Hello para pembaca blog saya. Sebenernya yang baca blog saya tuh ada nggak sih? Kok perasaan pada diem-diem aja, nggak ada tanda-tanda keberadaannya.
Saat menulis blog ini, sudah tepat hari ke-30 saya berada #dirumahaja. Satu bulan, sodara sodara. SATU BULAN. Self quarantine yang bener-bener All by Myself kayak lagu Celine Dion. Nggak bisa banyak ngapa-ngapain, nggak berani ke mana-mana, nggak bisa leluasa pergi ke luar. Kalau perlu beli apa-apa sekarang memaksimalkan platform online. Mau main ke rumah mama saya aja rasanya was-was loh. Saya memilih stay in touch via video call aja sementara ini. Walaupun saya saat ini keadaannya sehat walafiat, saya tetep nggak mau ambil resiko, karena bisa aja kan nanti diperjalanan malah ketempelan virus dan jadi nularin. So, here I am. Staying alone in my apartment, di kamar berukuran 25 meter persegi tanpa ada makhluk hidup yang bisa diajak ngobrol. Sudah semacam patung yang usang dan berdebu. Mungkin beberapa hari lagi bisa lumutan dan berjamur. Nahhh, berhubung saat ini saya punya banyaaaak sekali waktu yang bisa dibuang percuma, saya jadi bisa sering nulis di blog nih. Semacam bayar utang ke pembaca gitu sihh, karena belakangan kan update blognya jarang-jarang tuh. Tenang aja, isinya pasti bakal ngalor ngidulan semua kok. Jangan serius-serius amat ya nanti bacanya.
Saat menulis blog ini, sudah tepat hari ke-30 saya berada #dirumahaja. Satu bulan, sodara sodara. SATU BULAN. Self quarantine yang bener-bener All by Myself kayak lagu Celine Dion. Nggak bisa banyak ngapa-ngapain, nggak berani ke mana-mana, nggak bisa leluasa pergi ke luar. Kalau perlu beli apa-apa sekarang memaksimalkan platform online. Mau main ke rumah mama saya aja rasanya was-was loh. Saya memilih stay in touch via video call aja sementara ini. Walaupun saya saat ini keadaannya sehat walafiat, saya tetep nggak mau ambil resiko, karena bisa aja kan nanti diperjalanan malah ketempelan virus dan jadi nularin. So, here I am. Staying alone in my apartment, di kamar berukuran 25 meter persegi tanpa ada makhluk hidup yang bisa diajak ngobrol. Sudah semacam patung yang usang dan berdebu. Mungkin beberapa hari lagi bisa lumutan dan berjamur. Nahhh, berhubung saat ini saya punya banyaaaak sekali waktu yang bisa dibuang percuma, saya jadi bisa sering nulis di blog nih. Semacam bayar utang ke pembaca gitu sihh, karena belakangan kan update blognya jarang-jarang tuh. Tenang aja, isinya pasti bakal ngalor ngidulan semua kok. Jangan serius-serius amat ya nanti bacanya.
Jadi, bagaimana keadaan kalian saat ini? Masih sehat, fisik dan mental? Belom pada berubah jadi zombie kaya di Train To Busan kan? Kalau boleh jujur, sebenernya kegiatan social distancing ini sudah ditahap memuakkan sih. Manusia pada dasarnya kan makhluk sosial ya. Se introvert-introvert nya dehhh.. Tetep aja kan nggak bisa hidup sendiri? Thirty days of staying home must be a hard thing to handle, bro. Saya lebih mengkhawatirkan kondisi mental sih dengan berada sendirian terlalu lama. Mana ngikutin berita di media online juga bikin tambah anxious. Banyak berita sedih juga, apalagi tentang orang-orang yang tutup usia. Yang masih bikin sesak dada itu berita meninggalnya Glenn Fredly. Musisi yang sering menelurkan lagu romantis itu harus duluan jalan menghadap Tuhan, ketika lagi bahagia-bahagianya baru menikah dan punya annak. Anaknya tepat berusia 40 hari saat itu. Glenn meninggalkan keluarga, kerabat dan seluruh masyarakat Indonesia yang pernah menggalau bersama karya romantisnya. Banyak orang yang begitu merasa kehilangan padahal nggak kenal. Itulah orang baik. Smoga dia ketemu sama Mike Mohede, Andika Kerispatih, personil Band Seventeen, Koes Ploes, Fredy Mercury, Chester Bennington, dan semua musisi lainnya, kemudian bernyanyi dan bermusik menyenangkan Tuhan dan memerdukan Surga.
