Annyeonghaseyo yeoleobun! Cie ileeh, sok-sok nyapa pake bahasa Korea, padahal modal nyontek di Google Translate. Kembali lagi bahas tentang per-drama-Korea-an bersama saya di Korean Drama Review 2021. Seneng nggak, bisa baca review saya lagi? Seneng dong... Kan biar semangat terus nulisnya nih saya nih. Hehehe. Tahun ini dunia drakor terlihat kembali bertabur bintang. Terbukti, di enam bulan pertama 2021, para oppa-oppa ganteng telah hadir dengan drama terbaru mereka.
Sayangnya, saat ini di Korea juga lagi rame terungkap kasus-kasus di kalangan selebriti, jadinya ada judul-judul drakor yang dibatalkan penayangannya atau karakternya ganti pemeran, karena diperankan oleh artis-artis yang kena sangkutan masalah. Ada juga tuh drama yang dicekal karena ceritanya dianggap tidak pantas ditayangkan. Besar kemungkinan, dengan adanya fenomena ini, tim produksi film dan drakor akan lebih selektif nyari aktor dan aktris, dan lebih hati-hati meramu alur cerita, supaya nggak nyusahin banyak pihak di kemudian hari.
Paruh awal 2021 didominasi oleh drakor-drakor yang genrenya "berat". Menyita pikiran dan lumayan menguras emosi jiwa. Menurut saya Korea semakin naik kelas dalam mengolah cerita, terutama yang action-action dan yang misteri-misteri. Sejak 2020, emang negara gingseng ini kelihatan banget lagi pengen nunjukin kalau mereka layak saingan sama Hollywood. Salut sih saya, mereka totalitas tanpa batas banget dan hasilnya pun nggak mengkhianati usaha. Berhubung tahun ini saya sudah mulai produktif lagi menonton drama Korea, jadinya Korean Drama Review 2021 akan dibagi menjadi 2 part yaaa. Part pertama akan tayang di bulan Juni, sedangkan part selanjutnya di akhir tahun. Ok deh, nggak usah berlama-lama lagi, mari langsung kita sidak judul-judulnya. In no particular order, here they are!
Uncanny Counter
![]() |
| Korean Drama Review 2021: Uncanny Counter |
Uncanny Counter adalah cerita yang diangkat dari webtoon berjudul sama. Mengisahkan tentang sekumpulan malaikat pencabut nyawa yang berwujud manusia. Mereka tinggal di bumi dalam sebuah penyamaran, untuk memburu para roh jahat yang bersemayam di tubuh manusia. Kalau berhasil ditangkep, para Counter akan mengantarkan mereka ke alam baka untuk diadili sesuai perbuatan. Suatu ketika, mereka harus mencari anggota baru, pengganti personil lama yang gugur dalam bertugas. Surprisingy, seorang anak SMA penyandang disabilitas bernama Soo Moon, terpilih untuk mengemban tugas tersebut. Awalnya, para personil lama sempet ragu-ragu, apa bisa nih, dia jadi Counter? Eh ternyata ada kekuatan tersembunyi dalam dirinya yang nggak diketahui sebelumnya.
More Than Friends
![]() |
| Korean Drama Review 2021: More Than Friends |
Drama yang ringan seringan kapas, tapi entah kenapa bikin saya langsung kepincut. Mungkin karena dalam ceritanya, saya berhasil dibuat berempati sama masing-masing karakter yang ada, apalagi pemeran utama perempuannya. Kenapa saya bilang gitu? Karena saya juga pernah melakukan hal-hal bodoh yang dia lakukan, saat belum bisa move-on dari cinta lama, hahahaha! π Sebenernya ini kisah yang bikin geregetan sih, tapi ya itu, seperti yang saya bilang tadi, saya bisa memahami sudut pandang masing-masing karakternya. Semua orang pasti pernah bodoh dalam masalah percintaan. Pernah bucin juga. Pernah menyesali keputusan juga. And those are normal. Sceneries dalam drama ini yang dipadukan dengan sinematografi yang apik bikin drama ini sukses memanjakan mata. Saya udah nulis disclaimer loh ya di awal, kalau serial ini ringan seringan kapas. So expect nothing and just enjoy the flow.
More Than Friends mengisahkan tentang jalinan pertemanan dan bunga-bunga cinta yang bermula saat masa SMA. Woo Yeon adalah cewek polos yang naksir sama temennya sejak SMA, Lee Soo. Udah nyatain cinta dua kali dan ditolak, anehnya Lee Soo selalu baik dan maunya deket sama Woo Yeon terus. Kelihatannya kaya nggak mau kehilangan fans, padahal sebenernya Lee Soo denial sama perasaannya, karena ada trust issue yang tercipta dari kegagalan rumah tangga orang tuanya. Selepas SMA, Lee Soo berangkat ke Amerika untuk ngejar mimpinya. Woo Yeon yang selama 10 tahun ngerasa belum dapat closure yang tepat, jadinya nggak bisa move on, meskipun udah gonta ganti pacar. Ketika takdir kembali mempertemukan mereka, one of them merasa meeting the right person at the wrong time dan satunya lagi meeting the wrong person at the right time. Kaciaaannn..
