![]() |
| My Mister (2018). Sumber: Asian Wiki |
Hai hai haaaiii, para penjelajah dunia maya yang demen nonton drama seri Korea. Kalian udah pada nonton My Mister belum? Tayangnya udah lama sih, tahun 2018 lalu. Saya juga telat nontonnya, baru awal tahun kemarin. Tadinya saya mau masukin review drama Korea yang satu ini di Korean Series Review 2020, tapi setelah saya pikir-pikir, kalau hanya satu dua paragraf aja, mungkin nggak akan cukup menggambarkan betapa saya menyukai My Mister. Jadilah saya membuat review spesial sebagai apresiasi terhadap kerja keras semua pihak yang telah membuat serial sebagus ini. Benar-benar saya se-berterima kasih itu.
Serial 16 episode ini dibintangi oleh Lee Ji Eun alias IU (pemeran utama serial The Producers, Moon Lovers: Scarlet Heart Ryo, dan Hotel De Luna) dan Lee Sun Gyun (pemeran utama di banyak judul serial dan film, tapi yang paling terkenal di film A Hard Day dan Parasite) dengan kualitas akting yang sungguh apik. Selain mereka berdua, My Mister juga menghadirkan para aktor dan aktris pendukung yang begitu piawai memberi nyawa pada karakternya. Natural namun semua emosi yang dibawakan tersampaikan.
Fyi, saya bikin review ini tepat setelah saya selesai nonton My Mister untuk yang ketiga kalinya. Masih seperti kali pertama dan kedua, kesedihan sekaligus kehangatan yang sama terasa begitu dalam, selepas menontonnya. Seolah saya ikut ada di cerita itu dan merasakan tiap-tiap emosi yang dimainkan karakter-karakternya, memahami pemikirannya dan melihat sudut pandangnya. Kalau masalah banjir air mata, nggak usah ditanya lagi. Saya nangisnya udah kaya ada keluarga yang meninggal. Pokoknya pas nanti mau nonton, jangan lupa siapin tissue ya, specially kalau pas mau masuk episode kedelapan dan seterusnya. Nggak dikasih kendor, guys!
Luar biasa memang drama ini. No wonder, My Mister berhasil masuk dalam sederet nominasi dan menyabet penghargaan Grand Prize dalam Seoul Award 2018. Nggak cuma itu, dia juga menang Best Drama serta Best Screenplay di Baeksang Arts Award tahun 2019. Oh iya, lewat perannya di sini, IU pun mendapat penghargaan Top Excellence Actress di Apan Star Awards 2018.
Ok, mari saya gambarkan sedikit isi cerita dari My Mister biar kalian tertarik untuk nonton. Semoga nggak berujung spoiler dan malah menodai rasa penasaran kalian ya. I'll do my best. Dimulai dari karakter utamanya, seorang ahjussi alias om-om, bernama Park Dong Hoon yang diperankan Lee Sun Gyun. Lelaki yang nggak banyak tingkah, jujur, pinter, pemaaf, sabar, pekerja keras, punya pekerjaan bagus dan jabatan ok. Bisa dibilang, dia bukan tipikal orang yang suka nyari musuh. Hidupnya lempeng-lempeng aja sesuai jalur, adem ayem dan lebih senang berada di zona nyaman. Sementara itu, apa yang dirasakan Park Dong Hoon tidaklah seperti yang terlihat dari luar. Ia terintimidasi secara mental dan memendam kegundahan atas hidupnya yang tak bisa dibagi dengan orang lain, karena tak ingin orang lain mengkhawatirkan dirinya.
