Wednesday, December 4, 2019

Korean Drama Review 2017

Hellow yellow! Lagi pada ngapain nih, warga dunia maya? Terima kasih sudah mau meluangkan secuil waktu kalian untuk mampir baca blog saya. Masih seperti beberapa postingan sebelumnya, saya juga mau titip tulisan lampau saya tentang review drakor-drakor yang berhasil saya tamatkan di tahun 2017. Sedih deh, di tahun tersebut, nggak banyak drama Korea yang bisa saya tonton. Saya terlalu sibuk ngurusin drama hidup saya sendiri. Akhir tahun 2016 sampai awal 2017 saya disibukkan dengan deadline sidang proposal skripsi. Judul yang diterima pihak kampus adalah judul untuk proyek non-skrip, jadi proses pengerjaan dan pra-risetnya lebih ribet. Tapi Alhamdulillah lancar dan sidangnya dapat nilai A. Kemudian di bulan Februari saya punya pacar baru (cieee curhat) , jadi ya itu, saya sibuk dengan drama percintaan saya sendiri sampai nggak punya waktu nontonin drama percintaan Korea, wkwk. 

Tapi dari sekian banyak drama yang tertinggal, tetap ada kok beberapa drama yang saya ikutin. Hanya jumlahnya nggak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Jauh lebih sedikit. In no particular orders, here they are..

 

Individualist Ms. Ji Young (rate: 7/10)

Mini seri ini mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Ji Young yang memilih untuk bersikap dingin dan nggak perduli kepada semua orang disekitarnya karena luka yang begitu besar terhadap orang-orang di masa lalu. Dia begitu "alergi" untuk berokumikasi, menjalin hubungan apalagi sampai dekat dengan orang lain. Dia ingin menunjukkan pada dunia kalau dia bisa ngelakuin semua hal sendirian, nggak butuh orang lain. Berbanding terbalik dengan tetangga apartemennya yang bernama Byeok Soo. Ia tipe orang yang nggak bisa sendirian. Dia selalu butuh orang disampingnya walaupun orang sekitarnya nggak ada yang suka. Sudah sejak lama Byeok Soo ingin berkenalan dengan Ji Young, secara kan mereka tetangga, udah seharusnya menjaga hubungan baik. Tapi setiap kali Byeok Soo menyapa dan bersikap ramah kepada Ji Young, selalu berakhir dengan makan hati.  Sampai ada suatu moment di mana Ji Young "akhirnya" membutuhkan orang lain dan yang bisa dimintain tolong hanya Byeok Soo. Mereka jadi dekat satu sama lain.

Mungkin karena drama ini hanya 2 episode, jadinya singkat padat dan jelas ceritanya. Padahal intinya ini hanya sebuah drama sederhana. Min Hyo Rin menurut saya sukses sih membawakan karakter nyebelin dibalik wajah cantiknya. Pemilihan peran utama yang "nggak bgitu ganteng" malah sebenernya merupakan pilihan tepat untuk menampilkan unsur drama yang "membumi".

 

Goblin (rate: 9,5/10)

Dan akhirnya di tahun ini ada juga drama yang bisa menyaingi ketenaran Descendants of the Sun. Dan dia adalah : Goblin. Nggak heran sih kenapa bisa begitu, lah orang penulis ceritanya sama. Saya suka segalanya tentang drama ini. Pemainnya, cinematografinya yang dikelola macam film layar lebar, jalan cerita, soundtrack, pemandangan, dialog. Semuanya! Semuaaaa..

Drama ini menceritakan tentang seorang lelaki ganteng bernama Kim Shin. Dia adalah Goblin yang sudah hidup ratusan tahun. Dahulu kala, waktu masih di era kerajaan, Kim Shin ini adalah panglima perang yang mengabdi pada sebuah kerajaan tapi he ended up being betrayed dan ditusuk dengan pedangnya sendiri. Kim Shin mendapat kutukan kalau dia nggak akan bisa mati dan pedangnya tetap tertusuk di badannya sampai nanti dia menemukan calon pengantin Goblin, satu-satunya orang yang bisa melihat dan mencabut pedang itu. Seiring dengan tercabutnya pedang itu, barulah dia bisa mati beneran. Setelah 900 tahun hidup dan mencari-cari, akhirnya Kim Shin ketemu sama si pengantin Goblin. Namanya Ji Eun Tak, soerang siswi SMA yang pintar tapi bernasib malang. Ternyata Ji Eun Tak adalah gadis kecil yang pernah si Goblin selamatkan ketika nyawanya nyaris dicabut oleh malaikat pencabut nyawa.

I love the relationships between all the characters. Emang sih, percintaan antara Ji Eun Tak dan Goblin itu sweet, tapi hubungan persabahatan goblin dan si pencabut nyawa juga sweet banget. Aku sukaaa. Pokoknya drama ini adalah drama paling wajib nonton tahun 2017.