Yah, meski keadaan sedang begitu adanya, dan kondisi saya saat ini sudah mulai fed up dengan keadaan yang begitu adanya itu, saya nggak ingin tulisan ini menjadi bad influence untuk orang-orang yang udah konsisten #dirumahaja. Tindakan yang kita lakukan sudah benar kok, guys. Setidaknya ini hal yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri sendiri, sekaligus membantu negara kita melewati pandemi lebih cepat. Keep it going! Semangaattt.. Instead of complaining about our current situation, saya lebih baik berbagi cerita aja deh, tentang kegiatan saya selama karantina mandiri. Mungkin bukan kegiatan yang seru-seru gimana banget sih. Kurang lebihnya juga pasti nggak jauh beda dengan yang kalian lakukan juga. Ya daripada nggak ada yang diceritain, kan? So, tanpa perlu berlama-lama, let's jump right in.
✶ Teaching Online
Terpisah jarak bukan berarti jadi alasan murid-murid saya untuk tidak belajar. ((YAIYALAH CYIN...GW KAN BUTUH DUITT 😲📢)) Solusi yang bisa saya tawarkan kepada orang tua murid selama pandemik ini adalah mengajar secara online. Jadi saya akan tetap memberikan les sesuai jadwal biasanya, hanya saja interaksinya melalui video call di aplikasi Skype atau Zoom. Materi-materi soal saya berikan lewat Google Classroom atau ya bisa langsung di buka aja dari laptop, terus share screen sambil video call. Enaknya ngajar online tuh nggak harus mandi atau dandan dulu. Bisa ngajar tanpa harus pake BH pulaa yaa khaann, hahahaha! Pernah juga tuh saya ngajar, atasnya pakai kemeja, bawahnya pakai hotpants. Shantaaayy.
It is a fun experience tho. Fun untuk saya sebagai guru maupun para murid. Beberapa murid terlihat excited karena belajar menggunakan cara baru. Ada murid yang berasa kaya lagi Vlogging, sampai-sampai saya sering dipanggil "guys". Sayangnya, mulai bulan April ini, lebih dari setengah murid saya mengajukan cuti, jadinya saya hanya mengajar seminggu tiga kali. Padahal pas kemaren-kemaren pas masih produktif mengajar, dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam selama seminggu, masih sibuk cari bahan ngajar dan bikin soal-soal latihan, kegiatan #dirumahaja ini lumayan terasa berfaedah. Semoga para orang tua yang baik dan budiman segera mengontek kembali yaa. ((PAAAK BUUUU KALAU PADA GA LES, SAYA MAKAN APAAAH 😲📢))
✶ Watching Movies
Bagi kalian yang selama ini kerjaannya cuma donlot film doang tapi nggak sempet-sempet ditonton. Kalian yang sudah bikin list film dan drama panjang-panjang tapi belum ada satupun yang dikelarin. Sekaranglah saatnya! Tebuslah janji kalian pada diri sendiri itu, selagi masih ada banyak waktu untuk dibuang-buang. Saya sejauh ini udah nonton 15 judul film dan menghabiskan 4 serial (Wow!). Sungguh rekor yang patut diapresiasi. Saya nonton biasanya dari platform Netflix, Viu, sempet dari Goplay juga pas lagi ada promo gratis nonton, dan ada yang dari website bajakan juga (nggak ada website langganan, hanya search judul di Google dan buka link yang bisa aja). Kalau udah mulai bosen, saya juga nonton video-video dari Youtube untuk selingan. Referensi film dan serial akan segera menyusul untuk ditulis di blog. Sepertinya akan dibuat terpisah dari list review film yang menjadi konten reguler tahunan saya biar nggak jadi kepanjangan, hehe. Tapi konten itu bisa lanjut nggak ya. Kan bioskop udah resmi tutup dan semua film ditunda penayangan sampai akhir tahun. Yah, yaudah pokoknya Ditunggu aja yaaa review filmnya..