Park Dong Hoon adalah anak tengah dari tiga bersaudara yang semuanya laki-laki. Abangnya bernama Park Sang Hoon dan adiknya Park Gi Hoon. Ikatan persaudaraan mereka erat banget. Setiap hari ketemu dan minum bareng, ngobrol-ngobrol, ketawa-ketawa. Pulangnya jalan kaki ke rumah masing-masing. Kalau hari minggu masih main bola bareng, meski udah pada dewasa. Chemistrynya dapet banget. Nggak pernah bilang sayang ke satu sama lain tapi tatapan mata mereka jelas menunjukkannya. Apapun yang terjadi, they always have each other's back. Mereka juga tinggal di lingkungan yang orang-orangnya akrab satu sama lain. Begitu hangat dan kental kekeluargaannya. Saya belum pernah lihat sih ada persaudaraan sekental ini namun sungguh terasa nyata.
Di sisi lain, kehidupan karakter utama wanita adalah sosok yang begitu suram dan kelam. Lee Ji An, yang diperankan IU adalah wanita muda berusia 21 tahun yang benar-benar bernasib nelangsa sejak kecil. Ia diwariskan hutang yang begitu banyak dari orang tuanya, sehingga sepanjang hidupnya selalu dalam pelarian. Rela bekerja dari pagi sampai tengah malam, hanya untuk membayar hutang kepada rentenir yang kerap menyiksa dirinya. Karena beban hidup inilah, dia menjadi seorang wanita pemurung dan pendiam. Tidak mau bergaul atau membangun kedekatan dengan orang lain. Bertumbuh dalam kesakitan, membuatnya dewasa sebelum waktunya. Lee Ji An nggak punya siapa-siapa lagi selain seorang nenek penyandang disabilitas, dan seorang teman sebaya yang sehari-hari kerjaannya cuma main game di warnet.
Lee Ji An bertemu Park Dong Hoon ketika mereka bekerja di perusahaan yang sama. Ji An bekerja sebagai pegawai outsourcing sedangkan Dong Hoon adalah manager. Dua sosok yang berbeda usia dan mengemban problematika yang berbeda pula. Dunia Lee Ji An yang dingin tersentuh kehangatan pribadi Park Dong Hoon yang baik hati. Meski kerap menunjukkan sikap tak ramah, Lee Ji An akihrnya menaruh hati pada pria yang lebih tua 20 tahun itu.
Drama ini memang menyuguhkan cerita romansa, tapi porsinya cuma sepersekian persen dari keseluruhan cerita. Chill, bro, intinya bukan itu. My Mister lebih mengedepankan kisah-kisah kehidupan yang dekat dengan masyarakat. Tentang pilihan, tentang resiko, tentang keberanian menghadapi kenyataan. Bagaimana seseorang yang menghalalkan segala cara karena himpitan ekonomi. Bagaimana seseorang merelakan semua yang ia punya demi mengambil pilihan yang menenangkan hatinya. Bagaimana seseorang mengedepankan kebahagiaan dan ketentraman orang-orang yang disayang meskipun dalam diam, perasaannya kerap dilanda gundah. Bagaimana seseorang berdamai dengan kegagalannya dan memaafkan masa lalunya. Semua orang punya derita dan masalahnya masing-masing. Fighting their on battle and crying their own sadness. Namun, seperti apapun kisah hidupnya, semua orang berhak untuk bahagia dan hidup lebih baik. Adapun bumbu cinta yang terselip here and there di dalam drama ini, bukanlah cinta-cinta murahan melainkan perasaan yang lebih deep and meaningful.
Bahkan ya, dalam salah satu soundtracknya aja yang judulnya 어른 (artinya Adults) makna liriknya dalem banget dan semakin menambah ke-gloomy-an di serial ini. 아플 만큼 아팠다 생각했는, 아직도 한참 남은 건가 봐 (apeul mankeum apassdasaenggakhaess neunde, ajikdo hancham nameun geonga bwa) yang artinya "Gw kira ini udah cukup sakit, ternyata masih ada lebih banyak lagi". Terus ada lagi liriknya 눈을 감아 보면, 내게 보이는 내 모습, 지치지 말고, 잠시 멈추라고. 갤 것 같지 않던, 짙은 나의 어둠은, 나를 버리면, 모두 갤 거라고 (Nuneul gama bomyeon, naege boineun nae moseup, jichiji malgo, jamsi meomchurago. Gael geot gatji anhdeon, jiteun naui eodumeun, nareul beorimyeon, modu gael georago) yang artinya "Ketika gw nutup mata, gw lihat diri gw sendiri trus bilangin, udah nggak usah capek-capek, istirahat aja dulu. Kegelapan yang tebal itu, yang keliatannya nggak akan pergi, nanti juga pergi kalau gw udah ngelepasin diri". Fix ini jleb tepat di tengah hatiku!
