Tuesday, January 4, 2022

Korean Drama Review 2021 (Part 2)

Hellow, Willow, Yellow, para penghuni dunia maya. Kembali lagi di Korean Drama Review 2021 part 2 versi saya. Bagi kalian yag belum sempat baca part pertamanya, bisa [klik link ini], untuk catch up sama judul-judul drakor yang tayang di paruh awal tahun 2021. I knoooow I suppost to post this at the end of the year tapi jadi terlambat beberapa hari karena ada satu keraguan dalam hatiku nih. Nanti deh saya ceritain apa yang bikin saya meragu. So, siapa aja nih yang udah menanti-nanti part kedua dari Korean Drama Review saya? Ngaku dehhh, banyak kan yang nungguin? Pada seneng kan bacanya? Walaupun saya nggak kenal satu-satu, dan nggak banyak yang mengapresiasi langsung, tapi di post traffic kelihatan loh berapa juta orang yang baca (wow, halusinasi😳) Terima kasih ya, untuk segelintir orang yang sudah mau menyempatkan diri membaca tulisan ini. Kalian secara tidak langsung memberi saya semangat untuk rajin bikin review setiap tahun.



Anyway, ini emang kalimat paling klise dan sering banget terucap, tapi tahun ini rasanya beneran cepet banget ya? Pada ngerasain juga nggak sih? Menurut saya hari-hari di tahun ini tuh lewatnya cepet banget meskipun gerak-gerik kegiatan masih sangat terbatas karena pandemi. Nih, buktinya sekarang aja udah hari keempat di tahun 2022. Well, saya sempet sih baca beberapa artikel di Google, yang isinya tentang pernyataan para peneliti bahwa ada penambahan kecepatan perputaran bumi di tahun 2021. Katanya sih angka kecepatannya menjadi rekor dalam sejarah 50 tahun terakhir. Hal ini menyebabkan 1 hari itu rasanya jadi lebih singkat dari tahun- tahun sebelumnya. Yaah, walaupun cuma lebih cepat 0,05 milidetik aja sih πŸ˜…πŸ˜… Tapi terbukti kan, emang setahun ini rasanya just like the blink of our eyes?


Tahun 2021 merupakan tahun kebangkitan para dedengkot drama Korea seperti Shin Min Ah, Song Joong Ki, Ji Sung, Song Hye Kyo, Gong Yoo, Lee Seung Gi, Choi Ji Woo, Lee Jung Jae dan Jun Ji Hyun. Some of them were going the extra miles and hitting the jackpot while some of the others seemed like losing their touch and went down in flames. Selain itu ada Kim Go Eun (tapi tahun lalu dia juga udah comeback sih), Han Hyo Joo, Choi Woo Sik, Park Hyun Sik, Park Bo Young, Seo In Guk, dan beberapa rising stars lainnya yang ikutan comeback tahun ini setelah beberapa saat menghilang dari layar kaca. Kalian setuju nggak sih, kalau drakor yang tayang sepanjang tahun ini bener-bener membuat para wanita "mabuk visual"? Aktor-aktornya banyak yang bikin teler sih. Ahn Bo Hyun, Seo In Guk dan Jang Ki Yong misalnya 😍😍 ah, tapi Ahn Bo Hyun tetep yang paling-paling sih. Berbeda dengan paruh awal tahun 2021 yang penuh dengan drama-drama berat, paruh kedua tahun ini saraf-saraf otak bisa sedikit bersantai. Varian genre drakor yang tayang bulan Juli sampai Desember 2021 lebih beragam. Setelah nonton yang berat, bisa nonton yang ringan-ringan dulu untuk cooling down. Banyak judul yang ceritanya diadaptasi dari webtoon yang udah terkenal. Beberapa serial juga soundtracksnya enak-enak. Betul apa betul?




Eh eh, tapi saya sempet ada di fase mulai bosen nonton Korea-koreaan loh pas bulan September-Oktober kemaren. Maybe karena drakor jaman sekarang mulai banyak yang dibuat bersambung. Saya dulu kan berhenti nonton West series tuh karena males nunggu season selanjutnya yang lama banget dengan jumlah episode yang dikit-dikit. Nah sekarang drakor mulai-mulai nih kaya gitu juga. Apalagi kalau buatan Netflix. Aku jadi sedih. Saya tuh udah terlanjuran cinta sama drakor-drakor yang selesai di satu season. Mau sepahit atau segantung apapun endingnya, tapi satu season aja cukup. Itu akan jauh lebih baik daripada dibuat banyak season tapi dengan kualitas cerita yang mengecewakan. Menurut saya, cerita itu emang nggak selalu harus ada lanjutannya. Mau itu gantung sekalipun. Open ending is still an ending. And maybe it is a better ending. Yaa tapi saya ujung-ujungnya tetap nonton drakor juga sihh... Belum ada niatan pindah haluan ke drama Thailand, Cina, atau Jepang. Jadi yaa dikuat-kuatin aja deh saya tamatin tiap drakor yang saya mulai. Atau paling parah ya berhenti di setengah perjalanan. 😏Abisnya belum ketemu lagi sih, kegiatan me-time di rumah yang lebih baik dari selonjoran sambil, selimutan, dan drakoran, hehehe.


Baiklaahh, langsung aja ya saya jembrengi judul-judul yang sudah dikhatamkan dalam enam bulan terakhir. In no particular order, here they are...


Mad for Each Other

Akhirnya ketemu nih judul drakor genre comedy sebelum mempersiapkan diri menonton serial yang berat-berat lagi. Mad for Each Other bercerita tentang seorang detektif bernama Noh Hwi Oh, yang dipecat dari pekerjaannya dan mengidap gangguan emosi. Sementara itu, ada juga Lee Min Kyung, mantan karyawan perusahaan ternama, yang mengidap gangguan kecemasan dan delusional. Tingkahnya sering mengundang salah paham dan bikin gedeg banyak orang. Keduanya kena gangguan mental karena sama-sama punya trauma di masa lalu. Amsyongnya, ternyata Noh Hwi Oh dan Lee Min Kyung ini tetanggaan dan berobat ke psikiater yang sama, di jadwal hari yang sama.

