Haaaai para Korean drama addict penjelajah dunia mayaa.... Konten Korean Drama Review 2020 saya akhirnya berhasil terselesaikan.. Setelah absen tahun lalu dari dunia per-review-drama-Korea-an, akhirnya bisa punya waktu untuk nulis review lagi. Uhhh, senangnyaah! Memang sejak 2017 saya tidak terlalu produktif menonton dan me-review drama seri Korea. Mood nulisnya dan nontonnya juga lagi nggak ada. Gladly, I can back in track again. Pas banget tahun ini drama Korea lagi banyak banget yang seru daaaan tahun 2020 kan juga lagi pandemi, jadi semakin punya waktu untuk marathon drakor deeeh.. Baiklah, sekian basa-basi pembukaannya, mari kita langsung saja pada intinya. In no particular order, here they are!
![]() |
| Korean Drama Review 2020: Persona |
Saya memang sudah mengagumi akting IU sejak pertama kali nonton di serial Dream High. Apalagi pas dia main di drama My Mister sama Lee Sun Kyun, beuhh.. makin nggak ragu lagi. Tenang, review serial My Mister juga akan saya review di sini kok. Save the best for last, hehe. Serial Persona ini tuh hanya semacam penegasan aja kalau IU memang bisa memberi nyawa pada sebuah peran. Mini seri buatan Netflix ini isinya 4 episode berdurasi kurang dari 30 menit. Pada masing-masing episode, cerita yang disuguhkan berbeda dan nggak nyambung satu sama lain. Benang merahnya hanya IU yang menjadi peran utamanya, dengan karakter yang berbeda. Selain aktingnya yang memikat hati, jalan cerita yang disuguhkan emang deep juga sih. Menyiratkan banyak makna. Ditambah sinematografi yang bagus dan permainan cahaya yang keren, membuat Persona menjadi mini seri apik yang bikin saya makin jatuh cinta sama IU.
Hyena
![]() |
| Korean Drama Review 2020: Hyena |
Hyena mengisahkan tentang dua orang pengacara yang punya motivasi berbeda dalam pekerjaan. Pada intinya keduanya cuma menyasar klien-klien elit alias yang berduit. Kedua pengacara tersebut bersaing sengit menghalalkan segala cara. Pas mulai nonton serial ini, saya terpikat di 3 episode pertama karena plot twistnya nggak disangka. Namun, setelah masuk ke episode keempat, ceritanya semakin membingungkan. Ada begitu banyak karakter dan kasus-kasus dalam cerita ini lumayan berat. Pergantian adegannya juga terbilang cepat, jadi makin susah untuk catch up, bikin saya makin pusing nontonnya.
Meski begitu, akting Kim Hye So dan Ju Ji Hoon cukup memukau dalam drama ini. Nggak heran lah ya, mereka kan udah langganan masuk nominasi dan dapat penghargaan di berbagai festival film. Gosipnya sih, serial ini harusnya dibintangi Song Hye Kyo tapi nggak jadi karena saat itu lagi heboh berita Song-Song couple bercerai. Keduanya menghilang bak ditelan bumi untuk menghindari para media dan papparazi. Saya berhasil menyelesaikan Hyena tapi nontonnya sambil ngerjain hal lain. Nyuci piring, masak, bersiin lemari, nengok ke TV nya pas lagi adegan-adegan seru aja. Baru setelah masuk ke empat episode terakhir, semua teka-teki tersusun alurnya dan saya bisa fokus nonton lagi.
Itaewon Class
Butuh waktu kira-kira dua minggu untuk saya bisa move-on dari drama Korea ini. Segitu cintanya. Segitu membekasnya di hati. Kalau di Korea, rating memang tidak membohongi ekspektasi ya. Beda sama di Indonesia, hehehe. No wonder drama ini ratingnya melejit, karena emang baguss bangettt.. Kalau dari segi romansa sih nggak gimana-gimana banget, love triangle seperti pada umumnya aja. Namun intinya bukan itu. Daya tarik Itaewon Class adalah tentang cerita kehidupan dan dunia bisnisnya. Drama ini awalanya memang menceritakan kisah pelik keluarga yang berujung dendam. Meski begitu, balas dendam yang dilakukan di sini bukan semata ketika ada kesempatan langsung nembak pakai beceng atau bacok pake golok. Dendam yang dibangun bertahun-tahun, perlahan-lahan, disusun matang dan menggunakan cara yang positif, yaitu dengan cara bersaing bisnis.
Seru banget asli. Selain ngeliat dramanya, kita dapet edukasi tentang bisnis, dari awal memulai sampai cara-cara bertahan dalam situasi-situasi nggak terduga. Si tokoh utama bertahun-tahun mempelajari bisnis lawannya, melihat celah-celah kecil untuk mengetahui kelemahannya. Konsisten, inovatif, optimis, berani ambil resiko, dan prinsip-prinsip bisnis lainnya sukses divisualisasikan dengan baik dalam serial ini. Nggak ada tokoh yang baik bener-bener baik dan jahat bener-bener jahat. Semua punya kisahnya masing-masing yang pada akhirnya membuat kita memahami, "ohh, ternyata begini toh" atau, "oh ternyata karena itu dia jadi kaya gini" and something like that.
