Virus Corona belum juga pergi dari tanah ibu pertiwi. Masih betah kayanya dia, tinggal di negara yang kaya akan keberagaman ini. Untuk manusia-manusia yang masih juga belum tau apa itu Corona (padahal beritanya udah segitu seliwerannya di mana-mana).... Coba baca dulu tulisan iseng saya denngan cara (klik di sini). As we all know, pada tanggal 16 Maret lalu, pemerintah menghimbau dengan keras perihal social distancing kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kita harus diem aja di rumah (bagi orang-orang yang mampu dan bisa memilih untuk melakukannya) selama 14 hari. Jangan kelayaban, jangan pergi-pergi kecuali untuk urusan yang mendesaaaak banget. Seluruh sekolah diliburkan selama dua minggu. Kantor-kantor juga memberlakukan sistem work from home, atau ada juga perusahaan yang kebijakannya menjadwalkan karyawan masuk bergiliran. Umat Kristiani melakukan ibadah secara online dan umat Muslim tidak lagi menjalankan solat Jumat atau solat berjamaah di Mesjid. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan penularan virus.
Nahh.. Update terbarunya nih... Sekarang himbauan 14 hari itu diperpanjangggg sampai waktu yang tidak ditentukan. Situasinya belum juga kondusif untuk beraktivitas seperti semula. Dalam postingan saya sebelumnya, tertulis bahwa jumlah kasus Corona di Indonesia ada 579, jumlah korban jiwa ada 49 orang dan yang berhasil sembuh ada 30 orang. Itu data 23 Maret 2020 ya. Sekarang jangan kaget nih, mau saya kasih tau.. Data terkini yang saya dapat dari website Worldmeter.info, udah ada 1790 kasus Corona di Indonesia, dengan jumlah korban jiwa 170 orang, sementara pasien yang berhasil sembuh saat ini ada 112 orang. Signifikan banget kan peningkatannya? Status ibukota sendiri sudah masuk ke tahap darurat karena nyaris setengah dari kasus yang saya bilang tadi itu, adanya di Jakarta. ((backsound dramatis ala sinetron))
![]() |
| Sumber : Inews.id |
Sementara ini, sekolah-sekolah memperpanjang libur hingga 19 April. Beberapa sekolah swasta dan internasional malah langsung tancap libur sampai habis lebaran. Semua mall memperpendek jam operasionalnya, bahkan ada juga yang sampai tutup total. Pasar tradisional juga banyak yang ditutup untuk mengurangi aktivitas keramaian. Ratusan hotel memilih tutup karena sepi. Bioskop di Indonesia (dan seluruh dunia juga sih) ditutup sampai situasi kembali aman. Restoran-restoran tidak lagi menerima pelanggan yang mau makan di tempat. Warga negara asing sudah tidak lagi diperbolehkan datang ke Indonesia. Para perantau yang berdomisili di Jakarta, sudah dilarang untuk pulang kampung, agar tidak memperbesar potensi virus menyebar ke wilayah-wilayah lain. Apalagi di kampung kan tenaga medisnya masih belum memadai. Lokasi Ka'bah di Mekkah ditutup dan kegiatan umroh maupun haji tahun ini ditiadakan. Pertandingan-pertandingan olahraga libur dulu sampai situasi membaik.
Perekonomian saat ini mulai carut marut dan gonjang ganjing. Masyarakat menengah ke bawah sih terbantu. Ada berbagai macam program pemerintah yang akan dilaksanakan. Mulai dari gratis listrik, bantuan sembako sampai keringanan cicilan bagi pekerja dengan upah harian. Gerakan penggalangan dana di sana sini juga udah ramai dibuat. Masyarakat menengah ke atas? Santaai laaahh. Orang maaaampu. Aman sentosa mereka pasti, meski ada wabah virus topan badai juga anteng aja karena duit lancar. Kami-kami para menengah yang emang beneran di tengah ini yang amsyong. Duit sekarat, bantuan ga dapet. Mikir keras sampe otak anget, gimana caranya tetap bertahan idup di situasi yang lagi susah banget.