Begitu liat sinopsisnya dan tau kalau pemeran utamanya si Jung Woo, saya udah kebayang pasti ini serial bakalan kocak banget. Terbukti dari episode pertama aja emang udah epic. Kalau kalian suka sama pembawaan Jung Woo di serial Reply 1994, saya jamin pasti bakalan suka juga sama perannya di Mad for Each Other. Jung Woo dipasangkan dengan Oh Yeon Seo, yang juga menjadi pemeran utama di serial Korean Odyssey. Ini adalah proyek comebacknya setelah sempat heboh digosipkan jadi penyebab perceraian pasangan pemain film Ahn Jae Hyun dan Go Hye Sun. Eh, kok saya malah jadi ghibah sih? Hahaha. Sorry, naluri mimin akun gosipnya masih nempel nih.

Korean Drama Review 2021: Mad for Each Other

Bebatan komedi yang kuat dalam serial ini, menurut saya malah membuat pesan tentang penyakit mental, yang sesungguhnya merupakan tema utama serial ini, jadi mudah tersampaikan. Mad for Each Other terdiri dari 13 episode dengan durasi masing-masing 30 menit, di mana tiap episodenya pasti mengandung minimal satu trigger untuk bikin kalian ketawa super ngakak. Penonton jadi nggak punya ruang untuk bosan ketika menonton. Baik Jung Woo maupun Oh Yeon Seo membawakan karakter mereka dengan sangat baik. Saya menangkap kesan kuat lewat cara Jung Woo mengekspresikan seorang pengidap PTED yang bisa tau-tau marah, tau-tau nangis, tapi berusaha keras untuk menahan ledakan emosinya itu. Begitu juga dengan Oh Yeon Seo yang sukses bikin saya sebel sama tingkah annoyingnya, tapi kemudian berbalik jadi kasihan setelah dijelaskan kejadian apa yang menimpanya di masa lalu. Two thumbs up for the main actor and actress. 😍😍


Hospital Playlist 2 

Saya nggak perlu nulisin sinopsisnya lagi ya. Hospital Playlist 2 adalah kelanjutan dari cerita season pertamanya yang sempat meninggalkan banyak tanda tanya bagi para penggemar. Apakah kapal Ik-Jun dan Song-Hwa bisa berlayar? Kenapa tiba-tiba mantan istri Seok-Hyung telepon? Kenapa si mantan army, Ahn Ci-Hong, nggak lagi lanjut di season kedua? Apakah Jun-Wan dan Ik-Sun bakalan bubar karena Ik-Sun nggak suka dikasih cincin? Script writernya bener-bener tau gimana caranya bikin orang penasaran dan nungguin sih. Walaupun penayangannya sempat mundur dari estimasi awal, namun netizen akhirnya bisa bernapas lega karena Hospital Playlist 2 telah tayang di pertengahan 2021. 

Korean Drama Review 2021: Hospital Playlist


Awalnya saya sempet menyesal, kenapa nggak bisa menahan diri untuk nungguin sampai tamat aja baru mulai nonton. Tayangnya padahal cuma seminggu sekali dan pasti nunggunya bakalan geregetan. Tapi kemudian dipertengahan jalan saya berpikir, mungkin kalau saya nontonnya marathon, saya akan merasa bosan. Karena menurut saya dengan satu episode durasi satu setengah jam, rasanya jadi flat gitu. Yeah, maybe this in one of unpopular opinion, but I'm just being honest. Sorry not sorry. Saya merasa kesuksesan season pertamanya tidak bisa dilanjutkan di season kedua. Namun akhirnya, setelah menonton 2 episode terakhir yang penuh airmata bahagia, saya menarik mundur statement "membosankan" itu.

Drama ini tetap membawa kehangatan, seperti drakor-drakor buatan Shin Won Ho dan Lee Woo Jung lainnya. Cerita yang dibuat sesimple mungkin dan sedekat mungkin dengan realita. Bagaimana digambarkan kalau dokter-dokter juga banyak yang merokok, dan hal itu lumrah banget di kehidupan nyata. Digambarkan pula bagaimana dokter-dokter juga bisa sakit, dokter-dokter juga bisa merasa khawatir, panik dan takut seperti keluarga pasien lainnya ketika orangtua atau keluarga mereka sakit. Hospital Playlist memberi baaanyakkk... banyakkk... banyaakkkk banget edukasi tentang dunia medis. Salut banget sama tim riset dan pembuat ceritanya. Aktor aktrisnya juga mampu berakting seolah-olah mereka benar-benar dokter. Yang paling berkesan sih ketika Hospital Playlist bisa memberi dampak nyata yang besar di dunia kedokteran. Karena mereka mengangkat cerita tentang donor organ dan mengedukasi tentang betapa berartinya tindakan itu bagi pasien-pasien dengan penyakit kritis, akhirnya tingkat donor organ di Korea Selatan meningkat sampai 11 kali lipat dari tahun lalu. Kebayang nggak ada berapa banyak nyawa bisa terbantu? Amazing. 


Nevertheless

Serial ini terindikasi menyebabkan diabetes karena banyak gombalan fuckboi. Menurut saya sih Nevertheless udah jelas banget penggambaran hubungan wanita Cancer dan lelaki Gemini, hahaha! Fix, no debat. Nevertheless diangkat dari cerita webtoon dengan judul yang sama. Dikemas dalam 10 episode dan tayangnya seminggu cuma satu episode aja. Bikin penasaran banget sampai akhirnya saya rela ngabisin Line coin untuk baca webtoonnya sampai tamat saking nggak sabarnya pengen tau keseluruhan cerita. Tapi cerita di drakornya banyak yang berbeda dengan cerita di webtoon. Saya pribadi lebih suka penggambaran karakter di webtoon tapi bumbu-bumbu di drakornya sungguh menarik dan sukses bikin penasaran.

Serial ini mengisahkan tentang dua mahasiswa jurusan seni, Park Jae-Un dan Yu Na-Bi, yang memaknai cinta dengan cara berbeda, setelah sama-sama pernah kecewa dengan cinta. Park Jae-Un terkenal suka deketin dan ngalusin banyak cewek tapi nggak ada yang dipacarin. Yu Na-Bi udah bisa baca tanda-tandanya kalau Park Jae-Un bukan cowo yang bisa diajak serius, tapi juga nggak bisa memungkiri kalau gerak-gerik Park Jae-Un sungguh menggairahkan. Hahahaha! Mashukkkk, pak Ekoooo!