✶ Private Karaoke
Sejak punya smart TV (maap sombong), saya memang download Spotify di TV, supaya baterai laptop atau hp nggak cepet habis pas mau dengerin lagu. Sebelum ada kejadian Corona, jujur saya juga udah sering ngerasa kesepian. Tinggal sendirian benar-benar hal yang baru dan masih butuh pembiasaan. Selama ini, dari mulai lahir sampai kira-kira 6 bulan yang lalu, saya selalu hidup dengan banyak orang di sekitar saya. Ketika malem hari sepulang kerja, atau pas bangun pagi, saya kerap merasa kesepian. Kalau saya lelah atau sedang overload pikiran, saya jadi sering nangis sendirian. Nah, mendengarkan musik sambil nyanyi kenceng-kenceng ternyata sangat membantu untuk meluapkan rasa sesak di dada. Berhubung saya juga sendirian di kamar, jadi nggak perlu pusing deh memikirkan kuping siapa yang akan berdarah mendengar suara saya. Cuek aja nyanyi kenceng walaupun nadanya keluar jauh dari jalurnya. Biasanya saya tuh setel lagu pas jam pulang kerja, sekitar jam 10an. Nah sejak masa pandemi, saya seringnya karokean di pagi hari, biar melek dan nggak kebawa hawa malas untuk berkegiatan, tapi kadang juga suka di sore hari kalau lagi gabut nggak ada kelas online.
Mungkin ada yang butuh referensi lagu yang enak buat nyanyi-nyanyi iseng, ni saya kasih deh top 10 lagu yang sering didengerin dari playlist Spotify selama sebulan terakhir ini:
1. Lady Gaga - Stupid Love
2. Surface - Sunday Best
3. Zico - Any Song
4. Hindia -Secukupnya
5. Public - Make You Mine
6. Justin Bieber - Yummy
7. The Weeknd - Blinding Lights
8. Dua Lipa - Don't Start Now
9. Tones and I - Dance Monkey
10. Finneas - Let's Fall in Love for the Night
✶ Sunbathing
Sejak self quarantine, saya jadi doyan berjemur. Sinar matahari bisa memberi banyak manfaat untuk tubuh. Imunitas kita bisa meningkat karena sinar matahari membawa vitamin D melalui UV B, yang baik untuk menangkal virus. Selain untuk imun, vitamin D juga bisa merangsang penyerapan kalsium dan fosfor lebih maksimal, jadi tulang-tulang kita bakalan makin kuat. Manfaat yang juga saya rasakan saat mulai rajin berjemur, saya jadi bisa tidur lebih cepet dan lebih pulas gitu di malam hari. Tapi nggak tau deh apa orang-orang juga merasakan manfaat yang sama.
Pendapat ahli sebenernya terbagi jadi dua kubu. Ada yang bilang waktu berjemur paling baik itu sebelum jam 10 pagi dan sebagian lagi bilang malah di atas jam 10. Little facts that I got from the internet, sebenernya mau jemuran jam berapapun ya sama aja, karena toh poinnya adalah terkena sinar matahari, TAPI yang penting untuk diperhatikan itu adalah UV index alias ukuran kekuatan radiasi sinar ultraviolet. Tingginya angka pada UV index bisa membawa resiko yang tinggi juga, seperti kerusakan mata dan kanker kulit. UV index ini berbeda di setiap jam. Semakin pagi, UV indexnya akan semakin rendah, jadi makin kecil resiko. Namun demikian, karena UV nya rendah jadi diperlukan waktu yang lebih lama jemurannya, supaya mendapat manfaat yang sama dengan saat berjemur agak siangan.
Satu hal lagi yang juga penting untuk diperhatikan yaitu sinar UV A. Kalau kita kelamaan kena UV A, kulit akan lebih cepet keriput dan timbul flek hitam. Berbeda dengan UV B, durasinya si sinar UV A ini ya sepanjang matahari bersinar, karena dia gelombang panjang. Jadi logikanya, kalau kita jemuran pagi, saat UV index rendah, perlu waktu lebih lama dan akan terpapar UV A lebih lama juga. Kalau berjemur di atas jam 10, UV index lebih tinggi sehingga resiko juga lebih tinggi, tapi kita nggak perlu lama-lama jemurannya jadi nggak terlalu lama juga kena UV A. Paham gak sampai di sini?
Nahhh, kalau saya sih milih jemurannya antara jam 10 sampai jam 11 siang dan waktunya 20 menit. Sepuluh menit pertama untuk bagian tubuh depan, lalu sepuluh menit sisanya untuk bagian tubuh belakang. Pakai celana pendek dan tanktop, rambut dikuncir kuda, supaya 60% persen bagian tubuh kena matahari. Pakai sunblock lima belas menit sebelum berjemur hanya pada daerah muka dan leher biar aman dari UV A. Jemurannya juga nggak tiap hari, hanya perlu tiga kali dalam seminggu, supaya proses penguraiannya di tubuh bisa maksimal.