Saya pribadi sih, sejak sekolah diliburkan masih tetep aktif ngajar les secara online. Begitu masuk bulan April... Sebagian besar murid memilih untuk libur les dengan berbagai macam alasan. Singkat cerita, bulan ini saya bangkrut parah. Abis-abisan dan gila-gilaan. Murid yang masuk hanya seperempat dari total murid yang saya punya. Saya udah lemes aja, nggak sanggup bayangin gimana cicilan dan tagihan kartu kredit bisa kebayar dengan situasi yang seperti sekarang. Never in my life would I imagine kalau bisnis pendidikan bisa sampai sekocar kacir ini. Padahal saya selalu pede kalau bidang pendidikan nggak akan pernah goyah. Mau sampai kapanpun, selama ada anak yang dibrojolin ke dunia, maka selama itu pula pendidikan akan selalu dibutuhkan. Ternyata hal ini bisa juga terjadi. Saya sih mencoba memahami, mungkin ini adalah keputusan yang berat juga bagi orang tua murid. Resiko dari memberhentikan sementara les ini adalah mereka jadi harus ngajarin sendiri anak-anaknya. Harus belajar sabar, belajar menahan emosi, dan harus mau ikutan rempong. Namun, nggak bisa juga dipungkiri, kalau situasi lagi kaya begini, pasti harus ada hal-hal yang dikorbankan sebagai upaya penghematan. Kita kan nggak tau kapan situasi pandemik ini akan berakhir.
Udahlah, cukup bahas yang serem-seremnya. Sekarang coba kita bahas sisi baik dari situasi yang ada sekarang. Looking at the bright side. Tuhan itu Maha Adil. Nggak mungkin ada musibah kalau tidak sekaligus dititipkan hikmah. Nih coba liat beberapa contohnya :
1. UN 2020 Ditiadakan
Awalnya, rencana penghapusan UN itu emang akan diberlakukan, tapi masih nanti, pas mulai tahun ajaran 2020-2021. Walaupun mungkin kurang tepat, tapi bisa dibilang, angkatan sekarang ini beruntung sih. Dengan adanya situasi pandemi yang tak kunjung membaik, menteri pendidikan Indonesia akhirnya resmi memutuskan Ujian Nasional tahun ini DIHAPUSKAN. ((backsound sorak sorai bergembira sayup-sayup terdengar)). Penentuan kelulusan siswa nantinya akan mengacu pada nilai rapot dan hasil nilai USBN. Yeaay! Selamat ya angkatan Corona. Kalian terselamatkan, meski jatohnya sekarang kalian lulus karena keadaan, bukan karena kemampuan. Rapopo lah yo, seng penting lulus.
Awalnya, rencana penghapusan UN itu emang akan diberlakukan, tapi masih nanti, pas mulai tahun ajaran 2020-2021. Walaupun mungkin kurang tepat, tapi bisa dibilang, angkatan sekarang ini beruntung sih. Dengan adanya situasi pandemi yang tak kunjung membaik, menteri pendidikan Indonesia akhirnya resmi memutuskan Ujian Nasional tahun ini DIHAPUSKAN. ((backsound sorak sorai bergembira sayup-sayup terdengar)). Penentuan kelulusan siswa nantinya akan mengacu pada nilai rapot dan hasil nilai USBN. Yeaay! Selamat ya angkatan Corona. Kalian terselamatkan, meski jatohnya sekarang kalian lulus karena keadaan, bukan karena kemampuan. Rapopo lah yo, seng penting lulus.
2. The World is Healing
Sejak diberlakukannya karantina mandiri oleh sebagian besar penduduk dunia, perlahan bumi memulihkan diri. Hal yang paling signifikan terasa adalah jumlah polusi tentunya menjadi lebih sedikit. Penelitian di New York membuktikan bahwa karbonmonoksida dari mobil berkurang sebanyak 50 persen dibandingkan tahun lalu. Penelitian lain yang dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Colorado Boulder menemukan fakta bahwa lubang pada lapisan ozon mengalami penyusutan karena berkurangnya aktivitas manusia yang dapat memproduksi zat CFC. Tentunya hal ini akan sangat memberi pengaruh kepada perubahan aliran udara, suhu dan curah hujan di dunia. Seminggu terakhir langit tampak begitu indah dan bersih. Udara tetap sejuk sepoi-sepoi, meski matahari bersinar cerah. Nggak sepanas biasanya yang kaya neraka bocor. Udara pagi terasa sangat segar. Ketika hujan, aroma tanah basah tidak lagi terkontaminasi bau debu.