Korean Drama Review 2021: Nevertheless

Drakor ini banyak mengundang pro dan kontra sejak penayangan perdananya, baik dari segi cerita maupun pemerannya. Ada salah satu pemerannya yang kena skandal ketika drakor ini udah hampir tamat. Akhirnya screen time dia terpaksa dipangkas banyak supaya dramanya nggak diboikot. Beberapa episode di Nevertheless masuk ke dalam kategori 19 tahun ke atas. I think the reason is not just because of the adult scenes sih. JTBC sendiri emang bilang kalau Nevertheless adalah penggambaran suatu hubungan yang manis, agak nakal namun juga dekat dengan realita. Romansa dan manis-manisnya relationship dalam serial ini menurut saya tuh bener-bener deceiving, jadi kalau penontonnya belum cukup dewasa pola pikirnya, bisa aja salah sangka. Ketemu cowok model Park Jae-Un sungguh bukanlah anugerah, sobat. Ketika saya menonton Nevertheless dan lihat karakter yang diperankan Song Kang, saya langsung teringat dengan sebuah quote, "Men fuck every women they can but women fuck every men they want"

Banyak juga netizen yang bilang serial ini jalan ceritanya mirip sama web series berjudul My Fuxxxxx Romance, which is not. Yup, I watched that series too but they are not the same. Konsepnya beda tapi sama-sama mengangkat topik tentang gaya pacaran kaum milenial. di My Fuxxxxx Romance, dari awal mereka udah terbuka dan gamblang tentang bagaimana mereka menyikapi seks, relationship, dan cinta, sementara di Nevertheless ini pemeran utamanya memang playboy yang suka ngalusin dan memanfaatkan situasi. Menurut saya Nevertheless bagus untuk ditonton sebagai bahan pembelajaran dan bahan renungan.


Sell Your Haunted House

Sempet maju mundur maju mundur nih niat saya untuk nonton judul yang satu ini. Masalahnya saya kan pengecut banget ya sejak tinggal sendiri, tapi saya tau kalau yang main Jang Nara, pasti ceritanya bagus. Akhirnya saya bertekad bulat nonton serial ini tapi cuma berani di pagi hari dan sehari maksimal 2 episode. πŸ˜‚πŸ˜‚ Namun kemudian saya terjebak di episode yang seru dan jadi nggak bisa berhenti. Ada satu hari dimana saya jadi bablas nonton dari pagi sampai malam, sampai berhentinya gara-gara ketiduran. Nah pas tidur itu saya mimpi digerayangin setan. 😭😭Dalam mimpi itu pas saya lihat ada setan yang pegang kaki saya trus lama-lam naik ke atas badan saya. Pas saya baca doa, eh setannya malah bilang, "kamu baca doanya salah". Itu tuh.. Aduh itu parah sih. Wah, itu bener-bener ngegoyang mental sampai trauma nggak mau lanjutin lagi Sell Your Haunted House. πŸ˜‚πŸ˜‚ Butuh waktu sebulan untuk saya menetralisir perasaan hingga akhirnya berhasil lanjut lagi sampai tamat.


Korean Drama Review 2021: Sell Your Haunted House

Sell Your Haunted House mengisahkan tentang seorang cenayang bernama Hong Ji Ah yang merangkap sebagai agen properti tapi khusus untuk properti yang berhantu. Jadi Hong Ji Ah ini akan membantu orang-orang yang susah jualin propertinya karena angker atau punya kisah serem gitu. Dia usir dulu setannya sampai tuntas, baru deh abis itu dijualin dengan harga bagus dan dapet komisi dari situ.  Pada suatu ketika, asisten Hong Ji Ah sakit dan harus libur dulu bantuin dia ritual ngusir hantu. Disitulah takdir mempertemukan Hong Ji Ah dengan Oh In Beom, seorang penipu yang nggak percaya hantu tapi menggunakan trik hantu-hantuan sebagai mata pencaharian sehari-hari. 

Meskipun mengusung genre horor komedi, Sell Your Haunted House juga banyak selipan drama-drama yang berhasil bikin saya meneteskan air mata. Apalagi kalau Jang Nara udah nangis sampai sesenggukan, sudah pastilah saya ikutan nangis juga. Jung Yong Hwa (seolah abis dapet ilham sepulangnya dari wajib militer) kualitas aktingnya sekarang terasa banget peningkatannya. Kalau dulu-dulu kan, hmm, aktingnya, hmm nggak pernah "masuk itungan", hehehehe. Patut diapresiasi nih kemajuannya. Hantu di drakor ini sebenernya sih nggak serem, tapi ada beberapa jumpscare yang bikin rasa kagetnya membekas gitu. Yah, kalau sesuai pengalaman pribadi, bahkan ampe kebawa mimpi tuh hantunyaπŸ˜‚πŸ˜‚. 


Doom At Your Service

Ini adalah drakor comeback nya Seo In Guk dan Park Bo Young setelah sama-sama vakum lama dari layar kaca. Terakhir Seo In Guk main di The Smile Has Left Your Eyes tahun 2018, sedangkan Park Bo Young main di Abyss tahun 2019. Doom at Your Service mengisahkan tentang Tak Dong Kyung, yang diperanin Park Bo Young, seorang editor web novel yang merasa idupnya ini kok sinetron banget, banyak dramanya. Anak yatim piatu, punya adik tapi benalu, boss di kantor marah-marah melulu, dan puncaknya, dia didiagnosa mengidap penyakit parah yang bikin sisa hidupnya tinggal 3 bulan lagi. Saking nggak kuat lagi menahan marah atas takdir hidupnya, dia berdoa kalau dunia tuh mending kiamat aja. Pas banget ada bintang jatuh lewat. Doanya itu didenger sama Myul Mang, dewa kehancuran yang diperankan oleh Seo In Guk. Pas denger doa itu, Myul Mang langsung nyamperin Dong Kyung dan bilang kalau dia bisa ngabulin permintaan Dong Kyung. Tuh, makanya kan dulu sering orang-orang tua pada bilang, jangan sembarangan kalau ngomong, takutnya ada malaikat lagi lewat trus denger. Nah, ini nih contohnya. πŸ˜‚πŸ˜‚


Korean Drama Review 2021: Doom at Your Service 


Salah satu alasan kenapa saya mau nonton drama ini sebenernya karena ada Lee Soo Hyuk, guys. Si cowok ganteng yang dingin kaya vampir tapi masih selalu meninggalkan rasa deg-degan yang sama tiap kali dia ngomong pake deep voicenya itu. Oh my oh myyy.. Saya cukup senang, percintaan dia di sini nggak se-naas drakor-drakor dia sebelumya. Biasanya dia konsisten dikasih peran yang berakhir patah hati. Rasanya kan jadi pengen menawarkan bahu untuk bersandar😏😏  

Dari segi cerita, saya nggak bisa bilang kalau Doom At Your Service tuh wow banget. Berawal dari konflik, jatuh cinta, ldr, balikan. Yah gitulah. So typical.  Tapi kualitas akting Park Bo Young dan Seo In Guk sukses membuat drakor ini bisa ada nyawanya. Dari episode pertama aja Park Bo Young udah berhasil bikin saya ikutan nangis meratapi nasibnya. Sementara Seo In Guk, menurut saya tampangnya bukan hanya ganteng tapi juga udah cetakan aktor banget. Bisa mernampilkan beragam ekspresi dan karakter. Jadi antagonis cocok, jadi protagonis juga cocok. Makanya, peran malaikat kehancuran yang nggak tau rasanya cinta tuh bisa dia perankan dengan baik. 