Hospital Playlist
![]() |
| Korean Drama Review 2020: Hospital Playlist |
![]() |
| Korean Drama Review 2020: Hospital Playlist |
Hospital Playlist mengisahkan tentang kehidupan 5 orang dokter spesialis yang sudah berteman selama 20 tahun. Ah, serial ini bener-bener sukses membuat saya terhipnotis.. Aku tengah merasakan yang namanya "Korean Drama Fever" lagi setelah bertahun-tahun lamanya. Jangan heran yaaa kalau review untuk drakor ini isinya mayoritas puja-puji belaka, karena emang saya se-suka itu. Feel pertemanan-rasa-saudara nya tuh dapet banget sih. Semua pemerannya berakting dengan sangat natural. Sedikit bocoran, tahun 2021 mau ada season dua nya loohhhh.... unch unch, seneng banget!
Cerita Hospital Playlist dibuat oleh screenwriter bernama Lee Woo Jung. Berdasarkan hasil kepo saya di Google, beliau adalah orang yang juga menulis serial Reply 1994 dan 1988 kesayangan saya itu. Sebelum aktif terjun ke penulisan serial drama, Woo Jung membuat konsep untuk beberapa reality show, diantaranya ada 2 Days and 1 Night, 3 Meals a Day dan Youth Over Flower. Pantes aja rata-rata pemain drama yang beliau buat pasti pernah ikut acara Youth Over Flowers, hahaha! No wonder Hospital Playlist bisa bikin saya kepincut. Ternyata orang inilah dalangnya. Dalam serial inipun, Lee Woo Jung masih bermain dengan alur maju mundur yang jadi ciri khasnya. Masih juga menyuguhkan kisah pertemanan dan kekeluargaan yang hangatnya sampai menyentuh bagian terdalam hati ini.
Hi, Bye Mama.
![]() |
| Korean Drama Review 2020: Hi, Bye Mama! |
Ini adalah serial come back nya Kim Tae Hee setelah resmi menyandang status sebagai Mrs. Rain dan jadi ibu dari dua anak. Nggak ada yang berubah dari Kim Tae Hee. Cantiknya, senyumnya, kualitas aktingnya, semua masih memukau. Hi Bye Mama mengisahkan tentang seorang ibu bernama Cha Yu Ri yang meninggal karena kecelakaan. Saat kecelakaan itu terjadi, Cha Yu Ri sedang mengandung dan ia meninggal di meja operasi namun bayinya selamat. Karena mati penasaran, arwahnya masih gentayangan belum bisa naik ke akhirat. Jadinya dia masih berkeliaran aja di bumi dan jagain anaknya selama bertahun-tahun. Suatu ketika, ia dapat kesempatan untuk bisa hidup kembali lewat reinkarnasi, tapi harus ada syarat yang terpenuhi dalam 49 hari.
Serial ini fix bikin berderai-derai air mata sih. Apalagi pas episode terakhir tuh, jago banget lah kalian kalau bisa nggak nangis! Mulai dari kisah suaminya, Cho Gang Hwa, yang mengurus anak sendirian selepas mendadak jadi duda. Belum lagi rasa bersalah yang diemban sepanjang hidup atas kematian istrinya itu. Trus juga kisah keluarga Cha Yu Ri selepas kepergiannya. Bagaimana hubungan mereka dengan Cho Gang Hwa ketika tau kalau dia mau nikah lagi. Belum lagi cerita keluarga hantu yang jadi temennya-temennya Cha Yu Ri. Duh pokoknya sedihlah ini drakor. Kalau pas liat trailernya sih pasti ngiranya ini film comedy, jangan terkibul, guys. Alurnya maju mundur tapi justru memperjelas ceritanya.
Mystic Pop Up Bar
![]() |
| Korean Drama Review 2020: Mystic Pop Up Bar |
Mengisahkan tentang seorang wanita bernama Wol Ju yang udah umur 500 tahun nggak bisa-bisa mati karena lagi dapat hukuman dari akhirat. Pada jaman dahulu kala, si Wol Ju ini mencoba bunuh diri di pohon keramat. Untuk bisa bebas dari hukuman, dia harus membantu 100.000 orang untuk menyelesaikan masalah mereka lewat mimpi. Karena lagi kejar setoran, makanya Wol Ju yang dibantu sama polisi alam baka bernama Gwi, membuka kedai mistis yang bukanya malem doang, untuk bisa menyambut para orang-orang bermasalah yang ingin mabuk untuk melupakan beban hidup.
Mystic Pop Up Bar memiliki cerita yang singkat jelas padat. 12 episode yang bikin penonton betah terus fokus menonton, nggak dikasih kendor. Serial ini bergenre fantasy, ada sentuhan romancenya tapi nggak mendominasi, ada drama-dramanya juga, ada serem-seremnya dikit dan ada komedinya sebagai penyeimbang.
When Camilia Blooms
![]() |
| Korean Drama Review 2020: When Camilia Bloom |
Nggak usah ragu lah ya kalau pemeran utamanya udah Gong Hyo Jin. This lady never failed me. Semua serial yang dia mainin pasti bagus. Sebut aja, It's Ok That's Love, The Greatest Love, Master Sun dan The Producer. Ya kan? Apalagi sekarang Gong Hyo Jin adu akting sama Kang Haneul yang baru aja pulang wamil. Serial ini berhasil menyabet 4 penghargaan dari total 8 kategori di Baeksang Arts Award. Kurang paten apa?