Kota-kota di dunia yang kerap disebut kota yang tidak pernah tidur, kini tampak sepi dan beristirahat. Sebut saja Las Vegas, New York, Mumbai, Seoul, Madrid, Paris. Semua terlihat hening pasca virus Corona mewabah. Dunia benar-benar sedang istirahat dan memulihkan diri.
3. Jadi Ngerti Bersih
Karena sebegitu menakutkannya si virus Covid-19 ini, seluruh warga dunia akhirnya jadi belajar dengan sungguh-sungguh perihal cara menjaga kebersihan. Mulai dari cuci tangan yang baik dan benar, pakai rumus lagu Happy Birthday to You dengan 7 langkah sakti ituloh. Pokoknya setiap abis pegang benda-benda yang nggak jelas kebersihannya, langsung pada cuci tangan. Kalaupun tidak memungkinkan cuci tangan pakai sabun, orang-orang sekarang siap sedia hand sanitizer di tas masing-masing, supaya tetap bisa membersihkan tangan di situasi darurat.
Jika terpaksa harus keluar rumah, pas pulang tuh sekarang orang-orang udah sadar diri. Langsung cuci tangan bersih-bersih, semprot barang-barang pakai disinfektan, baju langsung masuk keranjang pakaian kotor (nggak ada lagi yang digantung dan berniat dipakai besok karena alasan "masih bersih"), bergegas mandi pakai sabun antiseptik plus keramas juga. Udah pada pinter sekarang orang-orang. Mandinya nggak pakai entar-entar. Nggak ada lagi cerita selonjoran dulu sepulang bepergian, apalagi sampai tidur-tiduran di kasur pakai baju yang belum diganti. Emak-emak jaman sekarang udah nggak perlu lagi sampai tarik urat teriakin anaknya buat disuruh mandi. Inisiatif udah tinggi sekarang. Pada takut mati kali yaa..?
4. Banyak Waktu untuk Bersyukur
Situasi yang begitu memprihatinkan bagi sebagian warga dan sebagian wilayah, secara langsung maupun tidak langsung membuat manusia lebih bersyukur. Ketika kita setahun terakhir mungkin terlalu gencar bekerja, sampai jarang tidur dan jarang istirahat, sekarang kita harus bersyukur karena punya lebih banyak waktu santai yang bisa dinikmati. Ketika melihat banyak karyawan yang harus dirumahkan karena perusahaan nggak mampu bertahan menerjang aral, kita bersyukur masih dapat pemasukan. Ketika melihat banyak orang yang masih harus bekerja di luar, meski dalam hati sesungguhnya gentar, kita bersyukur masih punya pilihan untuk bekerja dari rumah dan merasa aman. Ketika melihat orang lain yang harus terpisah dengan anggota keluarga karena saling menjaga kesehatan, kita yang masih tinggal dengan orang tua, seharusnya bersyukur. Himbauan stay at home ini, membuat kita jadi punya banyak waktu dan momen untuk lebih dekat dengan keluarga. Masih banyak lagi hal-hal lainnya yang patut kita syukuri. Hal-hal yang dulu suka nggak masuk itungan, yang kerap disepelekan dan belum sempat diapresiasi. Rasa syukur juga dapat membentuk manusia agar menjadi pribadi yang lebih tenang dan positif thinking.