Run On
Beruntunglah Run On masih bisa menyeret saya sampai ke episode terakhir. Saya nggak pernah bisa nggak ketiduran tiap nonton 1 episode, makanya butuh waktu lebih lama untuk bisa khatamin serial ini. First of all, lagi-lagi saya hanya subjektif aja nih ya. I've been unliking the main lead actress, Shin Se Kyung, since the moment I watched her in When A Man Loves. Kesan perempuan nggak tau diri di drama tersebut masih lekat erat tertempel di benak saya. Sejak saat itu, maap maap nih, saya jadi ilfil duluan setiap liat teaser drakor yang ada Shin Se Kyungnya. Pernah sih sempet selesain satu drama dia yang judulnya A Girl Who Can See Smell, itupun karena karakter antagonisnya keren banget, jadinya saya masih dapet serunya. But still, I hate her character there. The trauma last longer than I expected, wkwkwk!
Run On mengisahkan tentang seorang atlet lari bernama Kim Seon Gyeom, yang memilih menyudahi karir olahraganya, karena merasa nggak nyaman lagi untuk dijalanin. Dia bertemu dengan seorang penerjemah yang biasa bikin subtitle untuk film barat gitu, namanya Oh Mi Joo. Udah ya selebihnya nonton sendiri, hahaha! Asli saya males banget ngereview Run On. πBisa tamatin aja udah prestasi. Intinya kalau emang lagi nyari drakor yang ringan seringan dosa bayi baru lahir, mungkin bisa coba nonton ini. Saya nggak rekomen loh ya, cuma bilang aja "mungkin" bisa dicoba kalau emang butuh. Jangan salahin saya kalau udah nyoba nonton trus nggak demen, wkwk!
Vincenzo
Aduuuuh, mas duda bikin saya jatuh cintaaaa. Tadinya saya tuh agak kurang dapet "duren vibe" nya dari si Song Joong Ki ini, pas nonton film terbaru dia yang judulnya Space Sweepers. Sempet tuh saya curhat sama temen saya, "Kayanya cuma dia deh duda muda yang kurang menggoda", hahaha! Tapi perkataan itu akhirnya saya ttttaaarrrrik lagi setelah liat penampilannya di Vincenzo. Hmm, apa boleh ya saya pakai kata "menggiurkan" untuk mendeskripsikan betapa hot nya Song Joong Ki? From sexy soldier into badass mafia. Uhh, feel free to unwrap meehhh!! πNggak cuma penampilannya sih, kualitas aktingnya juga terlihat meningkat dalam serial ini. Nggak hanya Song Joong Ki, ada mas Taecyon juga lohhh di Vincenzo. Ini jadi drama pertama Taecyon setelah selesai wajib militer. Entah kenapa dia rela ngelepas kewarganegaraannya di Amerika, untuk bisa sepenuhnya menjadi orang Korea dan ikut wajib militer. Alamakk... Kenapa dia pulang wamil malah jadi makin hot gak karuan gituuu sihhh?? Toloooongg jelaskaaannn... Nggak cuma secara visual, perannya di sini nyata banget membuktikan kalau kualitas aktingnya bener-bener bold. Bahkan saya berani ngakuin, akting Taecyon lebih keren daripada Joong Ki di serial ini.ππ Udah ah, cukup cukup fangirlingnya. Sekarang fokus ke drakornya, ya. Ayo, fokus!
Berdasarkan data bulan Mei 2021, Vincenzo ada di posisi ke-2 dalam deretan drama dengan rating tertinggi tahun 2021 dan berada di posisi ke-6 deretan drama TvN dengan rating tertinggi sepanjang sejarah. Berkisah tentang seorang pengacara geng mafia di Italia (disebutnya consiglier) bernama Vincenzo Cassano. Setelah bosnya mati, Vincenzo kembali ke tempat kelahirannya, Korea, untuk melarikan diri, karena ada pertikaian antar sesama anggota mafia di Italia sana. Selain itu, dia juga mau ngurus pembelian sebuah gedung bernama Geumga Plaza, karena ada hal besar yang tersembunyi di dalam situ. Ternyata, sesampainya di Korea, dia malah jadi punya petualangan baru bersama para penghuni Geumga Plaza. Vincenzo bekerja sama dengan pengacara perempuan bernama Hong Cha Young, untuk bantuin para penghuni, melawan perusahaan Babel yang pengen ngancurin gedung itu.
Pas episode awal-awal, masih banyak missing pieces yang bikin jadi bingung ngikutin ceritanya, tapi perlahan mulai kelihatan benang merahnya di tiap-tiap episode. Kalau udah masuk episode 9, siap-siap ya ketagihan dan ga bisa berhenti sampai tamat. Iya, serius, se-seru itu emang. Salut sama penulis ceritanya yang bisa bikin banyak banget karakter pendukung, namun masing-masing dari mereka punya cerita uniknya sendiri, meninggalkan kesan mendalam, dan punya peran pentingnya masing-masing untuk mendukung keseluruhan cerita. Semua karakter di serial ini bikin susah move on. Plot twistnya juga banyak dan rata-rata pada bikin terkaget-kaget. Endingnya pun manis banget, bikin hati adem dan puas udah ngikutin drakor ini. Sesuai banget untuk menggambarkan slogan si Vincenzo yang suka "Membalas kejahatan dengan kejahatan". Ciamik lah pokoknya. Harus nonton ya, guys. Plis banget harus nonton!
