Tuesday, February 28, 2023

Monolog Dini Hari

Pukul dua lewat dua belas dini hari.

Saya terbangun setelah memimpikan seseorang yang bahkan sudah nyaris 5 tahun tidak pernah terbersit di pikiran. Setelah berhasil membuat saya terjaga, sekarang saya tidak bisa meminta pertanggung jawaban orang itu untuk membuat saya kembali terlelap. Belakangan saya memang lagi sering-seringnya kebangun di tengah malam sebulan terakhir. Awalnya bingung, tapi akhirnya saya menyadari mungkin ini kode dari Tuhan untuk mulai rutin solat malam. Tadi saya udah solat Tahajud 8 rakaat dengan harapan setelah ini bisa tidur lagi, karena biasanya sih selalu bisa, tidur lagi. Tapi nyatanya air wudhu semakin membuat mata saya terbelalak penuh energi. So, here I am. Tanpa pikir panjang langsung menyalakan laptop, memakai kacamata dan mulai menulis lagi dalam blog ini, sambil nunggu waktu subuh biar sekalian aja solatnya sebelum kembali tidur. 

Sejujurnya masih panjang deretan tulisan yang tersimpan. Setahun kemarin sama sekali nggak ada postingan, bukan berarti sama sekali nggak ada tulisan. Hanya saja semua tulisan itu masih menanti akhiran yang pas untuk kemudian dipublikasi. Namun, tanpa alasan khusus, malam ini saya lebih senang memulai tulisan baru. Belum ada judul, tidak ada konsep. Entahlah apa akan terselesaikan dalam satu malam atau malah hanya jadi si bontot baru di deretan draf blog ini. Saya hanya ingin memulai yang baru. 

Sembari menulis, sebuah lagu dengan judul Want to Be Free sedang berkumandang sayup-sayup dari televisi saya. Lagu itu adalah salah satu soundtrack sebuah serial Korea berjudul Dear My Friends dan sebenernya dinyanyikan dalam bahasa Korea, tapi ada versi bahasa Inggrisnya juga. Satu lagu yang terus berulang di aplikasi pemutar musik saya, karena tidak sengaja menyalakan fitur auto repeat. Mulai bosan, tapi sayapun terlalu malas untuk mengambil remote TV dan menggantinya. Lagunya sangat mendayu-dayu tapi sepertinya cocok untuk terus menemani saya malam ini. 



Dini hari memang waktu yang tepat untuk memikirkan banyak hal. Anak gaul sekarang sering menyebut tengah malam sebagai waktunya overthinking. Which is true. Senyap, sendiri, gelap, wajar kalau pikiran jadi melayang ke mana-mana. Sambil memejamkan mata sejenak, menghirup napas dalam-dalam dan menghembuskannya. Memikirkan kapan pandemi berakhir, kapan dapat jodoh, kapan dapat ide untuk konsep pekerjaan yang baru, kapan bisa liburan, dan masih banyak "kapan" yang lainnya.  Setelah selesai dengan pertanyaan yang dimulai dengan kata kapan, giliran pertanyaan dengan awalan kata tanya kenapa, yang kini muncul. Kenapa murid jumlahnya naik turun terus, kenapa sekarang ongkos gojek makin mahal, kenapa tiap bulan saya nabung nggak bisa banyak, kenapa belakangan di sosial media banyak muncul berita yang berbau kekejaman, kenapa bulan ini berat badan saya malah nambah, kenapa saya lagi males olahraga, dan masih banyak "kenapa" lainnya. Lalu disusul dengan pertanyaan spekulasi yang dimulai dengan kata tanya "apa" dengan topik-topik yang lebih berat. Apa di usia baru nanti saya bisa jadi lebih baik, apa saya harus melakukan A,B,C,D tahun ini untuk bisa punya pendapatan lebih tahun ini. Lama-lama semua kata tanya dalam unsur 5W1H diabsen dalam satu malam. 

Pertanyaan-pertanyaan yang saya tau memang belum ada jawabannya tapi tetap saya pertanyakan. Saya hanya nggak tau aja, gimana cara nolaknya ketika pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepala. Dan sayangnya pertanyaan-pertanyaan itu nggak bisa saya temukan di Google jawabannya. Nggak apa-apa, saya juga nggak maksa harus ada jawabannya sekarang. Nanti aja, kalau emang udah waktunya. 



Oh iya, kurang dari seminggu lagi usia saya akan beranjak jadi 33 tahun. Saya harus treat diri saya apa ya? Sweets? Trip? Nice food? Jujur lagi pengen banget makan sushi di salah satu restoran namanya di daerah Bintaro depan gedung Lotte. Rasa makanannya ngangenin banget, porsinya besar dan ikannya fresh, tapi harganya bisa dua kali lipat dari merk Sushi terkenal yang waiternya suka nanya ketika kita selesai order, "apakah sedang ada yang berulang tahun?". Hehehe, tau kan? Liat budgetnya aja deh nanti ada berapa dan bisa dipake untuk apa.

Kira-kira saya bakal happy atau sedih ya di ulang tahun nanti? Saya pernah loh ulang tahun pas lagi sakit terus seharian jadi mellow banget. Lupa deh itu tahun berapa. Tapi ulang tahun yang tahun lalu saya happy banget karena semua orang terdekat kumpul di hari ulang tahun saya dan happy-happy sampai jam 2 pagi. Banyak makanan, banyak kue, banyak dapat pelukan juga.


Saya barusan abis nyeduh mi instan yang di cup ditambahin telur rebus sama keju. Nggak usah sebut merk ya, soalnya nggak disponsor. Saya yakin kok kalian tau karena dia merk yang top of mind untuk mi instan dalam cup. Udah kebayang kan? Nah, iya itu dia. Yang kemasannya warna merah tadi saya makannya. Sekarang saya jadi kenyang bodoh gini. Mulai ngerasa bersalah makan mi tengah malem. Tapi rencananya nanti pagi mau muaythai kok kalau tidak ada halangan.

Terus sambil nunggu mi nya mateng, lagu yang diputar di aplikasi pemutar musik udah saya ganti jadi lagu dari Bigbang yang berjudul Loser. One song on repeat. Nyeruput mi sambil major flashback ke zaman lagu ini baru rilis. Tahun 2015, saya masih kuliah semester 5 kalau nggak salah, dan hidup lagi susah-susahnya. Jalanin kuliah sambil kerja, di saat tugas selalu banyak, pulang malem, tapi pas pulang nggak bisa langsung tidur karena harus siapin bahan ngajar esok harinya. Album Bigbang Made mengiringi perjalanan pulang saya naik bis Transjakarta, tiap malam, dari hari Senin sampai Kamis, selama hampir satu tahun. 


Udahlah ya, udah makin susah nyari endingnya nih kalau makin diterusin. Mau cari happy ending, tapi itu kan cuma ada di film (cieee). Semoga taun ini bisa kembali produktif menulis meskipun lagi mager-magernya. Nonton drakor juga lagi mager-magernya. Saya seolah lagi lose touch with the things I used to seek for healing. Nulis, nonton, baca, semua jadi terasa sangat malas dilakukan. Aneh sih rasanya. Entah harus cari hobi baru atau pelan-pelan cari mood dan feel nya lagi. Liat nanti deh gimana baiknya. 

Sampai jumpa lagi di tulisan random selanjutnya yah. Bye!


No comments:

Post a Comment