✶ Nonton Instagram Live
Sejak diberlakukannya self quarantine, banyak artis dan selebgram yang sering live on air melalui Instagram. Some of them kontennya sampah sih, cuma jawab-jawabin fans sama ngomelin haters, tapi banyak juga yang ngasih konten berfaedah seperti tips, edukasi dan share pengalaman. Ada juga yang sekedar nge-live untuk sumbang suara merdu, menghibur para netizen. Salah satu artis yang suka banget saya tontonin itu Asmara Abigail.
Mungkin banyak yang nggak tau siapa Asmara karena kiprahnya di dunia hiburan Indonesia terbilang baru. Dia itu aktris yang juga penari dan model Indonesia. Film yang pernah dibintanginya antara lain adalah Perempuan Tanah Jahanam dan Gundala. Nah, yang menarik dari konten live-nya adalah dia setiap hari, ngajak teman-temannya di berbagai negara untuk live bareng dan ceritain situasi di negara masing-masing. Bagaimana regulasi lockdownnya, bagaimana kondisi masyarakatnya, apa pengalaman seru mereka terkait lockdown dan bagaimana perkembangan kasus Covid-19 di negara tersebut. Temennya si Asmara ini beneran banyak, dan nyebar-nyebar di berbagai negara. Kalau lagi nggak bahas tentang Corona, dia juga suka ajak temen-temennya live untuk ngajarin para netizen tentang bahasa asing. Very interesting.
Asmara sendiri saat ini lagi stuck di Italia, nggak bisa pulang ke Indonesia karena situasi lockdown ini. Dia juga sempet ceritain kekhawatirannya karena harus overstay dan gak bisa perpanjang visa. Takutnya hal ini mengakibatkan dia harus di blacklist padahal Asmara cukup sering mondar mandir Jakarta-Italia. Semoga di sana dia aman-aman deh ya, dan saat peraturan lockdown Italia udah dicabut, dia bisa balik ke Indonesia tanpa kendala.
Selain Asmara, ada juga Joko Anwar, Reza Rahadian, Andien dan beberapa seniman lain yang juga menyuguhkan konten lieve berkualitas. Coba deh kalian tongkrongin Instagramnya.
✶ HIIT Cardio
Bermula dari rasa penasaran yang timbul setelah nonton konten Instagram orang-orang. Mereka-mereka yang udah pada menggendut akibat kelamaan di rumah, pada mulai olahraga HIIT. Saya coba deh tuh intip di Youtube video-video tutorialnya. Rata-rata video HIIT hanya berdurasi 30 menit. Dalam hati saya berkata, "yah, cuma 30 menit doang olahraganya?" yang kemudian kalimat itu saya sesali pernah terbersit di dalam benak. Gerakan-gerakannya juga "terlihat" mudah untuk dilakukan. Orang-orang pada bilang HIIT Cardio bisa bikin keringetan banget dan banyak kalori terbakar. Lagi-lagi saya membatin, "Masa iya sih bisa keringetan banget hanya dengan gerakan yang simple-simple banget gini?" ((Waw, tinggi sekali perkataanmu, Olive)). Bermodalkan rasa pede yang besar itu, mulailah saya donwload beberapa videonya dan langsung semangat nyobain saat itu juga.
Hasilnyaa..... Napas saya langsung sisa setengah. Cuma 30 menit doang, tapi liat tuh gambar saya di atas, segimana gombyosnya keringet ngucur hanya dengan olahraga 30 menit. Itu juga itungannya 30 menit curang, karena saya istirahatnya sampai 10 menit. Nggak kuaaatt. Dari ujung akar rambut sampai ujung jempol kaki terasa panas. Bener-bener seperti ada kebakaran di dalam badan. On fireeee!
Kalau pengen cobain juga, bisa cek-cek di Youtube dengan keyword HIIT Cardio, atau bisa ke channel nya Emi Wong, SELF, atau POPSUGAR Fitnes. Selamat menyiksa diri !