Move to Heaven
Move to Heaven bercerita tentang seorang pemuda bernama Geu Ru, pengidap sindrom Asperger. Geu Ru selama ini tinggal hanya bersama sang ayah dan mereka menjalankan usaha bernama Move to Heaven. Ketika sang ayah meninggal, Geu Ru terpaksa tinggal bersama adik tiri dari ayahnya yang baru keluar dari penjara, namanya Jeong U. Sebagai anggota keluarga yang baru ketemu gede dan hidup dari latar belakang yang jauh berbeda, jelas menimbulkan konflik antara Geu Ru dan Jeong U. Mereka punya waktu percobaan tiga bulan, sebelum bisa memutuskan apakah Jeong U layak jadi walinya Geu Ru untuk seterusnya.
Drama pendek 10 episode yang bisa bikin hatimu teraduk-aduk. Tapi maaf beribu maaf nih, saya mau sedikit kasih unpopular opinion dulu. Saya lumayan tersentuh sama ceritanya tapi outputnya nggak se-lebay review kebanyakan netizen yang udah nonton juga. Mulai dari episode 6 memang udah mulai makin kenceng kocokan dramanya, tapi saya hanya meneteskan air mata di 2 episode terakhir aja. Mungkin kalian bisa coba sendiri aja ya nonton dan beri penilaian sendiri seberapa sedih drakor ini. Kalau untuk saya sih, sedih tapi nggak sedih banget. Eh, tapi konsep cerita di serial ini cukup unik, loh. Usaha Move to Heaven dalam cerita ini adalah pekerjaan membersihkan kediaman orang yang udah meninggal. Bukan hanya membersihkan barang-barang di dalam ruangan itu aja, tapi juga kenangan-kenangan yang tersisa. Aslinya di Korea pekerjaan ini bener-bener ada. Tapi dikhususkan untuk orang yang hidup sendirian, karena di Korea banyak banget orang yang tinggal seorang diri, kesepian dan meninggal sendirian.
Mouse
Wah, nulis review ini membuat saya kembali mengingat excitment yang terasa ketika nonton drakornya waktu itu. Sejauh ini, Mouse adalah serial yang paling remarkable di tahun 2021. π Kalau di part pertama Korean Drama Review 2021 ini, Mouse deh yang jadi juara. Eh, bentar bentar deh, saya harus mikir dulu nih mau mulai nulisnya dari mana. Soalnya saya nggak mau nanti review ini malah merusak hak asasi kalian menikmati drakor, kalau sampai mengandung spoiler. Jadi, Mouse mengisahkan tentang psikopat-psikopat yang ada di Korea. Pemerintah Korea mengecam keras tindakan keji para psikopat yang udah mengakibatkan banyak korban jiwa. Salah satu ilmuwan Korea, menemukan teknologi yang bisa mengidentifikasi gen psikopat dalam setiap bayi, sejak masih dalam kandungan. Nah, karena itu, pemerintah mewajibkan tes tersebut dilakukan, untuk meminimalisir tumbuhnya benih-benih penjahat di muka bumi. Jika hasilnya positif psikopat, sang ibu disarankan untuk menggugurkan kandungannya. Sementara itu, ada seorang detektif bernama Moo Chi yang terobsesi mengejar psikopat, karena punya kenangan pahit, semua keluarganya meninggal dibunuh sama psikopat. Niatnya adalah dia pengen nangkep satu psikopat, trus dia bunuh, supaya bisa masuk penjara dan ketemu sama si psikopat yang bunuh keluarganya, trus mau dia bunuh pake tangannya sendiri. Mudeng nggak maksudnya? Hahaha, saya terlalu banyak pake kata psikopat ampe pusing sendiri nih jadinya. Nah, Moo Chi ini bekerja sama dengan Ba Reum, perwira polisi yang dikenal sebagai orang yang baik hati, untuk mengungkap kasus berantai yang menyeret salah satu sahabat Ba Reum sebagai korbannya.
First of all, saya mau bilang kalau semua pemain di drakor ini aktingnya bagus. Bener-bener se-mu-a-nya. Bukan lagi bicara tentang kualitas nangis dan marah aja ya. Sutradaranya tuh pikirin detailnya sampai di gerak-gerik orang bohong itu gimana, gerak-gerik orang bingung kalau abis denger berita mengejutkan itu gimana, ekpresi psikopat itu gimana, dan masih banyak detail lainnya. Lee Seung Gi dan Lee Hee Joon dalam serial ini aktingnya bener-bener di luar dugaan. Saya nggak bisa cerita lebih detail, luar biasanya tuh di bagian mana, kalian harus buktiin sendiri. Yang jelas, nggak mungkin banget kalau sampai mereka nggak dapat penghargaan apapun lewat akting mereka di Mouse.
Second of all, saya juga mau mengapresiasi kinerja gemilang sang script writer, Choi Ran, yang seolah kemasukan setan psikopat, sampai bisa bikin serial secerdas ini. Bagi saya, seorang penikmat film dan serial yang kastanya masih amatir ini, kalau dikasih 1 plot twist aja kadang tuh udah girang. Nah di Mouse ini saya dikasih plot twist banyak banget rasanya tuh ampe pengen salto, roll depan, roll belakang, saking pusingnya, but in a good way ya ini maksudnya. π Jarang loh saya tuh ngerasa seru banget nonton satu judul drakor tapi juga ngerasa nggak sanggup untuk marathon episodenya banyak-banyak. Bukan karena bosan, tapi karena ceritanya terlalu berat dan menguras emosi. Saya cuma sanggup maksimal 3 episode per hari, abis itu stop dulu dan lanjut besok lagi. Lebih dari itu saya stress sendiri bawaannya. Dijamin abis tamat nonton Mouse kalian langsung jadi dapet gelar S.Psik, Sarjana Psikopat, wkwkwk! Selesai nonton ini, saya sempet berhenti 1 minggu, nggak mau nonton apa-apa dulu, karena bener-bener pengen istirahatin otak dulu. Terlalu gila Mouse ini memang.