My Roommate is A Guminho

Jang Ki Yong belakangan ini lagi naik daun ya. Dia menjadi pemeran utama dalam 2 judul drakor dan 1 judul film di tahun yang sama. Mungkin mas Keong mau kejar setoran sebelum wamil. Serial bergenre fantasy-romantic-comedy ini lumayan dinanti-nanti oleh para penggemar drakor. Pasalnya, sejak foto-foto teasernya beredar, chemistry antara Hyeri dan Jang Ki Yong udah terpancar banget. Bahkan sampai beredar rumor Hyeri putus sama Ryu Jun Yeol akibat cinlok sama Jang Ki Yong. No no no! 😏Mas Jun Yeol tidak membiarkan hoax itu menyebar lebih luas. Pasangan ini langsung keciduk sedang bermalem mingguan di restoran, nggak lama setelah beritanya viral, hahaha! Dalam My Roommate is A Guminho, Jang Ki Yong berperan sebagai siluman rubah ganteng yang hidup sudah hampir seribu tahun lamanya. Ia tengah mengumpulkan energi-energi manusia dalam sebuah kelereng, sebagai syarat agar bisa berubah menjadi manusia sungguhan. Apesnya, seorang mahasiswa bernama Lee Dam, yang diperankan oleh Hyeri, terpaksa harus tinggal di rumah sang siluman, karena nggak sengaja menelan kelereng itu dan nggak tau gimana cara ngeluarinnya. 


Korean Drama Review 2021: My Roommate is A Guminho


Paling tidak ada satu hal yang bisa saya yakinkan kepada para supporter kapal RJY-Hyeri. Romantisme dan skinship JKY-Hyeri di My Roomate is A Guminho nggak sebegitu gregetnya kok. Meski tetap berhasil memunculkan kesan lovey-dovey couple, Hyeri terhitung masih bermain aman dan nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Dari sisi kualitas akting, Hyeri just being Hyeri. Kalau kalian kangen sama perannya di Reply 1988, mungkin rindunya bisa terobati sepersekian persen dengan menonton aktingnya sebagai Lee Dam. Witty yet pretty. Sedangkan Jang Ki Yong di sini terlihat sangat mengontrol diri karena harus konsisten jadi manusia yang "ketu" alias keren-keren tua. Wise, calm, and gentlemanly. Oh, a bit stiff as well. Dari sisi cerita, saya tidak menemukan sesuatu yang spesial, tapi cukup bisa menghibur. Kesaktian Guminho kurang dieksekusi lebih detail. Konflik-konflik yang disajikan juga ringan, nggak mencelus ke hati. Bagi kalian yang lagi cari selingan pasca rentetan drama serius, bisa pilih drama ini. Hanya saja, menurut saya My Roomate is A Guminho nggak cocok kalau mau jadi pilihan binge watching. Jujur, sempat merasa bosan di pertengahan, tapi nggak sampai bikin saya berhenti nonton sih. 


Love (ft. Marriage and Divorce) Season 2 

Saya sulit berkata-kata untuk drakor yang satu ini. Jujur, nonton sekuel Love ft Marriage and Divorce rasanya nyeseeel bangeeeet. Setelah dibikin penasaran atas akhir dari kisah perselingkuhan tiga rumah tangga di seri pertama, terpaksa saya jadi mau ngikutin juga seri keduanya. Untung nggak butuh waktu lama untuk menunggu. Semua pemeran di seri pertama masih lanjut di seri kedua. Akting mereka masih sama kuat dan tetap berhasil membuat penonton geregetan. Sayangnya, suguhan ceritanya terlalu mengecewakan. Mana saya nontonnya on going pula, saking udah gak tahannya nunggu tamat. Bisa dibayangkan ya, keselnya seperti apa? Bukan kesel aja sih, tapi lebih ke berasa ditipu. 


Korean Drama Review 2021: Love (ft. Marriage and Divorce)


Semua perselingkuhannya udah terungkap dan para pelakor sukses bikin tiga rumah tangga di cerita ini hancur berantakan. Ada beberapa plot twist yang berhasil, dalam tanda kutip, spice things up. Meski begitu, ketika sampai di tengah jalan, ceritanya mulai terasa alot dan lambat hingga episode terakhir. Puncak kekecewaannya ya di endingnya itu, duh brengsek banget deh pokoknya. Plot twist untuk endingnya terlalu mendadak, terlalu lompat jauh banget dari dugaan, udah sampai mengarah ke ranah nggak masuk akal. Oh, dan satu lagi, endingnya memberi signal kuat bahwa bakal bersambung lagi ke season 3 ya. Which I can assure that I am not gonna watch it. Ini nyata banget dipaksain harus sampai ada banyak season, padahal akan jauh lebih seru kalau mereka padatin aja semua di season 2. Open endingpun nggak apa-apa deh, daripada maksa untuk bikin another season yang ceritanya makin nggak masuk logika. 


Work Later, Drink Now

Setelah keseringan nonton cuplikan-cuplikan tingkah kocaknya bersama Super Junior di berbagai platform social media, saya sempet lupa kalau Choi Siwon juga seorang aktor dan penyanyi. Drakor ini semacam menyadarkan kembali kalau dia tuh bukan pelawak. Yah walaupun perannya di sini ada lawaknya juga sih πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Siwon jadi pemeran utama pria, beradu akting dengan Lee Su Bin, pacarnya si Lee Kwang Soo. Work Later, Nggak hanya mereka, ada member Apink, Eun Ji dan Han Su Hwa yang ikut memeriahkan drakor ini. 