✶ Bikin Podcast
I used to feel so shy about my voice. Karena saya nggak bisa nyanyi, saya kira suara saya kalau pas ngomong juga nggak enak buat didengar. Ternyata ada talenta lain dalam suara ini, walaupun bukan untuk melantunkan nada-nada. Alhamdulillah. Ya sebenernya ini proyek iseng-iseng doang sih. Berawal dari bikin puisi di blog, terus iseng ngerekam suara sendiri yang lagi bacain puisi itu, terus ngerasa, "eh bagus juga nih". Hahaha, narsis banget ya? Merasa terlalu narsis dan khawatir kalau ini hanya penilaian subjektif semata, saya mencoba memperdengarkannya ke beberapa orang secara random. Ternyata 9 dari 10 orang malah bilang suka banget dan nyuruh saya bikin IGTV. Gileee, kalau IGTV sih sori sori bos, gw nggak se-pede ituuu. Jadilah saya mulai kepoin cara bikin podcast. Setidaknya podcast kan nggak mengharuskan saya mikirin visualnya. Powernya di suara dan konten aja, jadi masih aman. Setelah otak-atik aplikasi recording dan belajar cara distribusi ke platform musik, akhirnya jaaaadiii dehhh podcast saya di Spotify. Baru dikit sih isinya. Masih dipikirin mau bahas apa kira-kira enaknya. Ada ide kah?
Untuk yang penasaran pengen denger, bisa ke aplikasi Spotify, search nama Podcast saya: Goldiestories, atau bisa search dari nama lengkap juga, Olivia Goldie Priscila, nanti muncul deh podcastnya. Kalau ada yang mau cobain juga bikin podcast, kalian bisa pakai aplikasi Anchor karena cara mengoperasikannya mudah bagi para pemula. Di aplikasi Anchor, kalian bisa record suara kalian, abis itu bisa diedit-edit juga pakai backsound atau sound transition. Dari situ, podcastnya bisa didistribusikan ke Spotify. Caranya tinggal buka Spotify for Podcaster dari website, login pakai email yang sama dengan email yang terdaftar di aplikasi Spotify kalian, lalu masukkan link RSS feed yang kalian dapat dari aplikasi Anchor. Voila! Podcast kalian langsung bisa beredaarrr deh di Spotify. Selamat mencoba.
Yahh kira-kira itulah kegiatan saya selama #dirumahaja sebulan belakangan ini. Semoga tulisan ini sedikit bisa memberi inspirasi bagi kalian yang udah mati gaya dan kehabisan ide mau ngapain lagi. Jangan patah semangatttt. Yakin dan percaya aja kalau pandemi Corona akan lekas berlalu. Jangan berhenti berdoa. Jaga kesehatan mental supaya imunitas nggak menurun. Peluk hangat dari jauh untuk kalian semua yaaa.. See you next time!
P.S: Jangan sungkan kalau mau kasih ide-ide kegiatan seru yang perlu saya cobain ya. Just drop it in the comment section below.
Yah, meski keadaan sedang begitu adanya, dan kondisi saya saat ini sudah mulai fed up dengan keadaan yang begitu adanya itu, saya nggak ingin tulisan ini menjadi bad influence untuk orang-orang yang udah konsisten #dirumahaja. Tindakan yang kita lakukan sudah benar kok, guys. Setidaknya ini hal yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri sendiri, sekaligus membantu negara kita melewati pandemi lebih cepat. Keep it going! Semangaattt.. Instead of complaining about our current situation, saya lebih baik berbagi cerita aja deh, tentang kegiatan saya selama karantina mandiri. Mungkin bukan kegiatan yang seru-seru gimana banget sih. Kurang lebihnya juga pasti nggak jauh beda dengan yang kalian lakukan juga. Ya daripada nggak ada yang diceritain, kan? So, tanpa perlu berlama-lama, let's jump right in.
✶ Teaching Online
Terpisah jarak bukan berarti jadi alasan murid-murid saya untuk tidak belajar. ((YAIYALAH CYIN...GW KAN BUTUH DUITT 😲📢)) Solusi yang bisa saya tawarkan kepada orang tua murid selama pandemik ini adalah mengajar secara online. Jadi saya akan tetap memberikan les sesuai jadwal biasanya, hanya saja interaksinya melalui video call di aplikasi Skype atau Zoom. Materi-materi soal saya berikan lewat Google Classroom atau ya bisa langsung di buka aja dari laptop, terus share screen sambil video call. Enaknya ngajar online tuh nggak harus mandi atau dandan dulu. Bisa ngajar tanpa harus pake BH pulaa yaa khaann, hahahaha! Pernah juga tuh saya ngajar, atasnya pakai kemeja, bawahnya pakai hotpants. Shantaaayy.