Taxi Driver
Taxi Driver mengisahkan sekelompok orang yang memiliki luka pedih di masa lalu dan merasa terkhianati oleh hukum yang berlaku di Korea. Mereka tergabung dalam perusahaan Rainbow Taxi, milik Jang Sung Chul. Kedoknya sih layanan taksi, tapi di balik layarnya, mereka membantu orang-orang yang nggak dapet keadilan hukum untuk bales dendam. Sesuai dengan slogan mereka, "Jangan Mati. Balaskan Dendammu, Kami Bantu", mereka menangkap orang-orang jahat dan memberikan ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya. Meskipun memiliki tujuan mulia, tapi tindakan anggota Rainbow Taxi ini jelas-jelas ilegal, jadinya mereka nggak luput juga dari kecurigaan jaksa yang menangani kasus-kasus penjahat yang mereka tangkep itu.
Setelah nonton Lee Je Hoon sebagai petinju tengil dan slengean di Move to Heaven, saya nonton dia jadi supir taksi super cool dan karismatik di Taxi Driver. Anehnya, saya malah lebih sering nangis nonton Taxi Driver yang genrenya action crime, daripada Move to Heaven yang jelas-jelas genrenya drama. Mungkin hormon saya sedang bermasalah ππWalaupun menurut saya serial ini belum bisa ngalahin Mouse, tapi kualitasnya layak disandingkan. Rating episode pertamanya aja berhasil hits 12,3 persen dan episode keduanya 14,2 persen. Taxi driver diangkat dari webtoon berjudul The Deluxe Taxi. Eh, tapi ini beda ya sama film A Taxi Driver yang tayang tahun 2017 lalu. Menonton serial ini jadi terasa lebih seru setelah saya tau kalau cerita-cerita di dalamnya diangkat dari kisah nyata. Episode terakhirnya jelas banget menyiratkan akan dibuat season 2. Kalaupun begitu, saya senang mereka nggak bikin endingnya menggantung, jadi nungguinnya juga nggak harap-harap cemas. Ngarep aja, cemas enggak, hehehe. Mungkin bisa ya dibuat jadi kaya Voice gitu sampai ada 4 seasons. Pasti akan sangat menarik. One more good thing, drakor ini mengandung banyak iklan built-in loh. Minuman protein, alat pembayaran non-tunai, vitamin, dan masih banyak lagi. Tapi saya salut, mereka bisa menyisipkannya rapih dalam dialog jadi terasanya smooth banget. Indonesian series maker should learn from this drakor.
Sisyphus
Mungkin para pembaca lama Korean Drama Review saya, udah tahu betul bagaimana "love hate relationship" saya dengan Park Shin Hye. I don't like her but I can't deny her intelligence in choosing the characters and stories. Ketika mulai muncul trailer Sisyphus ini, saya pun menanti dengan sabar dengan hati agak deg-degan. "Gile, apalagi nih sekarang Park Shin Hye? Perannya pake berantem-beranteman gitu", ujar saya dalam hati. Sisyphus bercerita tentang sebuah time machine yang diciptakan untuk menyelamatkan Korea Selatan dari bencana besar yang memporak porandakan satu negara. Han Tae Sool adalah seorang mekanik yang jenius banget dan memiliki perusahaan teknologi terbesar di Korea Selatan. Suatu hari, ketenangan hidupnya terganggu ketika dia bertemu Kang Seo Hae, orang yang ngaku dateng dari masa depan untuk jadi penyelamatnya. Kang Seo Hae adalah satu dari sekian banyak orang, yang pakai time machine untuk kembali ke masa lalu. Di masa kini, orang-orang yang datang dari masa depan itu, diburu oleh petugas imigrasi, karena dianggap imigran gelap yang bisa membahayakan keberlangsungan hidup banyak orang. Jadilah si Kang Seo Hae punya dua PR, yaitu melindungi Han Tae Sool sekaligus menyelamatkan diri dari para petugas imigrasi.
Well, surprisingly netizen ternyata banyak yang kecewa. Ada yang bilang ceritanya ribet, dan ada juga yang sebel sama endingnya. Saya jadi sempet goyah, apa mending tetep nonton atau gak usah aja nih... Tapi akhirnya saya nonton untuk membuktikan sendiri pendapat orang-orang itu dan ternyata bagus bener ini drakor. Yailah.. Untung saya ga dengerin netijen. π For me, ending yang dibilang gantung sama orang-orang itu, I just like it the way it is. Nggak segantung itu juga kok. Kan nggak semua serial harus punya ending yang jelas dan memenuhi kesenangan netizen, kan? Lagian juga, susah kali bikin ending yang bener-bener closure gitu, untuk cerita bertemakan time travel. Orang-orang pada berharap, Sisyphus akan dibuat season kedua, agar bisa mengobati sakit hati, tapi menurut saya, tanpa adanya kelanjutanpun sudah cukup memberikan ending yang jelas sih, hanya saja penuh dengan semiotika. Hal ini sebenernya membuka kesempatan bagi khalayak untuk punya persepsi mereka sendiri. Karena itu kan ya muter-muter gitu aja ceritanya. Maju, mundur, maju lagi, mundur lagi. Bagi saya, si orang-yang-not-a-big-fan-of-drakor-bertema-time-travel ini, Sisyphus berhasil membuat saya menikmati dari episode pertama hingga terakhir. Mata saya seolah termanjakan secara maksimal oleh visual-visual yang disuguhkan (if u kno wht I meanπ). Oh, by the way, saya harus angkat topi nih untuk akting Sung Dong Il. Aki-aki ini emang luwar biyasah. Bisa-bisanya dia menunjukkan karakter jahat, bengis, sadis, dan karakter fluffy, gemes, bikin sayang, sekaligus dalam satu drakor? Kalau mau nilai kualitas akting, beliau sih highlightnya di drakor ini. Ayo guysss, nontonnn... Jangan hiraukan para netizen yang bilang Sisyphus jelek. Menurut saya serial ini layak diapresiasi.