When Camelia Blooms bercerita tentang seorang ibu bernama Dong Baek yang pindah ke sebuah lingkungan kecil bersama anaknya dan membuka usaha. Kehadirannya menjadi perbincangan orang sekitar karena dia punya anak tapi hamil diluar nikah. Dong Baek menjadi single parent padahal belum pernah menikah. Belum lagi usaha yang dia buat adalah sebuah bar yang ia beri nama Camelia. Udah pastilah jadi bahan omongan ibu-ibu tetangga yang risau suaminya jajan di sana. Dong Baek bertemu dengan Hwang Yong Sik (yang diperankan Kang Haneul) yang kebetulan juga tinggal di daerah situ. Yong Sik bekerja sebagai polisi karena faktor keberuntungan. Keduanya saling jatuh cinta dan menjalani hubungan berlika-liku yang penuh kontroversi.
At Eighteen
![]() |
| Korean Drama Review 2020: At Eighteen |
Sesungguhnya, saya udah nggak tertarik lagi nonton drama-drama bertema anak sekolahan. Mungkin karena saya udah semakin tua dan udah semakin sering nonton berbagai genre serial Korea, drama anak-anak remaja itu terasa terlalu ringan dan menye-menye. At Eighteen ternyata menjadi sebuah pengecualian. Entah kenapa, serial ini berhasil memincut hati saya mulai dari episode pertama. Saya mencoba memberi kesempatan pada serial ini awalnya karena dia keluaran JTBC sih. Dan benar saja, JTBC selalu paling tau yang kumau.
Serial ini menceritakan tentang Choi Joon Woo, anak pindahan yang terpaksa pindah sekolah karena terlibat kasus di sekolah sebelumnya. Karena gosip cepat menyebar, jadilah Joon Woo dicap anak bandel dan orang tua murid banyak yang resah kalau anak mereka berteman sama dia. Joon Woo tinggal sendirian karena ibunya bekerja di tempat yang jauh dan ayahnya sudah meninggalkan mereka sejak dia masih kecil. Joon Woo menjadi anak yang sangat pendiam dan selalu memilih memendam perasaannya karena nggak mau terlibat masalah lagi di sekolah yang baru.
At Eighteen memberikan suguhan drama remaja yang berbeda, di mana ceritanya menitik beratkan pada anak-anak yang tersiksa batin akibat tuntutan dan ekspektasi orang tua. Para remaja yang selalu dianggap cuma tau main-main dan malas-malasan itu sebetulnya cuma ingin aspirasinya didengar. Tergambar jelas proses pendewasaan seseorang lewat masalah-masalah yang mereka hadapi di usia yang terbilang muda.
The World of Married
![]() |
| Korean Drama Review 2020: A World of Married Couple |
Entah saya pernah mention tentang ini sebelumnya atau enggak, tapi saya tuh paling males nonton dua jenis drama Korea, yang pertama, drama kolosal dan yang kedua, drama dengan tema perselingkuhan. Nggak kuat saya tuh nahan emosinya kalau nonton tingkah pelakor. Saya akhirnya jadi tertarik nonton drama ini karena mama saya yang rekomendasi. Jarang-jarang banget loh, beliau suka sama drakor sampai rekomendasiin ke saya. Waktu saya pulang ke rumah mama di malam takbiran, doi lagi asik banget marathon The World of Married ini. Mama bilang, "ini lebih dari sekedar cerita selingkuh. Ada banyak hal yang bisa dipetik tentang seluk beluk kehidupan rumah tangga". Langsung deh, nggak pake nunggu besok, saya langsung mulai marathon dan kelar hanya dalam tiga hari.
The World of Married atau A World of Married Couple bercerita tentang pasangan Ji Sun Woo yang bekerja sebagai dokter dan Lee Tae Oh yang baru merintis sebuah production house. Suatu ketika, Sun Woo mendapati beberapa keanehan pada suaminya dan diapun mencoba menggali lebih dalam. Terungkaplah fakta bahwa si suami berselingkuh dan ternyata semua temen-temennya tau tapi nggak ada yang ngasih tau ke dia. Udah begitu kejadiannya, Sun Woo masih aja berbesar hati untuk ngasih kesempatan suaminya buat mengakui perbuatannya. Emang dasar lelaki biadab, Lee Tae Oh bersikeras akting innocent dan playing victim. Duh, kalau inget masih emosi deh rasanya. Pengen gw jedig pala si Tae Oh.
Benar adanya yang mama saya bilang. Drama ini memang menyiratkan banyak hal yang dekat dengan realita. Bagaimana sebuah perceraian bisa begitu berdampak pada anak secara psikologis. Belum lagi kehadiran anak membuat mantan suami-istri harus terus saling berkomunikasi, mau nggak mau padahal liat mukanya aja dongkol banget rasanya. Awalnya saya kesel setengah mati sama si Lee Tae Oh, lelaki nggak tau diri yang cuma mokondo tapi berani-beraninya selingkuh dan hamilin anak orang. Tapi, setelah saya selesai nonton, saya jadi paham perspektif dari masing-masing karakternya. Salut sih, strong banget pembawaan aktor dan aktris di serial ini dalam memainkan perannya.