Saya sudah menjadi penggemar Lee Sun Gyun sejak pertama kali menonton filmnya yang berjudul Helpless. Semakin kagum ketika menonton filmnya yang berjudul A Hard Day, tapi puncaknya sih memang di My Mister ini. Seolah-olah, di drama ini sang penulis cerita ingin memperjelas keindahan Lee Sun Gyun lewat tokoh Park Dong Hoon. Karakternya kalem banet tapi bisa tetap memukau dalam segala ekspresinya, mau itu lagi diem aja sekalipun. Bahkan suara napas dan langkah kakinya aja bisa bikin saya semakin jatuh cinta. Oh My God! Saya mengakui saya resmi jadi budak cinta Lee Sun Gyun.
Kualitas akting IU juga saya nggak pernah ragukan. Been a fan of her since I watched Dream High. Kalau kata Wikipedia, sejak IU debut, dia sudah meraih lebih dari 200 nominasi dan memenangkan 90 diantaranya. Dia bukan cuma idol yang aji mumpung trus ikut-ikutan main sinetron, tapi emang serius mengejar karirnya sampai ikut kelas akting sebelum dia jadi idol. Bagi kalian yang tau, kisah nyata kehidupan IU sebelum terkenal, rada mirip dengan peran yang dimainkan di My Mister. Yah mungkin nggak separah itu sih tapi bisa jadi IU mampu mendalami karakter Lee Ji An karena berkaca dari masa lalunya.
My Mister bisa stand out tanpa harus menjual kisah hidup konglomerat dan harta melimpah. Dialog-dialognya begitu penuh makna dengan kemasan yang ringan. (Untuk yang mau penggalan dialog berkesan dalam My Mister, bisa coba klik (di sini) atau klik (di sini). Eh, tapi kalau belum nonton mendingan jangan yaaa, supaya nggak ruin the excitment, hehe!). Tapi, tak jarang juga ada adegan di mana karakternya berakting tanpa dialog namun maksud cerita tetap bisa tersampaikan dengan baik melalui tatapan, mimik dan latar tempat.
Pelajaran yang saya petik dari menonton My Mister adalah setiap orang tetap bisa, dan berhak untuk bahagia, mau gimanapun masa lalunya. Seseorang berhak memperjuangkan hidupnya untuk jadi lebih baik meskipun orang lain bilang itu nggak mungkin lagi. Lalu tentang keikhlasan dan melepaskan. Sesuai quotenya Park Dong Hoon, "You're the one to decide. If you consider it to be no big deal then it is no big deal". Dengan suara rendah dan lembutnya, ketika dialog itu keluar dari mulutnya (tentu saja dalam bahasa Korea, tapi saya nulis quotenya versi subtitle inggrisnya ya bozzz), otomatis mata berasa anget mau nangis. Oh, satu lagi yang paling menohok. Keluarga nggak harus selamanya berasal dari ikatan darah. Nanti kalau udah nonton, kalian akan mengerti kenapa saya bisa ngomong gitu.
Intinya saya sangat mengagumi usaha terbaik orang-orang yang menjadikan drama ini ada. Sutradaranya, penulis ceritanya, aktor dan aktris, editor, pokoknya semua deh yang bisa menciptakan sebuah drama 16 episode yang begitu indah dan membekas di hati serta ingatan. Saya akan selalu merekomendasikan drama ini ke siapapun yang nanya referensi drakor karena emang My Mister patut untuk ditonton.







No comments:
Post a Comment