Soul Mechanic (Fix You)
Drakor ini sebenernya udah tayang dari tahun lalu, tapi saya baru tamatin di awal tahun 2021. Film yang lumayan mengaduk-aduk emosi sih ya. Mengisahkan tentang kehidupan para psikiater dan pasien-pasiennya. Pasien dan psikiater semuanya punya masalah psikologisnya masing-masing. Jadi, bukan berarti orang-orang yang kerjanya ngobatin mental orang itu, adalah oang-orang yang mentalnya sekuat baja. Mereka juga manusia dan bisa juga mengalami gangguan psikologis. Jung So Min sebagai pemeran utama di serial ini menjadi seorang artis musikal yang memiliki Borderline Personality Disorder. Ia dirawat oleh seorang psikiater bernama Lee Si Joon (diperankan oleh Shin Ha Kyun) yang juga mengalami gangguan mental yaitu Post Trauma Stress Disorder karena dulu pernah ditinggal bunuh diri sama pasiennya yang juga mengidap Borderline Personality Disorder.
Serial Soul Mechanic menurut saya sangat informatif tentang seluk beluk mental health. Mulai dari macam-macam penyakitnya, penggambaran tentang gejala-gejala gangguan jiwa, stigma-stigma yang beredar seputar orang yang menderita gangguan jiwa, dampak yang bisa aja terjadi kalau terus menerus menekan perasaan, tentang hal-hal apa yang bisa kita lakukan ketika ada orang terdekat yang mengalami sakit mental, sampai kemungkinan perasaan-perasaan yang bisa aja muncul ketika seorang psikiater mengobati pasien. Serial ini tidak menjadikan para flower boy and girl sebagai pemeran di dalamnya. Pemeran utamanya aja si Shin Ha Kyun. Udah ahjussi, gak ganteng lagi. Wkwk. Soul Mechanic juga penuh dengan quotes ringan namun ngeresep sampe ke sanubari. Nih saya kutip tiga quotes yang menurut saya berkesan. Yang pertama, "Pasien darurat itu nggak harus pasien yang berdarah-darah". Kita kadang mengasosiasikan orang luka parah itu harus yang visualnya bonyok atau luka-luka. Padahal kenyataannya, orang yang sakit mental parah kan bisa aja orang yang senyumnya paling lebar di society. Yang kedua, "Jangan mengukur diri dengan standart orang lain". Ini yang sering bikin kita jadi kurang mengapresiasi diri. Bikin kita ngerasa belum berhasil cuma karena kita ngukurnya pakai standar orang lain, ataupun standar orang kebanyakan. Yang ketiga dan yang paling joss adalah "Orang yang menyadari ada orang yang sakit adalah orang yang lebih sakit".
Love ft Marriage and Divorce
Saya berhasil kepincut lagi nih sama serial tentang perselingkuhan. Ini semua gara-gara racun spoiler netizen di aplikasi Tiktok. Bagi kalian yang udah lama ngikutin review-review saya, pasti tau kalau saya paaaaling nggak tahan sama serial Korea yang mengangkat tema perselingkuhan. π
Dari sekian banyak judul drakor perselingkuhan, seinget saya yang berhasil saya tamatkan cuma When A Man Love, The World of Married Couple, sama Love ft Marriage and Divorce ini. Well, I mean, ini serial yang tema besarnya perselingkuhan ya. Kalau yang perselingkuhannya cuma sekedar jadi bumbu cerita aja sih banyak. Serial Love ft Marriage and Divorce memberikan gambaran tentang tiga rumah tangga, dengan kisah yang berbeda, latar belakang berbeda, karakter suami dan istrinya pun beda-beda juga, tapi intinya semua suaminya itu selingkuh.
Seperti The World of Married Couple, serial Love ft Marriage and Divorce ini menyiratkan banyak pelajaran tentang berumah tangga. Kalau di sini, sudut pandangnya tidak semata-mata menyalahkan laki-lakinya tapi ada faktor kesalahan istri dan kesalahan si wanita selingkuhan juga. Jadi saling berkaitan. Meski begitu, mau apapun alasannya, lari dari masalah dengan cara berselingkuh adalah suatu kesalahan besar sih. Runyam deh pokoknya. Setelah seleasai nonton, saya jadi makin insecure untuk nikah lagi, hahaha! Peristiwa-peristiwa yang disuguhkan dalam drakor ini cukup mencengangkan dan bikin tepok jidat. Ketika menonton tiap episodenya, pasti ada aja deh momen saya maki-maki tv saya di kamar karena geregetan nontonnya. π€ Kalian kalau mau nonton Love ft Marriage and Divorce ini, harus siapin mental dulu ya, dan usahakan pas lagi nggak banyak deadline kerjaan atau tugas kuliah kalau nonton ya, jadi nggak rungsing bawaannya, hahaha! Oh iya, serial ini masih bersambung ke season kedua ya, guys. Tapi nggak usah khawatir, kalau mau mulai nonton dari sekarang juga nggak apa-apa, karena season keduanya udah mengudara 12 Juni ini kok. Sikaaaatt, gengs!