Was It Love
![]() |
| Korean Drama Review 2020: Was It Love |
Was It Love bisa dibilang tidak berada di peringkat lima besar dalam deretan drakor yang saya tonton tahun ini. Meski begitu, Was It Love suguhan ceritanya tetap menarik. IMHO, Was It Love harusnya bisa dibikin lebih padat sih ceritanya. Daripada maksain 16 episode tapi terkesan agak lambat. Untunglah akting Song Ji Hyo berhasil menyelamatkan serial ini. Song Ji Hyo berperan sebagai ibu tunggal bernama Noh Ae Jeong, yang nggak pernah ngasih tau ke anak perempuannya siapa bapak kandungnya. Putrinya telah beranjak dewasa dan suka pindah sekolah karena emosian tiap kali diledekin nggak punya bapak.
Perjuangan hidup Noh Ae Jeong pasca memutuskan berhenti kuliah dan mempertahankan kehamilan, tentu tidaklah mudah. Setelah interview ke sana kemari, doi berhasil dapet kerja di sebuah perusahaan film. Amsyongnya, sang pemilik perusahaan kabur karena punya utang sama mafia. Demi bisa melunasi limpahan hutang tersebut, sang mafia memberi syarat kalau Noh Ae Jeong harus bikin film yang ceritanya mengadaptasi novel sebuah penulis terkenal. Ternyata si penulis terkenal adalah mantan pacarnya jaman kuliah dulu. Terus si mafia juga request, aktor yang main di film itu harus aktor kesukaan dia yang sekarang lagi naik daun. Aktor itupun juga punya kisah masalalu dengan Noh Ae Jeong. Jadilah kisah lama terusik kembali seiring pertemuannya dengan dua lelaki dari masa lalu.
It's Ok Not to be Ok
![]() |
| Korean Drama Review 2020: It's Ok Not to be Ok |
Kim Soo Hyun, si aktor 2,4 Milyar is back! As always, dia kembali menggemparkan dunia per-drakor-an lewat serial It's Ok Not to be Ok. Ini adalah serial pertamanya setelah bebas tugas dari wajib militer. Sudah pasti, seperti oppa-oppa lainnya yang juga baru abis wamil, badan Kim Soo Hyun makin aduhay aja di sini. Wkwkwk, maap, kembali ke topik. Walaupun menggaet nama Kim Soo Hyun sebagai pemeran utama, para penggiat di balik layar dalam serial ini berhasil membuktikan bahwa It's Ok Not to be Ok memiliki kualitas luar biasa, terlepas dari nama besar sang aktor utama. Kisah yang kuat berpadu dengan akting dari para aktor dan aktris ditambah pengambilan gambar yang piawai membuat drama ini berada di atas rata-rata! I really recommend this drama. Oh, also my special shout out goes to Oh Jung Se for his incredible acting skill. He is trully amazing. So looking forward to his next acting projects.
It's Ok Not to be Ok menceritakan tentang pria bernama Moon Gang Tae yang berprofesi sebagai seorang perawat di rumah sakit. Dia hanya tinggal bersama kakak laki-lakinya yang autis, namanya Moon Sang Tae. Mereka berdua nggak pernah menetap lama di suatu lingkungan. Kakak adik itu kerap tinggal berpindah-pindah karena suatu alasan. Suatu ketika, Moon Gang Tae bertemu dengan penulis dongeng anak-anak bernama Ko Moon Young. Wanita hebat yang agak sinting kelakuannya, karena dia mengidap personality disorder. Kalau masalah kisah cintanya sih mungkin bisa dibilang sederhana, tapi yang bikin ceritanya jadi strong adalah ketika sang pembuat cerita mengangkat isu kesehatan mental dan kaitannya dengan problematika kehidupan. Luka batin, trauma masa lalu, semua membentuk pribadi seseorang dan berdampak besar terhadap tumbuh kembang mental manusia. Bikin ktia jadi lebih bisa memahami orang-orang dengan kelainan jiwa atau gangguan mental, nggak semata-mata memberi predikat "gila".
Sweet Munchies
![]() |
| Korean Drama Review 2020: Sweet Munchies |
Sweet Munchies mengisahkan tentang seorang chef bernama Park Jin Sung yang diperankan oleh Jung Il Woo. Suatu ketika chef ini butuh dana cukup besar untuk membayar biaya rumah sakit sang ayah yang mengalami kecelakaan. Tepat di saat bersamaan, Kim Ah Jin, seorang asisten sutradara di sebuah stasiun televisi, lagi sibuk nyari kandidat chef yang gay, untuk jadi pengisi acara di program baru. Karena udah kepepet, Park Jin Sung ikut audisi untuk bintang utama dalam acara itu. Surprisingly, dia keterima karena masakannya enak banget, tapi dia harus berpura-pura jadi seorang gay dan menerima pro dan kontra dari masyarakat.
