Hai para penjelajah di dunia maya yang lagi kangen jalan-jalan di dunia nyata. Sabarrr.. Doain aja tuh si pandemi covid lekas berlalu. Saya juga udah nggak sabar kepengen makan Sushi Tei dan nonton di bioskop.
Barusan saya abis menjelajah dunia maya karena belum bisa tidur. Terus karena ada bacaan menarik yang saya temukan, jadinya kepikiran untuk bikin tulisan ini deh. Dari judulnya, kesannya tulisan ini bakalan jadi tulisan serius banget, gitu ya? Padahal mah enggak atuh. Cuma ngalor ngidulan aja ini, seperti biasanya. Sebuah postingan di Instagram berhasil membuat saya tertegun malam ini. "Oh, ternyata memang wajar ya kalau perempuan itu nggak bisa jadi satu paket lengkap?", ujar saya dalam hati. Tulisan yang saya baca itu dibuat oleh Shezy Idris, namun saya ragu kalau ia adalah penulis originalnya. Sampai saya tau siapa penulis aslinya, sementara saya tulis sumbernya dari Shezy Idris dulu deh. Maksud hati sih saya ingin mengabadikan tulisan tersebut di blog saya. Siapa tau di suatu hari nanti bisa jadi referensi para lelaki sebelum memilih wanita agar kelak tidak menyesal dan mengeluh.
Tentunya kita sadar ya bahwa manusia itu makhluk yang tidak sempurna. Ada kelebihan ada kekurangan. Nah, kadang para lelaki itu tuh suka berharap punya pasangan yang satu paket lengkap. Cantik, lemah lembut, perhatian, pintar masak, pintar didik anak dan menjaga kebersihan rumah, bisa cari uang, nggak manja, dan sederetan kriteria lainnya, dalam 1 orang wanita. Padahal kalau mau dituntut balik, nggak akan mungkin ada 1 orang pria yang bisa menyanggupi untuk menjadi satu paket lengkap yang berisi tampan dan berpostur atletis, punya tabungan unlimited, setia, pintar, menyayangi istri, cekatan ketika diminta memperbaiki kerusakan-kerusakan di rumah semacam genteng bocor atau gas di dapur selangnya kendor, tidak pelit, tidak merokok, dan seterusnya. Ngarepnya jangan suka ketinggian boss.. Nih coba baca tulisan berikut ini:
Tidak Ada Tebu yang Kedua Kepalanya Manis
Kalau kamu memilih bersama wanita yang bekerja, kamu perlu menerima dia tidak bisa di rumah untuk membersihkan rumah.
Kalau kamu memilih bersama ibu rumah tangga, yang menjaga dan merawat rumah, kamu perlu menerima dia tidak menghasilkan uang.
Kalau kamu memilih bersama wanita penurut, kamu harus menerima kalau dia bergantung padamu dan tidak mandiri.
Kalau kamu memilih bersama wanita hebat, kamu juga harus menerima kalau dia itu keras dan tidak terkalahkan.
Kalau kamu memilih bersama wanita cantik, kamu harus menerima kalau pengeluarannya juga banyak.
Kalau kamu memilih bersama wanita pemberani, kamu harus menerima kalau dia keras kepala dan punya pemikiran sendiri.
P.S : Istri itu baik buruknya tergantung suami. Cantik, bila suami memberinya hak untuk merias diri. Akhlak baik, bila suami mengajarkan budi pekerti. Pintar, bila si suami mengajarkan ilmu yang baik. Sholeha, bila suami membimbing ke agama yang baik.
Tidak dipungkiri memang ada wanita-wanita yang diberi talenta lebih. Misalnya ibu rumah tangga yang tetap berpenghasilan, atau wanita karir yang juga pandai memasak dan membersihkan rumah. Beruntunglah para lelaki yang bisa mendapatkan wanita seperti itu, tapi jangan jadikan tolak ukur kalau semua wanita akan bisa seperti itu, atau bisa "dituntut" untuk menjadi seperti itu. Penting untuk kalian, para lelaki, sadari bahwa wanita hidup dengan perjuangan dan value nya masing-masing.
Mengapa wanita yang hebat itu keras dan tidak terkalahkan? Pasti realita pernah begitu kejam padanya sampai ia terjatuh, kemudian ia bangkit dan memperkokoh diri agar dunia tak lagi menjatuhkannya. Mengapa wanita penurut tidak bisa mandiri? Karena ia selalu melihat lelaki sebagai pemimpin dan penuntunnya. Mengapa wanita karir tidak bisa mengurus rumah? Karena sebagian besar waktunya ia habiskan untuk belajar, berjuang dan mengumpulkan pengalaman kerja agar bisa meraih kesuksesan. Kalau wanita itu punya uang yang cukup, apa salahnya mengeluarkan biaya lebih untuk mempekerjakan asisten rumah tangga dan juru masak?
Oh, satu hal yang tak kalah penting. Coba, kalian para lelaki, renungkan baik-baik sebelum nikahin anak orang, kalian butuh wanita seperti apa? Karena seringnya kalian tertukar antara wanita yang diinginkan dan wanita yang dibutuhkan. Kalian butuh wanita yang bisa dipercaya mengurus rumah tangga dengan baik tapi menginginkan juga wanita yang bisa menghasilkan uang sendiri agar kalian tidak perlu terlalu pontang panting sendirian mencukupi biaya rumah tangga. Mendambakan wanita yang tangguh padahal kalian butuhnya wanita penurut agar tidak banyak menuntut. Maunya punya wanita yang senantiasa langsing, wangi dan wajah kinclong padahal butuhnya wanita yang irit agar bisa mengatur rapih keuangan keluarga.
Mengenai value yang saya sempat sebutkan tadi, adalah sebuah hal yang sifatnya saaaangat personal. Hargailah. Hormatilah. Value wanita ingin tetap bekerja untuk menjaga aktualisasi diri. Value wanita ingin fokus penuh pada tumbuh kembang anak dan menjadi ibu rumah tangga tanpa harus memikirkan cari penghasilan tambahan untuk bantu suami (alias, uang suami ya otomatis jadi uang istri). Value wanita yang mengutamakan kecantikan dan modisnya penampilan karena mungkin ia merasa itu caranya menghargai diri sendiri. Jangan memaksa mengubah value seorang wanita, apalagi dengan iming-iming cinta dan janji manis.
Semoga tulisan ngalor ngidul tengah malam ini bisa sedikit membuat para lelaki merenung ya. Lebih bagus lagi kalau akhirnya nanti yang udah baca tulisan ini bisa jadi lebih teliti memahami kebutuhan dan keinginan sehingga akhirnya (insya Allah, aaamiinn) bisa menemukan yang sama-sama saling mengisi dan melengkapi. Semangaaaatt !!
No comments:
Post a Comment