Dark Hole
OCN emang juaranya nayangin serial Korea yang penuh debar membara. Drakor ini hanya ada 12 episode, dan memadukan genre fantasy, thriller dan mystery. Berbeda dengan kebanyakan serial Korea yang mengadaptasi cerita dari webtoon, nah si Dark Hole ini malah ceritanya diadaptasi untuk jadi webtoon. Mengisahkan tentang sebuah lubang misterius yang muncul mendadak di tengah hutan. Dari lubang itu, muncul asap hitam yang kalau dihirup sama orang, bisa menyebabkan mereka berubah jadi zombie. Tapi rupanya, nggak semua orang itu berubah ketika menghirup si asap misterius. Apa trigger lain yang bikin mereka berubah? Nah, itu dia yang jawabannya harus kalian cari dengan cara nonton sampai abis, wkwkwk!
Saya sempat kira Dark Hole kurang dapat spotlight dari khalayak ramai. Soalnya, jarang muncul di FYP Tiktok dan explore IG saya. Ternyata pas nanya mbah Google, katanya serial ini mendulang rating tinggi dari penayangan perdana. Sepertinya sang script writer merasa kalau nakut-nakutin pake zombie itu nggak cukup, jadi dia nambahin unsur roh jahat, pembunuh, dukun, dan sekte sesat juga dalam drakor ini. Semua saling erat berkaitan, menjadi semacam "sebab akibat" gitu deh. Menonton Dark Hole akan sedikit mengingatkan kamu pada vibe nya Sweet Home dan Train to Busan. Karena hanya ada 12 episode, ceritanya jadi berkesan padat dan berisi. Well packed, nggak ada celah untuk bosen nontonnya. Walaupun begitu, saya butuh waktu lumayan lama nyelesain serial ini. Alasan utamanya karena saya takut. Wkwkwk. Maklum lah saya kan sen cheokhaneun geobjaengi, hahaha!
So I Married an Anti-Fan
Drama Korea ini merupakan adaptasi dari novel dengan judul sama, yang juga sudah pernah diangkat sebagai film layar lebar di Cina dan sukses besar. So I Married an Anti-Fan ternyata udah selesai syuting dari tahun 2018, tapi baru berhasil ditayangkan tahun 2021. Pada tahun 2018, entah kenapa semua stasiun TV nggak ada yang mau siarin serial ini. Setahun kemudian, para pemeran utamanya harus ikut wajib militer, jadinya nggak memungkinkan untuk tayang. Kalau mau dipaksain, nanti pas promo drakornya, nggak ada pemeran pria yang bisa ikutan. Mungkin sekaranglah saat yang tepat untuk ditayangkan.
Serial ini emang menyuguhkan cerita yang ringan, tapi rating di IMDb 8/10 loh. Bukhan Mhaeen! ππ So I Married an Anti-Fan mengisahkan tentang seorang reporter wanita bernama Geun Young yang harus merelakan karirnya gara-gara punya masalah kesalahpahaman sama selebriti yang lagi naik daun, Who-Joon. Gara-gara dendam, Geun Young nulis hate comments gitu tentang si seleb dan ujung-ujungnya jadi bikin geger dunia maya. Geun Young juga demo di kantor agensi Who-Joon, karena ngerasa pemecatan dia di kantor ada hubungannya sama si seleb. Aksi demo Geun Young diliput media dan akhirnya dia jadi terkenal sebagai seorang haters. Bagaikan aji mumpung, produser TV membuat ide reality show dimana seorang idol tinggal bareng sama hatersnya. Setelah berbagai pertimbangan panjang dan udah setengah kepepet, akhirnya Who-Joon dan Geun Young sepakat tampil di acara itu.
Saya sih seneng ya sama serial ini. Semacam jadi pengalihan, setelah rentetan drama thriller, crime, and mystery yang melelahkan jiwa dan raga itu. So I Married an Anti-Fan cocok banget jadi pilihan untuk menetralisir diri dari cerita yang tegang-tegang, karena nonton ini cuma perlu menikmati aja, nggak pakai mikir. Salah satu serial romantic comedy yang porsi romantis dan komedinya sama-sama pas. Sound effects yang dipakai di berbagai adegan berguna banget untuk emphasize kelucuan yang disuguhkan. Akting para pemainnya juga nggak lebay jadi feelnya dapet. Kenyataan bahwa pemeran utama perempuan dan laki-lakinya sama-sama udah punya pacar, tapi tetap bisa bring on such a sweet intimacy, jelas membuktikan bahwa mereka adalah aktor dan aktris yang profesional. Oh, one more plus point, tiap episode dalam drama ini potongan bersambungnya nggak terlalu gantung sampai bikin penasaran, jadi kalian nggak dibuat addict gituloh untuk harus lanjutin terus sampai tamat. Bisa jeda dulu dengan hati tenang, tanpa rasa berdosa, hehehe.