 

Suspicious Partner ( 7,5/10)

Sebetulnya kalau nggak karena nontonnya bareng-bareng sama temen waktu lagi ikutan event PRJ, mungkin drama ini nggak akan ketonton. Menurut saya cerita percintaannya biasa aja sih, tapi konflik yang disuguhkan lumayan menarik. Jadi masih layak tonton. Siapa tau lagi butuh marathon selingan sambil nunggu drama yang lagi airing.

Mengisahkan tentang Noh Ji Wook, si jenius yang terpaksa alih profesi dari jaksa jadi pengacara di lawfirm karena suatu hal. Ada lagi Eun Bong Hee, seorang pengacara yang sempat kesandung masalah hukum karena dituduh sebagai pembunuh mantan pacarnya yang berselingkuh. Kebetulan saat kejadian, situasi dan kondisinya nggak tepat aja sehingga mematahkan alibinya padahal sih bukan dia pembunuhnya. Akhirnya Ji Wook dan Bong Hee bekerja sama untuk menangkap pelaku asli dari kasus pembunuhan mantan pacar Eung Bon Hee yang ternyata adalah pelaku pembunuhan berantai yang mengerikan.  Sambil bekerja sama, tumbuhlah benih-benih cinta yang udah bisa ketebak akhirnya gimana.

 

Seven First Kisses (rate: 9,5/10)

Lucu deh kalau ada drama Korea yang bisa mempersatukan 7 aktor tampan yang biasanya jadi lead actor, sekarang mereka main bareng dalam satu judul. Rasanya kaya berkhayal. Yah tapi khayalan itu terwujud di drama ini. Drama khayalan. Saya suka banget konsep ceritanya. Nggak terlihat maksain cerita demi mengangkat para pamainnya. Walaupun mungkin ada niat dari si penulis dan sutradara kalau ingin jual tampang, tapi setidaknya cerita yang dibuat nggak membuat drama ini terkesan "hard sale". Sayang sih ini cuma berbentuk mini drama, tapi kalau jadi drama 16 episode yang durasi 1 jam gitu ya mungkin bakalan  jadi basi juga.

Ceritanya ada seorang costumer service di Lotte Mall Korea, namanya Min Soo Jin. Di hari ulangtahunnya yang ke 25, dia bersedih hati karena belum juga punya pacar. Di hari yang sama, Soo Jin menolong seorang costumer yang ketinggalan pasport di meja costumer service. Ternyata costumer itu adalah peri cinta. Sebagai imbalan karena udah menolong, si peri ngasih kesempatan kepada Min Soo Jin untuk milih satu diantara 7 cowok buat jadi first kiss nya.

Tujuh pria itu adalah :  Ok Taec Yeon, si anak orang kaya yang polos.  Lee Jong Suk, seorang aktor kenamaan. Ji Chang Wook, secret agent yang menawan. Lee Min Ho, si traveller. Park Hae Jin, boss yang dingin-dingin menyegarkan. Lee Joon Gi, seorang cowok religius. Dan yang terakhir Kim Jung In (yang main si Kai EXO), anak sekolahan yang karismatik. Siapa yang akhirnya jadi first kiss Min Soo Jin?

 

Because This Is My First Life (9,5/10)

Lama loh saya baru bisa moveon dari drama ini. Drama ini justru menarik literally karena ceritanya, bukan dari pemain atau hal lain. Aktor utama pria di drama ini jelek, tapi menurut saya, nggak ada lagi orang yang lebih pas selain dia. Peran itu nggak butuh pemain yang ganteng. Justru hilang esensinya kalau dipilih pemeran yang ganteng macam Lee Min Hoo, Nam Joo Hyuk, Kim Young Kwang atau Lee Jong Suk. Cukup dia aja, Lee Min Ki.

Menceritakan tentang Nam Se Hee, seorang programmer di perusahaan aplikasi yang tinggal sendirian di apartemennya. Hidupnya flat banget. Sendirian, pelihara kucing, punya rumah dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan cicilan rumah. Nam Se Hee nggak punya cita-cita tinggi yang perlu dia raih. Hidup kaya gitu aja bagi dia udah cukup. Adalagi seorang penulis naskah drama seri namanya Yoon Ji Ho. Dia terpaksa harus keluar dari rumah karena nggak betah kalau harus tinggal bareng adiknya yang baru menikah. Mereka berdua bertemu pas di moment emang si Nam Se Hee membutuhkan teman serumah yang bisa bayar sewa untuk meringankan beban cicilannya perbulan sedangkan Yoon Ji Ho butuh tempat tinggal yang murah dan nggak perlu bayar uang jaminan mahal karena kondisi keuangannya yang tiris banget.  Akhirnya merekapun mengalami banyak pengalaman-pengalaman pertama dalam hidup mereka.


