampai bikin saya berderai-derai airmata. Bahkan dari trailernya aja pasti udah mengharu biru deh. Film ini based from true story dan believe me, the true story is sadder than sadness. Hope adalah nama seorang anak SD yang selalu ceria dan sangat sayang sama keluarganya. Bapaknya buruh pabrik dan ibunya punya toko. Mereka bukan keluarga kaya jadi terkadang can't relate sama gaya hidup anak-anak dan orangtua murid di sekolahnya Hope. Pada suatu pagi, saat hujan turun, Hope harus berangkat sendirian ke sekolah. Ketika tinggal beberapa langkah lagi sampai, seorang pria menghampiri dia dan melakukan tindak asusila yang sadis banget deh pokoknya kalau dibayangin. Untung dia cukup pintar untuk melakukan panggilan darurat dari ponselnya. Hope berhasil diselamatkan meski keadaannya udah memprihatinkan. Inti dari cerita ini bukan tentang betapa sadis perbuatan si penjahat, tapi bagaimana perjuangan keluarga itu untuk menjalani hidup pasca kejadian yang dialami Hope. Gimana orang tuanya harus mati-matian cari uang demi kelanjutan pengobatan Hope. Gimana kehidupan Hope pasca disakiti jiwa raganya, gimana orang tua Hope berusaha hari demi hari membangun suasana kondusif untuk sang anak agar ia tak harus trauma berlarut-larut. Pokoknya wajib banget nonton deh film ini. Super bagus.
V.I.P (2017)
Film ini bercerita tentang misi penangkapan seorang pembunuh sadis bernama Kim-Gwang Il, yang suka perkosa dan mutilasi korban-korbannya. Awalnya dia jadi DPO di Korea Utara karena pernah melakukan beberapa kasus di sana. Setelah itu dia kabur ke Kor-Sel dan bikin ulah juga. Pihak kepolisian Korsel dan Badan Intelejen Negara saling sikut-sikutan dan berebutan untuk jadi penangkap si psikopat itu. Saking sibuknya adu kuat, mereka lupa kalau Kwang Il ini pinter dan jeli mencari celah kabur. Ayo coba tebak siapa orangnya yang jadi pemeran psikopat? Dia adalah.... Lee-Jong-Suk. Nggak kebayang kan dia kalau jadi orang jahat kaya apa. Nggak tanggung-tanggung, jahatnya jadi psikopat. Untuk kalian yang penasaran seperti apa akting bengis Lee Jong Suk, bisa langsung ditonton ya filmnya.
Gonjiam (2018)
Film horror Korea ini diadaptasi dari kisah nyata penduduk setempat. Gonjiam memecahkan rekor sebagai film horor Korea terlaris sepanjang masa dan berhasil mencetak keuntungan sampe 20juta dollar. Film ini ditanyangkan di 47 negara di dunia, termasuk di Indonesia. Tempat yang bernama Gonjiam itu sendiri emang beneran ada, dulu tempat itu adalah rumah sakit jiwa tapi udah lama nggak pernah dipakai lagi. Gonjiam masuk dalam daftar 7 tempat paling seram di dunia. Makanya pas filmnya dibuat, masyarakat penasaran banget gimana hasilnya. Proses shooting film ini beneran dilakukan di sana walaupun nggak seluruh adegannya. Cinematografinya disajikan mirip-mirip sama Paranormal Activity gitu yang pakai kamera amatir untuk merekam seluruh kejadian di film. Jump scarenya lumayan, jalan ceritanya juga lumayan bagus untuk menahan rasa penasaran penonton sampai akhir film. Hantu-hantuannya nggak se-dramatis film Train To Busan yang mengedepankan keahlian makeup Korea. Natural banget, jadi berasa banget keasliannya dan cukup bikin ketakutan. Overall sih saya suka.
Sekian dulu movie review 2019 part 1 ini. Nggak sabar untuk segera lanjut ke review part dua, karenaa... exciting movies are about to come! Some of my must-watch list are Spiderman: Far From Home, Lion King, Maleficent 2, Once Upon a Time in Hollywood, Angel Has Fallen, Joker, The Adam Family, Zombieland 2, Frozen 2 aaanddd Charlie's Angels yang pemain-pemainnya baru semua. Kalau film Indonesia sejauh ini yang lumayan ditunggu-tunggu itu film Indonesia judulnya Dua Garis Biru, Twivortiare dan Bumi Manusia.
Semoga review ini bisa membantu untuk jadi acuan kalian memilih tontonan di kala senggang. Oh untuk kalian yang perlu referensi film dari tahun-tahun sebelumnya, bisa liat-liat review saya di blog terdahulu, nanti saya kasih linknya di akhir post ini. See you soon!
Semoga review ini bisa membantu untuk jadi acuan kalian memilih tontonan di kala senggang. Oh untuk kalian yang perlu referensi film dari tahun-tahun sebelumnya, bisa liat-liat review saya di blog terdahulu, nanti saya kasih linknya di akhir post ini. See you soon!
Movie review 2018:
Film-film yang selalu jadi favorit, bahkan setelah nonton berkali-kali:
Most recommended Korean movie (so far)

No comments:
Post a Comment