Not Yet 30
Not Yet 30 mengangkat cerita tiga cewek yang udah sahabatan sejak SMA, sampai saat mereka udah mau masuk umur 30. Tak hanya punya profesi berbeda, jalan percintaan mereka juga beda-beda dan punya keseruan masing-masing. Salah satu dari mereka adalah seorang komikus bernama Ji Won, yang dipertemukan kembali dengan cinta monyetnya, Seung Yoo lewat sebuah proyek bersama. Nggak pake basa-basi, mereka yang merasa udah lebih dewasa dan straight forward, langsung memutuskan mau jalanin hubungan. Kenyataannya, sama-sama cinta aja nggak cukup untuk jalanin hubungan itu.
Sempet underestimate sih sama serial ini karena saya memang udah jarang banget bisa kepincut drama ringan. Temen saya rekomendasiin Not Yet 30 setelah selesai nonton Vincenzo. Katanya sih biar bisa move on. Yaudahlah, saya coba aja, karena toh cuma drama pendek gitu, 15 episode berdurasi setengah jam. "Nothing to lose lah yaa", pikir saya. Ehh, rupanya ini drama ringan-ringan bisa gigit juga, hahaha! πWalaupun mulut ini nggak bisa berenti komentarrrr sendiri di tiap episodenya, tapi tetep kok saya menikmati. Sempet bikin keinget juga sama seorang pria bermulut manis yang bikin patah hati tahun lalu. Aheyy! Nggak usah dibahas. Trus si Kang Min Hyuk di sini saya perhatiin kok malah mirip sama Lee Hak Joo yang main di Sweet Munchies ya? Saya nggak bisa melewatkan tiap scene Kang Min Hyuk tanpa terbersit muka dan gerak-geriknya Lee Hak Joo, hahaha.
Youth of May
Youth of May berlatar tahun 1980an, di mana pada era tersebut, situasi Korea kan lagi rusuh karena kudeta militer. Kalian bisa googling aja cerita lengkapnya. Banyak mahasiswa yang dibantai karena melakukan demonstrasi melawan pemerintahan. Nah, Youth of May mengisahkan perjuangan cinta mahasiswa kedokteran bernama Hwang Hee Tae dan seorang perawat bernama Kim Myeong Hee, di tengah kelamnya situasi Korea tahun 1980. Hee Tae nggak melanjutkan pendidikan kedokterannya karena mengalami sebuah trauma. Sedangkan Myeong Hee adalah sosok wanita lembut hati, tapi pemberani, yang punya cita-cita sekolah di luar negeri. Hubungan mereka ditentang sama ayahnya Hee Tae, yang merupakan kepala investigasi para antikomunis. Hee Tae dijodohin secara paksa sama sahabatnya Myeong Hee, Soo Ryeon, yang merupakan anak bontot dari pemilik pabrik farmasi. Soo Ryeon, sebagai salah satu anggota mahasiswa antikomunis, benci banget sama bapaknya Hee Tae, yang kerjaannya nyiduk dan nyiksa mahasiswa-mahasiswa pemberontak.
Serial ini hanya berisi 12 episode tapi harusnya sih masih bisa dipersingkat lagi. Saya nyaris menyerah di episode 4, untung masih bisa disabar-sabarin sampai akhir. Di awal episode pertama, saya sempat mengira Youth of May bakalan jadi serial bergenre thriller, karena ada adegan ditemukannya tengkorak, di sebuah area konstruksi. Kemudian mulai ada sedikit bumbu humor, dan setelah episode 5 intensitas mellow yellownya semakin tinggi dan mulai terasa seru. Youth of May ini kuat banget "retro" vibe nya. Mulai dari pakaian, properti, bahkan lambatnya tempo cerita. Akting pemain yang jaim-jaim dan gaya pacaran yang kaku tapi deep, menurut saya juga sengaja dibuat untuk memperkuat kesan "80an" itu. Kesan yang saya tangkap dari serial ini adalah, orang jaman dulu itu semangat juangnya tinggi banget. Mau itu untuk keluarga, untuk hidup, untuk cinta, they fought really hard. Apalagi jaman dulu kan akses komunikasi dan transportasi masih terbatas banget. Ujian untuk sebuah hubungan dan komtimen itu terbilang lebih berat dari sekarang.
Nonton Lee Do Hyeon dan Go Min Si beradu akting sebagai sepasang kekasih, setelah sebelumnya berperan sebagai kakak adik di Sweet Home, bikin saya jadi teringat aktris Hollywood, Shailene Woodly. Dia berakting dengan Ansel Elgort sebagai kakak adik di film Divergent, trus abis itu mereka jadi sepasang kekasih di film The Fault in Our Stars. Saya bayanginnya rada aneh gitu, hahaha! Kalian ngerasa gitu juga nggak sih? Walaupun tipis-tipis, tapi tuh kalau lagi ada adegan mesra, terbersitnya seolah mereka pasangan inses, wkwkwk. Sorry sorry, pikiran saya doang itu yang kejauhan. Anywaaay, karena udah nempel banget karakter antagonis dari serial-serial terdahulu, Go Min Si ketika dapat peran protagonis, kesannya jadi kaya kurang pas gitu. Paham sih, emang karakter Myeong Hee disini merupakan wanita yang feminim namun pemberani, tapi wajah tengilnya ituloh, nggak bisa ditutupin. π Kalau Lee Do Hyeon menurut saya pas-pas aja mainin karakter Hee Tae. Kaku, badan tegap dan senyum menawan, cool tapi suaranya bikin hati meleleh, gentleman banget tingkah lakunya. But I am looking forward to see his next projects with improved acting quality.