Nonton drakor Sweet Munchies bikin saya jadi mesem-mesem sendiri. Melihat perkembangan dunia belakangan ini, Korea akhirrnya mulai memasukkan cerita atau karakter LGBT dalam serial-serialnya secara terbuka. Which is fine. Which is good as well. It's just a new thing. Sesuai dengan judulnya, Sweet Munchies emang serial ringan dan sweet, yang cocok jadi teman santai kamu menghabiskan waktu luang. Meskipun ringan, tapi nggak lantas membosankan kok, karena drama ini dipadatkan hanya menjadi 12 episode saja. Kita nggak usah ngomongin kualitas akting ya di sini, soalnya semuanya moderate aja dan tokoh-tokohnya memang nggak punya karakter kuat yang begimana-begimana amat, tapiiii.. pengecualian untuk Lee Hak Jo, si second lead actor. Dia telah menambah daftar prestasi dalam portofolio aktingnya dengan mengambil peran dalam Sweet Munchies ini, setelah sukses bikin geregetan dalam perannya sebagai bucin psycho di The World of Married.
Eighteen
Again
![]() |
| Korean Drama Review 2020: 18 Again |
Tentu saja di awal saya skeptis sama drakor ini karena paling benci sama cerita fantasi yang nanggung. Maksudnya nanggung tuh gini loh, sebuah cerita yang dibangun secara real tapi tau-tau dimasukkin unsur fantasi tanpa ada scientific explanationnya pula untuk tetap menjaga konsistensi dari ke-nyata-an ceritanya. Atau setidaknya bikin aja jadi cerita komedi biar kita masih bisa mikir, "ooh, iya ini kan cuma lucu-lucuan". Sensi banget saya emang sama cerita yang nanggung kaya gitu. Maksudnya kalau emang mau fantasi ya sekalian aja jangan nanggung-nanggung, kaya Harry Potter atau Narnia gitu. Ternyata saya sukses dibikin nangis sesenggukan dan berkata, "fuck that logic! lemme just cryyy a river". 18 Again adalah adaptasi dari film Amerika keluaran tahun 2009 berjudul 17 Again. Ituloohh.. filmnya si Zack Efron. Di sini banyak sih adegan lucunya, tapi sekalinya pas bagian cerita sedih, bener-bener bikin hati saya jadi adonan. Abis, diaduk-aduk. Yah, nggak bisa dipungkiri, ada sih scene-scene aneh yang bikin saya jadi ngerasa, "ah, apaan sih ini?" atau "yaa masa sih, kaya gitu nggak mencurigakan?", tapi ya balik lagi, overall, fuck that logic!
Mengisahkan tentang pasangan muda, Jung Da Jung dan Hong Dae Young yang merelakan mimpi dan cita-cita mereka untuk menikah dini karena hamil di luar nikah. Mereka harus menghadapi kerasnya perjuangan membina rumah tangga, berusha sekuat tenaga menghidupi anak kembar mereka dengan bekerja serabutan karena mereka bukan sarjana. Lelah yang terus ditahan, keluh kesah yang tak pernah selesai dengan solusi, membuat pasangan ini menyerah dan bercerai 19 tahun kemudian. Lalu pada suatu hari, Hong Dae Young terbangun di pagi hari dengan tubuh dan wajahnya kembali ke saat dia masih 18 tahun. (Ini nih yang bikin saya skeptis. Untung aja dijelasin tuh dalam cerita, kenapa hal itu bisa terjadi, hehe). Aneh dan terheran-heran, Hong Dae Young terpaksa beradaptasi dengan kondisi barunya. Kembali bersekolah karena tubuhnya kembali ke bentukan remaja SMA, dan membuat identitas baru agar orang-orang tidak mengetahui siapa dia sesungguhnya.
Flower of
Evil
![]() |
| Korean Drama Review 2020: Flower of Evil |
Flower of Evil adalah juaranya yang bikin deg-degan tahun ini. Lee Joon Gi dan Moon Chae Won kembali bertemu di panggung yang sama setelah sebelumnya main bareng di Criminal Minds. Sejak episode pertama, Flower of Evil konsisten menyuguhkan ketegangan dan misteri yang bikin penasaran. Plot twistnya pun sukses membuat saya bertepuk tangan karena kagum.
Moon Chae Won di sini berperan sebagai detektif wanita yang pintar bernama Cha Ji won dan Lee Joon Gi jadi suaminya yang bekerja sebagai seorang pengrajin logam, namanya Baek Hee Sung. Kehidupan rumah tangga mereka harmonis banget dan selalu penuh cinta meski udah lama menikah. Baek Hee Sung jadi papah muda idaman semua wanita gitu ceritanya. Jago masak, sayang keluarga, pinter ngurus anak pula. Namun sayangnya, kehidupan Baek Hee Sung yang sekarang hanyalah kedok belaka. Identitas aslinya adalah seorang psikopat, anak dari pelaku pembunuhan berantai di sebuah desa terpencil. Kasus-kasus kriminal yang ditangani Cha Ji Won jadi benang merah yang perlahan mengarahkan dirinya pada kasus Baek Hee Sung di masa lalu.
The
Unfamiliar Family
Kalian udah pernah nonton film Indonesia yang judulnya Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini? Naah.. serial ini kurang lebih mirip-mirip kaya gitu deh. The Unfamiliar Family menceritakan tentang sebuah keluarga dengan tiga anak, kemudian digambarkan sudut pandang dari masing-masing anggota keluarga itu. Ayah, ibu, anak sulung, anak tengah dan anak bungsu. Bagaimana pertimbangan mereka dalam berkeputusan, cara mereka bersikap, langkah mereka dalam menghadapi masalah. Keluarga itu terlihat adem ayem, anak-anaknya sudah beranjak dewasa dan punya pekerjaan yang baik, namun ternyata masing-masing dari mereka telah menumpuk banyak kesalahpahaman terhadap satu sama lain. Cerita ini dikemas dengan begitu sederhana tapi jadi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Nggak ada tokoh utama, semuanya punya porsi seimbang dalam cerita, saling erat berkaitan. Saya nggak bisa banyak bongkar terlalu banyak tentang jalan ceritanya karena takut malah jadi spoiler. Ceritanya aja udah simple banget. Yang jelas, perasaan saya setelah nonton drakor ini mirip dengan ketika saya nonton Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Mengharu biru gitu.