It is a fun experience tho. Fun untuk saya sebagai guru maupun para murid. Beberapa murid terlihat excited karena belajar menggunakan cara baru. Ada murid yang berasa kaya lagi Vlogging, sampai-sampai saya sering dipanggil "guys". Sayangnya, mulai bulan April ini, lebih dari setengah murid saya mengajukan cuti, jadinya saya hanya mengajar seminggu tiga kali. Padahal pas kemaren-kemaren pas masih produktif mengajar, dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam selama seminggu, masih sibuk cari bahan ngajar dan bikin soal-soal latihan, kegiatan #dirumahaja ini lumayan terasa berfaedah. Semoga para orang tua yang baik dan budiman segera mengontek kembali yaa. ((PAAAK BUUUU KALAU PADA GA LES, SAYA MAKAN APAAAH 😲📢))
![]() |
| Ini murid yang suka manggil saya "guys" semacam di video Youtube. |
![]() |
| Pernah kelupaan kalau ada kelas pagi. Murid saya udah standby, saya baru bangun. |
✶ Watching Movies
Bagi kalian yang selama ini kerjaannya cuma donlot film doang tapi nggak sempet-sempet ditonton. Kalian yang sudah bikin list film dan drama panjang-panjang tapi belum ada satupun yang dikelarin. Sekaranglah saatnya! Tebuslah janji kalian pada diri sendiri itu, selagi masih ada banyak waktu untuk dibuang-buang. Saya sejauh ini udah nonton 15 judul film dan menghabiskan 4 serial (Wow!). Sungguh rekor yang patut diapresiasi. Saya nonton biasanya dari platform Netflix, Viu, sempet dari Goplay juga pas lagi ada promo gratis nonton, dan ada yang dari website bajakan juga (nggak ada website langganan, hanya search judul di Google dan buka link yang bisa aja). Kalau udah mulai bosen, saya juga nonton video-video dari Youtube untuk selingan. Referensi film dan serial akan segera menyusul untuk ditulis di blog. Sepertinya akan dibuat terpisah dari list review film yang menjadi konten reguler tahunan saya biar nggak jadi kepanjangan, hehe. Tapi konten itu bisa lanjut nggak ya. Kan bioskop udah resmi tutup dan semua film ditunda penayangan sampai akhir tahun. Yah, yaudah pokoknya Ditunggu aja yaaa review filmnya..
✶ Private Karaoke
Sejak punya smart TV (maap sombong), saya memang download Spotify di TV, supaya baterai laptop atau hp nggak cepet habis pas mau dengerin lagu. Sebelum ada kejadian Corona, jujur saya juga udah sering ngerasa kesepian. Tinggal sendirian benar-benar hal yang baru dan masih butuh pembiasaan. Selama ini, dari mulai lahir sampai kira-kira 6 bulan yang lalu, saya selalu hidup dengan banyak orang di sekitar saya. Ketika malem hari sepulang kerja, atau pas bangun pagi, saya kerap merasa kesepian. Kalau saya lelah atau sedang overload pikiran, saya jadi sering nangis sendirian. Nah, mendengarkan musik sambil nyanyi kenceng-kenceng ternyata sangat membantu untuk meluapkan rasa sesak di dada. Berhubung saya juga sendirian di kamar, jadi nggak perlu pusing deh memikirkan kuping siapa yang akan berdarah mendengar suara saya. Cuek aja nyanyi kenceng walaupun nadanya keluar jauh dari jalurnya. Biasanya saya tuh setel lagu pas jam pulang kerja, sekitar jam 10an. Nah sejak masa pandemi, saya seringnya karokean di pagi hari, biar melek dan nggak kebawa hawa malas untuk berkegiatan, tapi kadang juga suka di sore hari kalau lagi gabut nggak ada kelas online.
Mungkin ada yang butuh referensi lagu yang enak buat nyanyi-nyanyi iseng, ni saya kasih deh top 10 lagu yang sering didengerin dari playlist Spotify selama sebulan terakhir ini:
1. Lady Gaga - Stupid Love
2. Surface - Sunday Best
3. Zico - Any Song
4. Hindia -Secukupnya
5. Public - Make You Mine
6. Justin Bieber - Yummy
7. The Weeknd - Blinding Lights
8. Dua Lipa - Don't Start Now
9. Tones and I - Dance Monkey
10. Finneas - Let's Fall in Love for the Night
✶ Sunbathing
Sejak self quarantine, saya jadi doyan berjemur. Sinar matahari bisa memberi banyak manfaat untuk tubuh. Imunitas kita bisa meningkat karena sinar matahari membawa vitamin D melalui UV B, yang baik untuk menangkal virus. Selain untuk imun, vitamin D juga bisa merangsang penyerapan kalsium dan fosfor lebih maksimal, jadi tulang-tulang kita bakalan makin kuat. Manfaat yang juga saya rasakan saat mulai rajin berjemur, saya jadi bisa tidur lebih cepet dan lebih pulas gitu di malam hari. Tapi nggak tau deh apa orang-orang juga merasakan manfaat yang sama.