Drink Now adalah drakor pendek yang ceritanya diangkat dari sebuah webtoon dengan judul yang sama. Scriptnya pun ditulis oleh sang pembuat webtoon. Mengisahkan tentang 3 sahabat, Ahn So Hee, Han Ji Yeon, dan Kang Ji Gu yang udah temenan sejak masih remaja. Meski sudah tumbuh dewasa dan punya kesibukan serta kisah hidup masing-masing, persahabatan itu terus terjalin karena ada alkohol yang jadi pemersatu mereka. Di bar langganan tempat mereka pertama kali bertemu, tiga sahabat ini selalu janjian ketemu tiap malem untuk menutup haari mereka dengan tradisi minum-minum sampai pagi. Mereka terkenal sebagai trio gila yang kemampuan minumnya udah kelas kakap alias susah ditandingi. 

Korean Drama Review 2021: Work Later, Drink Now


Saya sangat merekomendasi drakor ini untuk kalian yang lagi cari hiburan segar. Ceritanya ringan banget tapi tetep sarat makna. Work Later, Drink Now ini bener-bener menggambarkan sebuah pertemanan dalam susah dan senang. Persahabatan yang terjalin tahunan bukan lagi tentang menjadi teman senang-senang atau tempat curhat cinta-cintaan. Mau kesel atau kecewa segimanapun, kalau udah temen lama pasti akan saling perhatian dan akan terus ada untuk satu sama lain. Saling bisa diandalkan dan bahkan bisa saling tau kondisi satu sama lain hanya dari tatapan. Kalau masalah akting sih  saya nggak bisa bilang wow banget atau gimana ya, jalan ceritanya aja sih yang memang bagus.


Hometown Cha Cha Cha


Hometown Cha Cha Cha mengisahkan tentang seorang dokter gigi bernama Yoon Hye Jin yang terpaksa kehilangan pekerjaan karena berantemin atasannya demi mempertahankan idealisme. Sempat terlalu pede dengan kemampuannya, Hye Jin yakin akan segera dapat tawaran pekerjaan dari klinik atau rumah sakit lain. Nyatanya, hari-hari berlalu tanpa ada panggilan satupun untuk bekerja. Mulai panik, akhirnya dia membuat keputusan besar dalam hidupnya yaitu buka klinik dokter gigi sendiri di sebuah desa bernama Gongjin di tepi laut. Seorang wanita metropolitan yang independen dan berpemikiran terbuka, tau-tau tinggal di desa yang orang-orangnya masih rada kolot, otomatis Hye Jin kena culture shock dan sempet jadi omongan satu desa. Tapi di Gonjin itu lah dia ketemu sama si lelaki unik tapi manis, Hong Doo Sik. Manusia serba bisa yang selalu jadi andalan warga desa. Ganteng, single, dan selalu sibuk setiap harinya walaupun secara teknis bisa dibilang pengangguran. Dong Sik adalah penolong Hye Jin sejak pertama kali dia tiba di Gongjin. 

Korean Drama Review 2021: Hometown Cha Cha Cha

Another heart-warming series of the year. Duo dimples Shin Min Ah dan Kim Seon Ho beradu akting dan sukses bikin baper para pecinta drakor. Hometown Cha Cha Cha meraih rating 6,9 persen di episode pertamanya dan berhasil hit rating 13,3 persen di episode terakhirnya. Selain suguhan pemandangannya yang super bikin kepengen tinggal di pulau (apalagi kalau nontonnya di TV ukuran besar), suguhan ceritanya sungguh heart-warming dan sarat makna, mirip-mirip kaya waktu nonton Reply 1988 atau When Camelia Blooms. Unsur komedinya ringan tapi nggak murahan. Pas nonton episode 15 dan 16, saya nangis melulu dari awal sampai akhir episode, nangis sesenggukan sampai terasa capeek banget gitu. Se-emosional itu drakor ini memang. Banyak pelajaran berharga yang disisipkan dalam drakor ini, seperti bagaimana plus minusnya menjadi seseorang yang idealis. Tentang mengampuni diri sendiri dan berdamai dengan masa lalu untuk bisa meraih masa depan yang lebih baik. Ya banyak deh pokoknya.

Tak dipungkiri, orang-orang makin banyak melirik Hometown Cha Cha Cha setelah serial ini usai karena gemparnya berita skandal sang pemeran utama. Mantan pacar Kim Seon Ho membeberkan berita bahwa dia pernah dihamili dan Kim Seon Ho nggak tanggung jawab. Mana ada yang nyangka kalau Kim Seon Ho bakalan berbuat begitu sedangkan image yang menempel dalam dirinya kan polos dan bedon gitu.😏 Tapi, kebenaran berita itu udah terungkap dan nama Kim Seon Ho udah bersih lagi kok. Dan terlepas dari itu, drakor ini emang layak untuk ditonton. Hometown Cha Cha Cha adalah perpaduan jalan cerita yang simply amazing dengan para aktor aktris yang bukan kaleng-kaleng. Rata-rata pemain drakor ini udah malang melintang di dunia teater, termasuk si Kim Seon Ho. Chemistry yang terbentuk antara Shin Min Ah dan Kim Seon Ho juga natural banget nggak kerasa kaya lagi akting. 


The Veil

Nam Goong Min menang Daesang di MBC Drama Award 2021 loh atas perannya di drakor ini. Kebayang nggak sebagus apa aktingya? Rating The Veil saat penayangan cukup tinggi walaupun gaungnya kurang kedengeran. Serial yang mendapat dukungan penuh dari BIN Korea ini dibuat dalam rangka selebrasi ulangtahun MBC ke-60. Nggak main-main, budget produksi mereka sampai hit angka 150 miliar won. Kalian memang nggak akan menemukan scene romansa atau visual pemain yang kiyowo-kiyowo karena the Veil adalah ajangnya para dedengkot lakon Korea beradu akting. Saya waktu liat line up nya ada Yoo Oh Sung, Lee Kyoung Young, dan Jang Young Nam, wah langsung excited banget untuk mulai nonton.  Kalau udah ngomongin akting para veteran sih, jangan cuma nilai dari garis besar karakternya. Mereka menyuguhkan totalitas sampai interpretasi dalam perubahan mimik muka, tatapan dan lirikan, bahkan senyuman. Ngeri banget kualitasnya. 