Private
Lives
Serial Korea bertemakan con artist emang selalu seru untuk diikuti. Saya tuh udah nunggu-nunggu banget drama ini karena yang main si Go Kyung Pyo. Mata langsung berasa seger banget kalau nonton dia tuh. Ini adalah drama pertamanya setelah kembali dari wajib militer. Eh, perasaan yang selesai wajib militer tahun ini banyak juga ya. Pantesan aja tahun 2020 serial Korea makin seru-seru. Aktor-aktornya udah pada comeback cuyy. Go Kyung Pyo di sini bersanding dengan Seohyun SNSD sebagai aktris utamanya.
Private Lives mengisahkan tentang Cha Joo Eun yang diperankan Seohyun, seorang tukang tipu alias con artist. Dia dan kedua orang tuanya sehari-hari mencari nafkah dengan cara menipu. Mulai dari penipuan kecil sampai penipuan besar mereka lakoni. Suatu ketika, sketsa penipuan yang didalangin ayahnya Cha Joo Eun kebongkar dan ayahnya harus dipenjara. Nah, Go Kyung Pyo di sini berperan sebagai Lee Jung Hwan yang jatuh cinta sama Cha Joo Eun. Selama ini, Jung Hwan taunya si Joo Eun itu seorang pegawai kantoran yang tinggal sama orang tua angkat. Joo Eun jadi baper sama Jung Hwan dan mereka pun pacaran. Ehh ternyata di hari pernikahan mereka, Cha Joo Eun malah kena perangkap penipu.
Start Up
Start Up ini sempat bikin heboh satu dunia di waktu penayangannya. Emang dari episode pertama juga ratingnya udah tinggi sih.Mendadak para pecinta drakor terbagi jadi dua kubu, #TeamNamDoSan dan #TeamHanJiPyeong karena segitu menghambanya sama si aktor utama dan aktor pendukung. Hype drakor ini akhirnya dimanfaatkan sebagai strategi marketing oleh banyak pihak. Ada restoran yang bikin dua promosi diskon berbeda sesuai dengan tim yang didukung. Ada lagi tempat nongkrong hits di Jakarta yang membagi branch-branchnya jadi dua kubu juga. Mereka pasang plang gede-gede yang tulisannya #TeamNamDoSan dan #TeamHanJiPyeong untuk menarik perhatian. Kalau saya sih, sampai di akhir episode 15 saya masih bingung mau masuk tim mana. Saya suka dua-duanya dengan porsi sama besar. Entah itu dari segi tampangnya, maupun karakternya.
Nam Do San yang diperankan oleh Nam Joo Hyuk adalah anak yang sangat cerdas. Ketika lulus kuliah, dia bersama dua orang temannya, Chul San dan Yong San, memberanikan diri untuk merintis sebuah perusahaan. Tiga tahun berjalan, mereka stuck di situ-situ aja dan udah diambang kebangkrutan. Ternyata ada strategi-strategi bisnis yang mereka nggak kuasain sehingga perusahaannya nggak bisa berkembang. Nam Do San, karena kurang pengalaman dalam hidup, jadinya ya orangnya lempeng aja, optimis kalau segala sesuatu bisa dicoba.
Sementara itu, Han Ji Pyeong diperankan oleh Kim Seun Ho adalah anak yatim piatu yang terbiasa berjuang sendiri untuk hidupnya. Sejak remaja dia udah diharuskan untuk meninggalkan panti asuhan karena dianggap bukan anak kecil lagi. Beruntunglah ada nenek baik hati yang menolong dia, memberikan makan dan tempat tinggal sementara. Han Ji Pyeong pun membantu si nenek mengelola uangnya dengan berinvestasi. Saat dewasa, Ji Pyeong menjadi orang yang sukses, tapi terbentuk sebagai pribadi yang kurang empati. Nah, bedanya sama Nam Do San, Ji Pyeong orang yang sangat teliti dan perhitungan dalam pekerjaannya. Dia nggak mau ambil resiko menjatuhkan reputasinya atau mengalami kegagalan untuk mencoba sesuatu yang nggak pasti. Tapi ya tentu saja, berdasarkan pengalamannya, dia udah lebih tau mana hal yang nggak mungkin, mana hal yang masih bisa dikasih harapan dan mana yang harus banget dilakukan.