Revolutionary Love (rate: 7,5/10)

Setelah pergi wajib militer, akhir Choi Si Won kembali lagi ke layar kaca. Kembali menyelamatkan nyawa sebuah drama yang sebenernya standart banget jalan ceritanya. Drama yang tipikal. Seolah memberi angin segar dengan tingkahnya yang slenge'an itu.

Choi Si Won berperan sebagai salah satu pewaris perusahaan besar bernama Byun Hyuk. Anaknya bandel minta ampun. Ayahnya udah nyerah banget menghadapi anak bungsunya ini. Hidupnya kaya raya tapi tanpa arah gitu, sesukanya dia aja mau ngapain. Byun Hyuk menghadapi sebuah kasus serius dengan sebuah maskapai penerbangan karena bertingkah nggak sopan ke pramugari ketika dia mabuk. Terpaksa dia harus bersembunyi dari kejaran media sambil menunggu Kwon Jee Hun, manager di perusahaan ayahnya yang sekaligus temen Byun Hyuk sejak kecil, untuk "membereskan" kasus yang udah terlanjur ke blow-up di media. Dalam persembunyiannya, Byun Hyuk ketemu sama Baek Joon yang punya kehidupan jauh berbanding terbalik dengan dirinya. Baek Joon adalah perempuan tangguh yang kerja setengah mati dari pagi sampai tengah malam demi memenuhi kebutuhan hidupnya karena dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak meskipun dia sarjana.

 

Go Back Couple (rate: 9/10)

Ah ini juga salah satu drama yang sangat bagus yang bikin saya susah moveon. Mungkin alasan kenapa saya jadi terkesan banget sama drama ini adalah karena ceritanya mirip sama apa yang sering saya alami di setiap relationship. Saya orang yang cenderung membiarkan masalah berlalu begitu saja karena buat saya, "ah percuma ngomong, dia pasti nggak akan ngerti". Sampai akhirnya masalah menumpuk dan lama-lama ditumpuk akhirnya meledak dan akhirnya semua jadi hambar. Saya nonton drama ini nangis-nangis. Asli. Berasa ketampar deh sama ceritanya.

Sebuah pasangan suami Istri, Choi Ban Doo dan Ma Jin Joo, yang sepakat bercerai setelah 14 tahun menikah. Dulu mereka kaya the happiest couple in the universe waktu jaman kuliah. Tapi ketika memulai biduk rumah tangga, semuanya berubah.  Kesalahan demi kesalahan menumpuk dan kurangnya komunikasi akhirnya jadi pemicu perceraian mereka padahal dulu Choi Ban Doo dan Ma Jin Joo begitu saling menyayangi. Tiba-tiba, mereka terbangun dari tidur dan mendapati diri mereka balik lagi ke jaman masih kuliah. Mei 1999, tepat sebelum mereka saling mengenal satu sama lain. Awalnya mereka emang shock banget dan nggak percaya, tapi mungkin ini jalan terbaik supaya mereka masih berkesempatan memperbaiki hal-hal yang seharusnya nggak terjadi di masalalu.

 

Voice (rate: 9/10)

Supaya nggak terkungkung dalam khayalan babu percintaan Korea, sesekali drama semacam Voice perlu juga untuk ditonton. Apalagi kalau yang main adalah Jang Hyuk, aktor kawakan yang nggak diragukan lagi totalitasnya. Karena aktingnya, drama ini jadi seru banget untuk ditonton sampai-sampai nggak mau berhenti kalau belum sampai episode terakhir.

Jang Hyuk mendapat peran sebagai Moo Jin Hyuk, detektif handal yang sering menyelesaikan kasus besar. Akibat kasus meninggalnya sang istri, Jin Hyuk hidup dalam keterpurukan dan rasa bersalah. Ia bertekad untuk menemukan siapa pelaku pembunuhan istrinya itu. Sama halnya dengan Kang Kwon Joo. Ia belajar ke Amerika dan kembali ke Korea sebagai profiler suara untuk bisa mengungkap kasus kematian ayahnya. Jin Hyuk dan Kwon Joo bekerja di bagian panggilan darurat kepolisian (kaya 911 gituloh..) dengan tujuan yang sama, untuk menangkap pembunuh orang-orang yang mereka sayangi.

 

 

Sementara baru itu aja drama yang sempat saya tonton sepanjang 2017. Tapi tahun 2018 menjadi tahun kebangkitan saya dalam hal menonton drama Korea. Ada lebih banyak judul yang ditonton dan ada juga judul-judul yang nggak berhasil ditamatkan dan saya kasih POV saya tentang apa ketidak menarikannya sehingga nggak bisa saya tonton sampai episode terakhir. Sampai ketemu di postingan selanjutnya yaa. 


No comments:

Post a Comment