5. Bayar Utang Movie Marathon
Hayooo pecinta film dan serial, mana suaranyaaa?? Yang selama ini baru sempet donlot doang tapi belum ada waktu nonton. Buat yang udah bikin list judul-judul film dan serial untuk ditonton tapi belum punya waktu. Sekaranglah saatnya!! Centang semua list ituh. Sikat habis semua antrian film ituh. Hari-hari karantina masih panjangggg. So far saya sudah menyelesaikan 3 drama Korea dan nonton 10 judul film. Netflix dan Viu emang penyelamat banget sih. Minggu lalu juga aplikasi nonton Goplay menggratiskan diri selama 5 hari. Film Indonesianya bagus-bagus di sana. Setelah ini saya akan bikin tulisan tentang daftar film dan serial yang saya berhasil tuntaskan selama masa pandemi ya. Nantikan di layar maya kesayangan anda!
6. Bebas Bermalas-malas
Para pemalas yang gemar rebahan dan selonjoran bagai hewan-hewan avertebrata, sekarang kalian bisa melakukan kegiatan favorit kalian itu tanpa rasa berdosa. Selonjoran dan rebahan saat ini merupakan tindakan heroik yang mampu menyelamatkan dunia! Mau seharian di kasur sambil main hp? Boleeh.. Seharian nyenderan aja sambil browsing-browsing atau nge-game? Silahkaann.. Kapan lagi kan bisa kaya gini? Tenang dan damai, tidak ada gangguan atau cemoohan lingkungan.
Baiklah, sekian dulu curhat singkat, jelas namun tidak padat dari saya yang sudah hari ke-18 karantina mandiri. Semoga kita semua tetap bisa menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental. Bisa mengontrol tingkat kewarasan dan mengontrol alur pengeluaran duit di situasi yang entah kapan membaiknya ini. Semoga keadaan lekas membaik dan dunia bisa tersenyum kembali. Semangat ya! This too shall pass.
Sejak diberlakukannya karantina mandiri oleh sebagian besar penduduk dunia, perlahan bumi memulihkan diri. Hal yang paling signifikan terasa adalah jumlah polusi tentunya menjadi lebih sedikit. Penelitian di New York membuktikan bahwa karbonmonoksida dari mobil berkurang sebanyak 50 persen dibandingkan tahun lalu. Penelitian lain yang dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Colorado Boulder menemukan fakta bahwa lubang pada lapisan ozon mengalami penyusutan karena berkurangnya aktivitas manusia yang dapat memproduksi zat CFC. Tentunya hal ini akan sangat memberi pengaruh kepada perubahan aliran udara, suhu dan curah hujan di dunia. Seminggu terakhir langit tampak begitu indah dan bersih. Udara tetap sejuk sepoi-sepoi, meski matahari bersinar cerah. Nggak sepanas biasanya yang kaya neraka bocor. Udara pagi terasa sangat segar. Ketika hujan, aroma tanah basah tidak lagi terkontaminasi bau debu.
![]() |
| Langit biru, awan putih. Dokumentasi Pribadi |
Kota-kota di dunia yang kerap disebut kota yang tidak pernah tidur, kini tampak sepi dan beristirahat. Sebut saja Las Vegas, New York, Mumbai, Seoul, Madrid, Paris. Semua terlihat hening pasca virus Corona mewabah. Dunia benar-benar sedang istirahat dan memulihkan diri.
![]() |
| Paris and India, now and then. Sumber: Telegraph.uk |
![]() |
| New York during quarantine days. Sumber: CNN.com |
3. Jadi Ngerti Bersih
Karena sebegitu menakutkannya si virus Covid-19 ini, seluruh warga dunia akhirnya jadi belajar dengan sungguh-sungguh perihal cara menjaga kebersihan. Mulai dari cuci tangan yang baik dan benar, pakai rumus lagu Happy Birthday to You dengan 7 langkah sakti ituloh. Pokoknya setiap abis pegang benda-benda yang nggak jelas kebersihannya, langsung pada cuci tangan. Kalaupun tidak memungkinkan cuci tangan pakai sabun, orang-orang sekarang siap sedia hand sanitizer di tas masing-masing, supaya tetap bisa membersihkan tangan di situasi darurat.