Berawal dari sebuah surat, Nam Do San dan Han Ji Pyeong bertemu dengan Seo Dal Mi, cucu si nenek baik hati yang nolongin Han Ji Pyeong. Dal Mi emang cuma tinggal berdua sama neneknya sejak orang tuanya bercerai. Dal Mi mengambil langkah besar untuk berhenti dari pekerjaannya yang membosankan dan mencoba peruntungan dalam dunia bisnis. Start Up ini ceritanya bagus banget sih. Mirip-mirip kaya drakor Itaewon Class, Start Up juga ngasih banyak ilmu tentang berbisnis dan menjalankan perusahaan rintisan. Strategi-strategi dan contoh- contoh kasus dalam menjalani start-up company keren banget. Relationship antara Han Ji Pyeong dan si nenek baik hati bikin saya nangis sesenggukan karena terlalu deep and meaningful.
Tale of the Nine Tailed
Tale of the Nine Tailed mengisahkan tentang si rubah berekor sembilan bernama Lee Yeon yang sudah hidup selama lebih dari 1000 tahun. Di masa lalu, Lee Yeon adalah seorang dewa penguasa wilayah pegunungan, tapi karena pernah melakukan suatu kesalahan, he ended up dihukum untuk jadi pemburu makhluk jahat yang bersembunyi di dunia. Alasan dia mau menerima hukuman itu dan masih tetap hidup sampai lebih dari seribu tahun adalah karena Lee Yeon nungguin kekasih masa lalunya, Ah Reum, untuk berenkarnasi. Dulu soalnya dia udah kadung janji mau nungguin cewek itu dihidupkan kembali. Maklummmlahh, Guminho itu kan bucin. Mereka cuma bisa merasakan cinta yang sesungguhnya itu sekali seumur hidup. Selain itu, ada rubah blasteran manusia bernama Lee Rang. Dia ini adiknya Lee Yeon tapi beda ibu. Berbeda dengan Lee Yeon yang baik hati, dia ini rubah jahat yang masuk dalam daftar buronan penjaga gerbang akhirat. Karena ada dendam di masa lalu, Lee Rang benciii banget sama Lee Yeon dan penasaran banget pengen bisa ngancurin hidup kakak tirinya itu.
Saat penanyangannya, rating Tale of Nine Tailed sempet head to head sama Start Up. Kebetulan jadwal tayang mereka kan barengan tuh, jadinya bersaing deh. Untuk kalian pecinta fantasy pasti bakalan seneng banget nonton ini. Apalagi pemainnya nggak tanggung-tanggung, langsung dua aktor kawakan, Lee Dong Wook dan Kim Bum. Selain dua aktor tampan nan rupawan itu, Jo Bo Ah dipercaya untuk memerankan karakter utama di serial ini. Awalnya saya sebel tuh, idih kenapa sih harus Jo Bo Ah? Tapi, akhirnya setelah sampai di pertengahan cerita, saya baru paham kenapa harus dia yang bawain karakter Nam Ji Ah dalam serial ini. Malah jadinya nggak kebayang ada aktris lain yang bisa lebih pas selain Jo Bo Ah. Kesuksesan Lee Dong Wook membangun "bromance" relationship kembali terjadi lagi di Tale of the Nine Tailed. Hubungan antara Lee Dong Wook dan Kim Bum malah terasa jauh lebih seru dan mengoyak-ngoyak sanubari daripada kisah percintaan main actor dan acrtress nya. Bikin sayang gitu loh mereka berdua tuh. Kalau kalian udah nonton pasti paham kenapa saya bisa bilang gitu.
Do Do Sol Sol La La Sol
Entah apa yang bisa membuat saya berhasil nonton serial ini sampai selesai. Jujur, satu-satunya alasan awal saya mau nonton ini tidak lain tidak bukan adalah karena si Lee Jae Wook. Tahun lalu saya sempat nonton dramanya yang berjudul Extraordinary You and WWW: Search. Yeah, I kinda like this brondong. Namun ternyata, saya mendapati kalau Do Do Sol Sol La La Sol sungguh ringan dan setipis helaian rambut, sampai-sampai saya pas nonton tuh ketiduran berkali-kali. Serial yang dibuat dalam 16 episode ini seharusnya bisa lebih dipadetin aja. Maybe jadi 10 atau 12 episode gitu, untuk tetap bisa mantain ketertarikan penonton. Dari episode ke episode saya berharap akan ada plot twist yang menjadi titik balik cerita, tapi ternyata kaga ada. Semuanya terlalu mulus berjalan, jadi nggak gereget sih menurut saya. Trus ada satu hal lagi nih yang bikin saya ngerasa gengges banget. The second male lead. Oh.. my.. God.. Nggak cocok banget. Saya tau maksudnya emang second leadnya itu karakter ahjussi-ahjussi gitu kan. Seorang duda, profesi dokter, kalem-kalem gitu, tapi ya diantara banyak kandidat lain, why him? WHY? Benar-benar menyisakan tanda tanya besar di kepala saya. Second lead actornya se-nggak cocok itu menurut saya sampai bikin saya setengah ilfil nonton drakor ini. Untung masih tetap bisa selesai nontonnya.