Korean Drama Review 2021: The Veil


The Veil Mengisahkan tentang anggota BIN bernama Han Ji Hyuk, yang kembali ke Seoul dalam keadaan hilang ingatan, setahun setelah dinyatakan died on a mission di Cina. Kemunculannya bikin heboh para petinggi dan pengkhianat-pengkhianat terselubung. Ia berusaha mengembalikan ingatannya untuk mengungkap fakta atas tragedi meniggalnya kedua rekan yang bertugas bareng tepat sebelum ia hilang ingatan. Semakin Ji Hyuk menggali masa lalunya, semakin banyak kebenaran yang mengejutkan terbongkar. Buat kalian para penggemar genre action crime semacam ini pasti akan sangat termanjakan karena plot twist berlapis-lapis yang bikin urat syaraf ikutan twisting πŸ˜‚

D.P

Jung Hae In langsung siap siaga kembali ke layar kaca selepas menjalankan wajib militernya. Dia berhasil keluar dari genre romance (yang nampaknya selama ini jadi zona nyamannya) dengan membintangi D.P. Serial ini mengusung genre military drama yang diangkat dari webtoon berjudul D.P Dogs Day. Sang pembuat webtoon, Kim Bo Tong, menuangkan sebagian kisah nyata hidupnya saat menjadi anggota D.P ke dalam guratan-guratan gambarnya. Dia juga yang akhirnya jadi scriptwriter untuk drakor ini. D.P adalah singkatan dari Deserter Pursuit, yaitu satuan unit militer yang kerjanya jadi pemburu para desertir alias tentara-tentara yang kabur atau membelot. Nah, ceritanya Jung Hae In ini berperan sebagai Jun Ho, anak broken home yang tengah menjalani wajib militernya lalu direkrut sebagai anggota D.P. 

Korean Drama Review 2021: D.P.

D.P cukup membuka mata tentang sisi kelam senioritas dan perundungan di dunia militer Korea Selatan. Sempat timbul perdebatan ketika drama ini perdana tayang di Netflix. Banyak yang bilang ceritanya lebay, terlalu dark, dan banyak juga yang jadi berasa throwback ke jaman mereka wamil pas nonton ini karena pernah mengalami hal-hal yang serupa. Walaupun 10 tahun terakhir ini kehidupan militer Korea Selatan telah dianggap jauh membaik, nyatanya masih banyak juga kasus-kasus pilu tentang bunuh diri yang silih berganti akibat senioritas di dunia militer. Saya coba kasih satu [artikel menarik] kalau kalian mau tau lebih banyak soal ini cerita-cerita seputar ini. Serial 6 episode ini memang berakhir dengan open ending. Dampaknya banyak orang berharap adanya season kedua. Namun sebagai penikmat drakor veteran, saya merasa cukup puas dengan keseluruhan drama ini bahkan dengan ending yang masih terbuka selebar-lebarnya itu. Lebih baik nggak usah ada lanjutannya kalau dibuatnya jadi maksa. Nggak lama setelah itu, muncul berita kalau script season kedua sedang digarap. Well, cuma bisa finger crossed deh ya supaya bisa tetap sebagus yang pertama. 


Hellbound 


Hellbound adalah cerita adaptasi webtoon hasil karya sang sutradara, Yeon Sang Ho, dengan judul yang sama. Mengisahkan tentang perubahan dunia yang berawal dari adanya penghakiman langsung bagi orang-orang berdosa. Satu per satu orang akan mendapat ramalan tentang kapan mereka akan meninggal dan tidak dapat menghindari kejaran monster yang akan mengantarkan mereka pada ajalnya dengan cara dibakar. Penghakiman pertama yang berlangsung di tengah jalan raya disaksikan banyak orang tentu memunculkan kebingungan. Nah, seolah jadi aji mumpung, sebuah sekte bernama New Truth, yang dipimpin oleh Jung Jin Su, muncul dan mengajak masyarakat untuk bertindak sesuai kehendak Tuhan agar tidak mati mengenaskan dan masuk neraka. 

Eh, tapi disclaimer dulu nih biar kalian yang baru mau nonton nggak berasa terjebak. Cerita drakor ini masih gantung banget dan banyak teori yang belum diungkap dengan jelas. Udah pasti akan lanjut ke season kedua ini mah. Meski begitu, saya berikan tepuk tangan paling meriah untuk kekreatifan pembuat drakor ini atas perwujudan visual dari konsep tentang dosa, kematian, penghakiman, kekuasaan manusia dan kekuasaan Tuhan. Beberapa adegan di drakor ini berhasil menyampaikan pesan bahwa ajaran agama itu nggak pernah jahat tapi manusia-manusia aja yang emang jahanam.



Korean Drama Review 2021: Hellbound


Hellbound menyuguhkan ketegangan sejak episode pertama hingga episode terakhir. Jujur awalnya sempat kecewa karena berharap akan dapat feel seperti nonton Train to Busan (apalagi karena sutradaranya sama) atau minimal Sweet Home, ternyata Hellbound lebih meninggalkan keseruan sebagai film fantasi. CGI monsternya yang saya harapkan akan menakutkan, ternyata malahan kaya hantu di film Ghostbusters πŸ˜’πŸ˜’ Bahkan bisa bikin saya berani nonton maraton tengah malam dan tetap bisa tidur nyenyak setelahnya. Tapi, setelah ikutin ceritanya secara keseluruhan, saya jadi mikir kalau bentuk monsternya yang kaya gitu pasti karena ada hubungannya sama cerita "kepercayaan baru" yang disuguhkan dalam drakor ini. Kapasitas orang Korea nggak secetek itu sih dalam hal pembuatan CGI, apalagi kalau untuk produksi Netflix. Jadi saya mikir pasti sengaja dibuat seperti itu karena maksud tertentu. 


My Name

Han Soo Hee telah berhasil membuktikan keseriusannya berkarir di dunia akting, tahun 2021 ini. Meski sudah mengantongi sejumlah pujian sejak debut aktingnya di drakor World of the Marriage Couple, dia nggak lantas makan puji. Keluar dari genre melodrama, sekarang Han Soo Hee merambah genre action crime yang penuh fighting scene berdarah-darah di mana dia di pukul, tendang, tusuk, dan banting most of the time. Kerja kerasnya dalam memerankan tokoh Ji Woo yang gahar dan no lenje-lenje di drakor ini sungguh patut diapresiasi. Soo Hee dipasangkan dengan aktor Ahn Bo Hyun my luv yang juga lagi bersinar tahun ini. Nggak hanya itu, My Name juga disukseskan oleh aktor kawakan Park Hee Sun yang entah kenapa aura badass ahjussi nya dapet banget di sini dan Lee Hak Joo yang perannya nggak banyak bacot tapi penuh aksi. 