Sebenarnya ada beberapa judul drakor yang juga saya tonton, tapi nggak berhasil membawa saya sampai ke garis tamat. Maybe they were the right drakor in a wrong time. Or they were just not entertaining enough for me. Saya spill aja ya judul-judulnya. Siapa tau kalian mau coba nonton. Inget, saya berpendapat hanya subjektif saja loh yaa.. Bisa aja kan, serial-serial yang nggak berhasil saya tamatkan malah berkesan bagi sebagian orang. You should still give them a try, tho. In no particular order, here they are....
Lovestruck in the City
Sorry to say, drama ini nggak berhasil bikin saya bertahan sampai tamat, meskipun pemeran utamanya Ji Chang Wook. Bahkan paruh awalnya aja nggak nyampe. Padahal di akhir tahun kemarin, saya sempat menanti-nanti drama ini loh. Ekpektasi saya, Lovestruck in the City akan jadi cerita romansa yang simpel tapi dekat dengan realita. Sebenarnya memang iya sih, cerita ini relate sama kehidupan sehari-hari. Sayangnya kemasannya aja yang nggak asik. Walaupun udah dibikin durasinya hanya 30 menit per episode dan tayang seminggu dua kali, masih aja nggak menolong. Ji Chang Wook juga menurut saya emang nggak cocok kalau main di drama yang romance-romance begini. Kalau serial action yang disisip romance sih ciamik banget tuh, seperti di Healer dan K2.
True Beauty
Huhuhu, sayang skali True Beauty juga nggak berhasil saya tamatkan, padahal hype drakor ini lumayan besar juga pada masa penayangannya. Banyak juga yang kejebak cinta sama secondlead, sementara alasan utama saya nggak tertarik nonton serial ini karena ilfil sama second leadnya, hahaha! Soalnya saya nggak sengaja nemu foto dia jaman belum permak diri di Google. So sorry, tapi gara-gara hasil pencarian ngasal itu, saya jadi merasa visual doi yang sekarang terlalu fake. Ilfil nya menempel kuat di sanubari.
Hello, Me
Sejujurnya saya tuh ngerasa mengkhianati kekasih hati saya, si Kim Young Kwang, karena nggak berhasil tamatin drakor ini. Maap yaa ayang bengkowang. Kamu besok-besok tuh makanya pilih drakor yang lebih menantang dong, jadi aku lebih tergugah untuk nonton. Saya cuma berhasil nonton sampai episode 6 kalau nggak salah, abis itu udah gerah banget pengen ganti aja yang lain. Menurut saya main lead actress yang terpilih kurang asik. Saya tau, konsep ceritanya itu, wanita nyaris 40 bertemu dengan dirinya di masa lalu pas masih SMA, jadi harus berasa gap umurnya. Meski begitu, saya ngerasanya chemistry Young Kwang dan si main actress kurang terbangun, makanya jadi kurang greget.
L.U.C.A: The Beginning
Kalau drakor yang satu ini sengaja nggak saya selesaikan karena ternyata masih bersambung. Saya paling nggak kuat nahan sabar untuk nonton serial yang masih bersambung ke season 2. Saya lebih baik sabar dulu untuk nonton sampai semua seasonnya bener-bener selesai. Jujur, saya udah kadung nonton 2 episode dan beneran seru abis, tapi saya berkuat hati untuk nggak lanjutin sebelum di endingnya malah makin geregetan.
Beyond Evil
Aneh sekali rasanya nggak bisa menyelesaikan sebuah drakor yang notabenenya merupakan pemenang drama terbaik Baeksang Arts Award 2021. Bukan hanya kalian, saya sendiri juga bingung kok. Kenapa ya saya bisa bosen banget nontonnya sampai ngerasa nggak sanggup nuntasin ke episode terakhir?
Baiklah guys, sementara sekian dulu drakor-drakor yang bisa saya review di Korean Drama Review 2021 (part 1). Selanjutnya, drakor yang baru tamat dan siap panen ada Sell Your Haunted House, Law School dan Undercover. Ya ampunnn baru nyadar itu semua judul-judul drakor yang ceritanya berat yaaa ππ Otak saya sepertinya nggak sanggup nampung cerita berat untuk sementara waktu. I need more drama receh berkualitasss buat menetralisirrrr.. Kalau yang masih ditunggu tamat ada Mine, My Roommate is A Guminho, Doom at Your Service, Hospital Playlist 2, Love Marriage and Divorce 2, Monthly Magazine Home, dan Racket Boys. Hahaha, banyak juga yaaaa ternyataaa... Kalau kalian ada rekomendasi judul yang seru, feel free to leave a comment ya. Apalagi kalau genrenya romance comedy, wah akan sangat ditampung tuh. I'll see you guys again in another part of Korean Drama Review 2021 ya. Seperti biasa tayangnya akan deket-deket tahun baru. Jangan kangen ya... Byeeeee!













tolong segera lah nonton LAW SCHOOL BUKAN HANYA KARENA KIM BUM TAPI SEBAGUS ITU DIBIKIN PENASARAN TIAP EPISODE hahahha capslock lepas
ReplyDeleteMohon bersabarrrr.. Drama hidup yang sebenarnya juga masih banyak soalnya, hahaha!
DeleteTenang aja, yang udah masuk list pasti akan segera ditonton yaa.