![]() |
| Ini langkahnya 9 karena sama bilas sabun dan keringin tangan, wkwk! Sumber: Mainmain.id |
Jika terpaksa harus keluar rumah, pas pulang tuh sekarang orang-orang udah sadar diri. Langsung cuci tangan bersih-bersih, semprot barang-barang pakai disinfektan, baju langsung masuk keranjang pakaian kotor (nggak ada lagi yang digantung dan berniat dipakai besok karena alasan "masih bersih"), bergegas mandi pakai sabun antiseptik plus keramas juga. Udah pada pinter sekarang orang-orang. Mandinya nggak pakai entar-entar. Nggak ada lagi cerita selonjoran dulu sepulang bepergian, apalagi sampai tidur-tiduran di kasur pakai baju yang belum diganti. Emak-emak jaman sekarang udah nggak perlu lagi sampai tarik urat teriakin anaknya buat disuruh mandi. Inisiatif udah tinggi sekarang. Pada takut mati kali yaa..?
4. Banyak Waktu untuk Bersyukur
Situasi yang begitu memprihatinkan bagi sebagian warga dan sebagian wilayah, secara langsung maupun tidak langsung membuat manusia lebih bersyukur. Ketika kita setahun terakhir mungkin terlalu gencar bekerja, sampai jarang tidur dan jarang istirahat, sekarang kita harus bersyukur karena punya lebih banyak waktu santai yang bisa dinikmati. Ketika melihat banyak karyawan yang harus dirumahkan karena perusahaan nggak mampu bertahan menerjang aral, kita bersyukur masih dapat pemasukan. Ketika melihat banyak orang yang masih harus bekerja di luar, meski dalam hati sesungguhnya gentar, kita bersyukur masih punya pilihan untuk bekerja dari rumah dan merasa aman. Ketika melihat orang lain yang harus terpisah dengan anggota keluarga karena saling menjaga kesehatan, kita yang masih tinggal dengan orang tua, seharusnya bersyukur. Himbauan stay at home ini, membuat kita jadi punya banyak waktu dan momen untuk lebih dekat dengan keluarga. Masih banyak lagi hal-hal lainnya yang patut kita syukuri. Hal-hal yang dulu suka nggak masuk itungan, yang kerap disepelekan dan belum sempat diapresiasi. Rasa syukur juga dapat membentuk manusia agar menjadi pribadi yang lebih tenang dan positif thinking.
5. Bayar Utang Movie Marathon
Hayooo pecinta film dan serial, mana suaranyaaa?? Yang selama ini baru sempet donlot doang tapi belum ada waktu nonton. Buat yang udah bikin list judul-judul film dan serial untuk ditonton tapi belum punya waktu. Sekaranglah saatnya!! Centang semua list ituh. Sikat habis semua antrian film ituh. Hari-hari karantina masih panjangggg. So far saya sudah menyelesaikan 3 drama Korea dan nonton 10 judul film. Netflix dan Viu emang penyelamat banget sih. Minggu lalu juga aplikasi nonton Goplay menggratiskan diri selama 5 hari. Film Indonesianya bagus-bagus di sana. Setelah ini saya akan bikin tulisan tentang daftar film dan serial yang saya berhasil tuntaskan selama masa pandemi ya. Nantikan di layar maya kesayangan anda!
6. Bebas Bermalas-malas
Para pemalas yang gemar rebahan dan selonjoran bagai hewan-hewan avertebrata, sekarang kalian bisa melakukan kegiatan favorit kalian itu tanpa rasa berdosa. Selonjoran dan rebahan saat ini merupakan tindakan heroik yang mampu menyelamatkan dunia! Mau seharian di kasur sambil main hp? Boleeh.. Seharian nyenderan aja sambil browsing-browsing atau nge-game? Silahkaann.. Kapan lagi kan bisa kaya gini? Tenang dan damai, tidak ada gangguan atau cemoohan lingkungan.
![]() |
| Sumber: 9gag.com |
Baiklah, sekian dulu curhat singkat, jelas namun tidak padat dari saya yang sudah hari ke-18 karantina mandiri. Semoga kita semua tetap bisa menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental. Bisa mengontrol tingkat kewarasan dan mengontrol alur pengeluaran duit di situasi yang entah kapan membaiknya ini. Semoga keadaan lekas membaik dan dunia bisa tersenyum kembali. Semangat ya! This too shall pass.






No comments:
Post a Comment