Korean Drama Review 2021: My Name


My Name mengisahkan tentang upaya balas dendam seorang perempuan bernama Yoon Ji Woo atas kematian sang ayah yang ditusuk di depan matanya saat ulang tahunnya yang ke-17. Dia yang meyakini bahwa pembunuh ayahnya adalah polisi, sampai rela meninggalkan identitas aslinya dan masuk kepolisian untuk mengungkap kebenaran. Plot balas dendam memang terdengar mainstream di drakor bergenre action atau thriller, tapi twist ketika kebeneran pelan-pelan makin terungkap, tetap membuat drakor ini layak tonton. Belum lagi sinematografinya yang dark and gloomy menambah kesan kuat di setiap episodenya. Well, di sini sih ada sisipan romance juga sih, cuma menurut saya sebenernya nggak terlalu perlu karena kesannya terlalu out of nowhere karena baru dibangun tuh udah deket-deket mau abis ceritanya.πŸ˜‚πŸ˜‚ Overall, eksekusi serial pendek 8 episode ini nggak main-main sih.  


Happiness 

Nah, ini nih drakor yang bisa saingin Train to Busan. Judul sih Happiness, tapi ceritanya dari episode pertama, nggak ada happy-happynya ya, malah tegang terus. Mohon kalian, apalagi tim yang nggak suka baca sinopsis atau nonton trailer, jangan tertipu dengan judul Happiness. Drakor ini jadi comebacknya sang aktor dan aktris utama, Park Hyung Sik dan Han Hyo Joo. Duh, selepas wamil, Park Hyun Sik jadi beda banget. Lebih gemuk berisi tapi somehow jadi lebih cucok aja gitu. Ah, aku sukaaaa😍😍😍😍 Meski dibintangi oleh dua pelakon terkenal, namun serial ini tidaklah sukses hanya dari kehadiran mereka berdua. Semua pemainnya, saya ulangi ya, se-mu-a, pemainnya benar-benar menyuguhkan akting yang penuh totalitas tanpa batas sehingga penyampaian karakternya sukses mengaduk-aduk emosi penonton. 

Happiness mengisahkan tentang wabah virus zombie yang menyerang Korea dalam waktu yang singkat, padahal pandemi Corona belum lama usai. Yoon Sae Bum dan Jung Yi Hyun, teman sedari remaja yang sekarang sama-sama bekerja di kepolisian, memutuskan untuk kawin kontrak demi melengkapi dokumen pembelian apartemen. Gara-gara penyebaran virus itu, terpaksa  Hyun dan Bum harus lockdown di apartemen baru mereka sampai pemerintah menemukan solusi atas wabah tersebut. Tak hanya menghadapi zombie, Hyun dan Bum juga harus menghadapi para penghuni lain di apartemen itu dengan segala pola tingkah mereka yang ajaib dan bahkan lebih serem dari zombie.

Korean Drama Review 2021: Happiness


Happiness berhasil bikin saya kepincut dari 10 menit pertama. Bahkan ketika nonton, nggak berasa tau-tau saya udah maraton 8 episode. Se-seru itu.. Penulis ceritanya jago banget ngasih detail-detail komedi tipis, romansa tipis, kesedihan dan action yang mempermanis keseluruhan cerita. Saya jatuh cinta banget sama pasangan Han Hyo Joo dan Park Hyung Sik yang jadi pasangan kawin kontrak tapi ternyata emang udah saling cinta. They really nailed it. Nggak berasa noona-dongsaeng nya. Rasanya kaya sepantaran aja. Hyo Joo emang awet muda juga kan. Mereka sukses menggambarkan pasangan sepadan yang bikin iri. Saling melengkapi, saling dukung, jadi team mate yang saling backup. Mereka bisa merendahkan ego untuk kepentingan bersama, dan nggak ngambil keputusan sendiri. Intinya tuh kalau saling sayang pasti akan ngusahain gimana caranya untuk tetap sama-sama. Shit lah, bisa-bisanya drakor genre horor bikin saya jadi baper. Romance tipis-tipis gini yang malahan bikin nyesek. Nggak selalu harus adegan ranjang dan buka-bukaan. Malah adegan dicium pelan-pelan lebih bisa bikin deg-degan daripada grabak-grubuk pengen telanjang. 


Yumi's Cell 

Disclaimer dulu nih ya, Yumi's Cell saat ini sedang proses produksi untuk season yang kedua. Rencananya akan tayang pertengahan tahun 2022. Tapi nggak usah khawatir, kalian tetap bisa nonton season pertama ini tanpa harus merasa gantung. Menurut saya, bagian pertama ini tuh hanya mengisahkan satu babak dalam kehidupan Yumi. Jadi, pas tamat season 1 ya berarti satu babak dalam hidup Yumi telah selesai dan dia sedang bersiap masuk ke babak baru dalam hidupnya. Tetap ada closurenya gituloh guys.

Aduh aku tuh klepek-klepek banget waktu nonton drakor ini. Bahkan sampai blog ini ditulis pun, rasanya masih belum bisa move on gitu. Yumi's Cell mengusung genre rom-com yang ceritanya begitu dekat dengan realita. Bercerita tentang seorang wanita usia awal 30an bernama Yumi. Ya intinya sih cuma ceritain keseharian si Yumi ini aja. Kelihatannya biasa ya? Jangan salah, justru di sini serunya. Jadi akan ada penggambaran tentang bagaimana para sel di tubuh Yumi bekerja sehingga dia bisa melakukan kegiatannya sehari-hari. Sel nya bisa bergerak, berbicara, dan berinteraksi satu sama lain. Nah, diantara semua sel yang bekerja, ada satu sel yang sedang terbaring koma di rumah sakit, yaitu sel cinta. Sel ini masuk rumah sakit akibat terombang-ambing saat badai patah hati melanda 3 tahun yang lalu.  Meski konsep visualnya mengombinasikan animasi dengan manusia beneran (eh itu sebutannya live action ya?), tapi nggak membuat Yumi's Cell berkesan kekanakan kok. Malah saya yang orang dewasa dan udah nggak terlalu suka nonton kartun lagi pun, masih bisa sangat menikmati ceritanya sampai habis. Bahkan nonton duaaaa kaaaliii...😍😍

Korean Drama Review 2021: Yumi's Cell


Karakter yang diperankan oleh Kim Go Eun dan Ahn Bo Hyun diperkuat dengan penampilan mereka yang berbeda dari karakter-karakter yang pernah dimainkan sebelumnya. Go Eun dengan rambut pendek berponi sedangkan Bo Hyun gondrong plus kumisan dan jenggotan. Chemistry mereka tuh dapet banget sih. Mungkin bisa dibilang ini couple ter-gemoy 2021 deh. And as I told you, cerita Yumi's Cell ini kan tentang kehidupan sehari-hari, sangat dekat banget dengan realita.. Nah, mereka berdua ini berhasil deliver the character dengan akting yang sangat natural. Terutama dalam menyikapi sebuah percintaan saat berada di usia 30an. Detail-detail adegan berhasil mereka bumbui dengan sangat gurih sehingga meninggalkan rasa yang kuat dalam setiap scene. Melihat kisah percintaan Yumi dan Woong bikin saya jadi bisa memahami dua sisi dari pelaku hubungan asmara. Visualiasi animasinya menggambarkan dengan sangat baik tentang perbedaan pria dan wanita dari pola pikir dan cara berkeputusan. Seru deh pokoknya Yumi's Cell. Sangat direkomendasi. 