Pendapat ahli sebenernya terbagi jadi dua kubu. Ada yang bilang waktu berjemur paling baik itu sebelum jam 10 pagi dan sebagian lagi bilang malah di atas jam 10. Little facts that I got from the internet, sebenernya mau jemuran jam berapapun ya sama aja, karena toh poinnya adalah terkena sinar matahari, TAPI yang penting untuk diperhatikan itu adalah UV index alias ukuran kekuatan radiasi sinar ultraviolet. Tingginya angka pada UV index bisa membawa resiko yang tinggi juga, seperti kerusakan mata dan kanker kulit. UV index ini berbeda di setiap jam. Semakin pagi, UV indexnya akan semakin rendah, jadi makin kecil resiko. Namun demikian, karena UV nya rendah jadi diperlukan waktu yang lebih lama jemurannya, supaya mendapat manfaat yang sama dengan saat berjemur agak siangan.
![]() |
| Contoh UV Index di Jakarta. Sumber: Detik.com |
Satu hal lagi yang juga penting untuk diperhatikan yaitu sinar UV A. Kalau kita kelamaan kena UV A, kulit akan lebih cepet keriput dan timbul flek hitam. Berbeda dengan UV B, durasinya si sinar UV A ini ya sepanjang matahari bersinar, karena dia gelombang panjang. Jadi logikanya, kalau kita jemuran pagi, saat UV index rendah, perlu waktu lebih lama dan akan terpapar UV A lebih lama juga. Kalau berjemur di atas jam 10, UV index lebih tinggi sehingga resiko juga lebih tinggi, tapi kita nggak perlu lama-lama jemurannya jadi nggak terlalu lama juga kena UV A. Paham gak sampai di sini?
Nahhh, kalau saya sih milih jemurannya antara jam 10 sampai jam 11 siang dan waktunya 20 menit. Sepuluh menit pertama untuk bagian tubuh depan, lalu sepuluh menit sisanya untuk bagian tubuh belakang. Pakai celana pendek dan tanktop, rambut dikuncir kuda, supaya 60% persen bagian tubuh kena matahari. Pakai sunblock lima belas menit sebelum berjemur hanya pada daerah muka dan leher biar aman dari UV A. Jemurannya juga nggak tiap hari, hanya perlu tiga kali dalam seminggu, supaya proses penguraiannya di tubuh bisa maksimal.
✶ Nonton Instagram Live
Sejak diberlakukannya self quarantine, banyak artis dan selebgram yang sering live on air melalui Instagram. Some of them kontennya sampah sih, cuma jawab-jawabin fans sama ngomelin haters, tapi banyak juga yang ngasih konten berfaedah seperti tips, edukasi dan share pengalaman. Ada juga yang sekedar nge-live untuk sumbang suara merdu, menghibur para netizen. Salah satu artis yang suka banget saya tontonin itu Asmara Abigail.
![]() |
| Asmara live bersama salah satu temannya yang jago bahasa Indonesia |
Mungkin banyak yang nggak tau siapa Asmara karena kiprahnya di dunia hiburan Indonesia terbilang baru. Dia itu aktris yang juga penari dan model Indonesia. Film yang pernah dibintanginya antara lain adalah Perempuan Tanah Jahanam dan Gundala. Nah, yang menarik dari konten live-nya adalah dia setiap hari, ngajak teman-temannya di berbagai negara untuk live bareng dan ceritain situasi di negara masing-masing. Bagaimana regulasi lockdownnya, bagaimana kondisi masyarakatnya, apa pengalaman seru mereka terkait lockdown dan bagaimana perkembangan kasus Covid-19 di negara tersebut. Temennya si Asmara ini beneran banyak, dan nyebar-nyebar di berbagai negara. Kalau lagi nggak bahas tentang Corona, dia juga suka ajak temen-temennya live untuk ngajarin para netizen tentang bahasa asing. Very interesting.
Asmara sendiri saat ini lagi stuck di Italia, nggak bisa pulang ke Indonesia karena situasi lockdown ini. Dia juga sempet ceritain kekhawatirannya karena harus overstay dan gak bisa perpanjang visa. Takutnya hal ini mengakibatkan dia harus di blacklist padahal Asmara cukup sering mondar mandir Jakarta-Italia. Semoga di sana dia aman-aman deh ya, dan saat peraturan lockdown Italia udah dicabut, dia bisa balik ke Indonesia tanpa kendala.