Do Do Sol Sol La La Sol mengisahkan tentang seorang pianist bernama Rara. Anak tunggal dari pengusaha kaya raya, hidup selalu berkecukupan dan karakternya perpaduan antara polos dan bedon, karena nggak pernah benar-benar membaur dengan kehidupan luar. Rara akhirnya jadi belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya ketika ayahnya meninggal dalam keadaan banyak hutang. Semua harta yang mereka miliki disita oleh bank, Rara cuma kebagian sedikit dan harus bisa bertahan hidup entah gimana caranya. Karena kepolosannya itu, dia jadi ngerasain gimana rasanya ditipu orang, memulai lembar baru dengan gaya hidup yang lebih sederhana, mengaambil keputusan sendiri untuk hidupnya, dan akhirnya ngerasain gimana indahnya bisa hidup berguna untuk orang lain. Learning by doing gitu jadinya. Rara pindah ke sebuah kota kecil, karena ada sebuah akun di Instagram yang suka komenin konten-konten dia, trus ngajak pindah ke kota kecil itu biar bisa ketemuan. Rasa penasaran bercampur keyakinan tak berdasar, membuat dia nurut aja sama kata-kata si akun misterius. Di kota kecil itu, dia jadi kenal sama si Lee Jae Wook yang berperan sebagai Sun Woo Joon. Ceritanya Woo Joon kerjanya serabutan gitu deh demi bertahan hidup, karena dia cuma lulusan SMP. Selebihnya nonton sendiri ya. Semoga bisa bertahan sampai episode terakhir. Good luck!
Sweet
Home
Korea lagi jor-joran banget menaikkan kastanya di kancah perfilman internasional. Nyatanya, mereka emang mampu dan pemerintahnya juga mendukung. Sweet Home mungkin bukan yang pertama, tapi serial ini bisa membuka mata dunia kalau Korea bisa beraksi sesuai dengan standart box office. Sedikit info, serial yang tayang di Netflix ini menghabiskan 34 milyar di setiap episodenya. Jadi dikaliin aja tuh 10 episode. Wakwaaaww. Kenapa mahal? Karena pembuatan Sweet Home ini turut melibatkan production effects companies yang bukan kaleng-kaleng. Yang pertama ada Legacy Effect, perusahaan yang juga membuat film Avatar, Avengers dan X-Men. Lalu ada juga Spectral Motion, langganannya Netflix untuk produksi film atau serial yang menggunakan CGI. Yang terakhir dari negerinya sendiri, yaitu Westworld. Bukan hanya effect, tapi mereka juga hire dancer kenamaan yaitu Kim Seol Jin untuk jadi koreografer gerakan para monsternya, dan Troy James untuk motion capture gerakan monster-monsternya itu.
Sweet Home diadaptasi dari cerita web toon dengan judul yang sama. Berkisah tentang negara Korea yang mendadak terjangkit wabah sebuah virus. Orang-orang yang terjangkit virus ini akan berubah menjadi makhluk mengerikan dan bentuknya beda-beda. Bukan zombie ya, tapi monster. Nah ada nih sekumpulan orang yang terjebak di sebuah apartemen mencoba bertahan hidup di tengah situasi yang nggak kondusif itu. Menurut saya, ini bener-bener the next level of drakor sih. Jalan ceritanya mengandung ketegangan, misteri, gereget-gereget gemes, drama keluarga dan percintaan masing-masing dengan porsi yang pas. Penampakan cary and disgustingnya si monster-monster dalam serial ini dapet banget sih. Pemilihan peran-perannya juga tepat. Aktingnya nggak ada yang mentah. Semua bisa merepresentasikan karakternya masing-masing. Bad newsnya adalah serial ini bersambunggg.. Hahaha! Selamat penasaran.
Whoah, akhirnya jadi panjang juga ya reviewnya. It feels soooo good to finally writing my Korean drama review again, sampai-sampai bisa selesai literally dalam 24 jam nih tulisan. Hebat gak?Oke, sebagai penutup yang manis, saya akan pilih 3 judul yang menurut saya layak disebut serial terbaik tahun ini.
Wait, saya mikir dulu..
Hmm...
Eh susah juga ya ternyata kalau cuma boleh piliih 3 judul.
Duh, gimana nih.
Ok, I made up my mind.
Dengan pertimbangan yang panjang dan matang. Melewati semangkuk indomie dobel pake telor, sebungkus eskrim magnum dan seporsi kentang goreng saos keju, saya memutuskan untuk menganugerahkan gelar drakor terbaik 2020 kepadaa..... *drum roll* Tail of the Nine Tailed, Sweet Home dan World of the Married Couple. Terus karena saya nggak rela juaranya cuma 3, saya bikin juara 4, 5 dan 6 deh. Wkwkwk. Maksa ya? Bodo amat! Karena saya ngerasa judul-judul ini juga perlu diapresiasi dan sejujurnya berat juga milih another 3 titles among other great ones. Juara 4, 5 dan 6 saya anugerahkan untuk Hospital Playlist, It's Ok Not to be Ok dan Flower of Evil. Hahaa!
Duh, tapi somehow masih pengen ganti judul. Flower of Evil mungkin masih bisa dituker sama Itaewon Class. Atau sama Start Up? Binguuuungg! Ah, yaudah deh gak apa-apa gitu aja, nggak usah diubah-ubah. Hahaha. I really can't decide! Pokoknya kalian nonton aja semuanya dehhh yaaa! Sekian dulu Korean Drama Review 2020 saya. Semoga bermanfaat, kurang lebihnya saya minta maaf ya. Yakin pasti ini banyak typo, tapi saya udah males banget cek lagi dari atas. Haha! I'll see you again on my next review, guys. Adios! *kiss dari jauh





















No comments:
Post a Comment