Selain Asmara, ada juga Joko Anwar, Reza Rahadian, Andien dan beberapa seniman lain yang juga menyuguhkan konten lieve berkualitas. Coba deh kalian tongkrongin Instagramnya.
✶ HIIT Cardio
Bermula dari rasa penasaran yang timbul setelah nonton konten Instagram orang-orang. Mereka-mereka yang udah pada menggendut akibat kelamaan di rumah, pada mulai olahraga HIIT. Saya coba deh tuh intip di Youtube video-video tutorialnya. Rata-rata video HIIT hanya berdurasi 30 menit. Dalam hati saya berkata, "yah, cuma 30 menit doang olahraganya?" yang kemudian kalimat itu saya sesali pernah terbersit di dalam benak. Gerakan-gerakannya juga "terlihat" mudah untuk dilakukan. Orang-orang pada bilang HIIT Cardio bisa bikin keringetan banget dan banyak kalori terbakar. Lagi-lagi saya membatin, "Masa iya sih bisa keringetan banget hanya dengan gerakan yang simple-simple banget gini?" ((Waw, tinggi sekali perkataanmu, Olive)). Bermodalkan rasa pede yang besar itu, mulailah saya donwload beberapa videonya dan langsung semangat nyobain saat itu juga.
![]() |
| Setengah jam aja udah keringetan sampai se-gombyos ini. |
Hasilnyaa..... Napas saya langsung sisa setengah. Cuma 30 menit doang, tapi liat tuh gambar saya di atas, segimana gombyosnya keringet ngucur hanya dengan olahraga 30 menit. Itu juga itungannya 30 menit curang, karena saya istirahatnya sampai 10 menit. Nggak kuaaatt. Dari ujung akar rambut sampai ujung jempol kaki terasa panas. Bener-bener seperti ada kebakaran di dalam badan. On fireeee!
Kalau pengen cobain juga, bisa cek-cek di Youtube dengan keyword HIIT Cardio, atau bisa ke channel nya Emi Wong, SELF, atau POPSUGAR Fitnes. Selamat menyiksa diri !
✶ Bikin Podcast
I used to feel so shy about my voice. Karena saya nggak bisa nyanyi, saya kira suara saya kalau pas ngomong juga nggak enak buat didengar. Ternyata ada talenta lain dalam suara ini, walaupun bukan untuk melantunkan nada-nada. Alhamdulillah. Ya sebenernya ini proyek iseng-iseng doang sih. Berawal dari bikin puisi di blog, terus iseng ngerekam suara sendiri yang lagi bacain puisi itu, terus ngerasa, "eh bagus juga nih". Hahaha, narsis banget ya? Merasa terlalu narsis dan khawatir kalau ini hanya penilaian subjektif semata, saya mencoba memperdengarkannya ke beberapa orang secara random. Ternyata 9 dari 10 orang malah bilang suka banget dan nyuruh saya bikin IGTV. Gileee, kalau IGTV sih sori sori bos, gw nggak se-pede ituuu. Jadilah saya mulai kepoin cara bikin podcast. Setidaknya podcast kan nggak mengharuskan saya mikirin visualnya. Powernya di suara dan konten aja, jadi masih aman. Setelah otak-atik aplikasi recording dan belajar cara distribusi ke platform musik, akhirnya jaaaadiii dehhh podcast saya di Spotify. Baru dikit sih isinya. Masih dipikirin mau bahas apa kira-kira enaknya. Ada ide kah?
![]() |
| Podcast saya di Spotify. Selamat menikmati 😄 |
Yahh kira-kira itulah kegiatan saya selama #dirumahaja sebulan belakangan ini. Semoga tulisan ini sedikit bisa memberi inspirasi bagi kalian yang udah mati gaya dan kehabisan ide mau ngapain lagi. Jangan patah semangatttt. Yakin dan percaya aja kalau pandemi Corona akan lekas berlalu. Jangan berhenti berdoa. Jaga kesehatan mental supaya imunitas nggak menurun. Peluk hangat dari jauh untuk kalian semua yaaa.. See you next time!
P.S: Jangan sungkan kalau mau kasih ide-ide kegiatan seru yang perlu saya cobain ya. Just drop it in the comment section below.







No comments:
Post a Comment