Squid Game

Hayoo, siapa yang begitu denger kata Squid Game udah auto terngiang lagu Mugunghwa Kkoci Pieot Seumnida di telinga? Saya kayanya nggak perlu nulis sinopsisnya lagi lah ya. Pasti semua udah pada tau kan cerita Squid Game kaya gimana 😏 Kalau saya bilang drakor ini bagus banget, yang ngangguk setuju pasti satu dunia. Squid Game telah berhasil mengharumkan nama Korea dan industri perdrakorannya. Nggak hanya itu, drakor ini juga berhasil memperkenalkan permainan tradisional dan permen khas Korea di seluruh dunia. Sempet sih Squid Game dibilang plagiat serial Jepang berjudul As the God Will dan dianggap nggak lebih seru dari Alice in Borderland milik Jepang. Terserah deh apa kata orang, yang jelas drakor ini berhasil menduduki peringkat pertama di 83 Negara di dunia sehinga menjadi serial terpopuler sepanjang sejarah Netflix. Enough said, bro.😎 Pendapatannya udah jauuuh melampaui biaya produksi mereka. Siapa yang sangka kalau dibalik kesuksesannya itu ada perjuangan keras dari sang penulis naskah selama 10 tahun. Script yang udah rampung sejak tahun 2009 itu sempat dilepeh oleh sejumlah sutradara dan produser karena dianggap terlalu aneh dan sadis.

Korean Drama Review 2021: Squid Game

Saya pribadi salut banget dengan ide dari cerita ini yang penuh dengan makna terselubung. Bisa-bisanya gituloh kepikiran untuk bikin cerita seperti ini. Seperti topeng tentara penjahatnya yang dibedakan jadi tiga tanda, yaitu segitiga, persegi dan lingkaran. Atau tentang rekrutmen peserta yang ditentukan oleh permainan Dakkji. Kenapa pemeran utama mengubah warna rambutnya jadi warna merah. Semua ada maknanya. Awalnya Hwang Dong Hyuk, selaku script writer merangkap sutradara Squid Game, tidak pernah berniat membuat kelanjutan drakor ini. Ia merasa terlalu lelah untuk kembali mengulang the whole process of making this series. Namun berkat bujuk rayu pihak Netflix dan besarnya respon warga dunia, ia setuju untuk membuat season kedua dan bahkan gosipnya sampai season ketiga. Masih banyak juga misteri yang belum terpecahkan di season pertama karena hanya dibuat 9 episode, jadi masih banyak potensi pengembangan cerita yang layak ditunggu. Sekaligus sebagai pembuktian atas banyaknya teori konspirasi yang udah banyak banget dibuat oleh para penonton. So looking forward to it. 


Reflection of You

Awalnya saya tertarik nonton Reflection of You karena melihat ada Go Hyun Jung dan Shin Hyun Bin yang bermain sebagai main cast. Saya selama ini nggak familiar dengan Go Hyun Jung, tapi akhirnya mendadak ngefans ketika dia main jadi pacarnya Jo In Sung di drakor Dear My Friends tahun 2016 lalu. Sementara itu, Shin Hyun Bin pernah memukau saya lewat aktingnya di drakor Mistress. Namanya kemudian makin dikenal sejak bermain di Hospital Playlist season 1 dan 2 sebagai pacarnya salah satu anak geng 99. Oh, tahun lalu dia juga pernah main di film Beasts Clawing At Straws bersama sederet aktor dan aktris kawakan.

Korean Drama Review 2021: Reflection of You


Reflection of You adalah cerita yang diangkat dari sebuah novel berjudul Someone Who Looks Like You. Jujur saya agak bingung nih mau ceritain sinopsisnya karena takut jadi spoiler, haha! Intinya sih drakor ini mengisahkan tentang ada seorang cewek namanya Hee Joo. Dia tuh lahir dan tumbuh di keluarga yang susah. Masa muda Hee Joo dan adiknya, Seon Woo, penuh dengan masa-masa sulit. Kasta hidupnya mulai terangkat ketika dia menikahi laki-laki dari keluarga tajir banget. Selain jadi punya keluarga bahagia dengan dua anak, Hee Joo yang cuma lulusan SMA itu bisa meraih karir sebagai pelukis terkenal berkat support besar dari suaminya. Tapi, dengan tidak tau dirinya, Hee Joo melakukan kesalahan fatal pas pergi ke Irlandia selama 3 tahun. Masalah yang sempat dikira telah berhasil dia selesaikan itu, beberapa tahun kemudian kembali datang menghantui dan membuat masalah-masalah baru yang lebih besar. 

Pada enam episode awal sih saya berhasil dibuat kepincut dan terus penasaran. Feel tegangnya dapet banget. Awalnya aja udah ada scene yang menyiratkan pembunuhan gitu soalnya. Nah setelah masuk episode tujuh, saya struggling banget untuk bisa menyelesaikan hingga episode terakhir. Rasanya mau berhenti aja, tapi penasaran sama endingnya. Jadilah saya nonton dengan satu setengah kali speed plus skip-skip di beberapa bagian yang menurut saya nggak penting. Pas udah berhasil sampai di episode terakhir dan mendapati ending yang "gitu doang", saya jadinya malah kecewa. Andaikan serial ini dipersingkat jadi 12 episode aja, pasti akan lebih seru untuk diikuti dan setiap episode jadi punya bagian krusial gitu. Meski begitu, akting pemain-pemain utamanya saya bisa acungi jempol. Akting Go Hyun Jung yang banyak senyum itu luar biasa sih. Bukan sekedar senyum, tapi senyum yang menutupi segala perasaan takut, panik, sebel dan sedih yang dia alami di kehidupannya sehari-hari. Begitu juga akting Shin Hyun Bin yang penuh kekalutan dan obsesi untuk balas dendam. 


One Ordinary Day


One Ordinary Day mengadaptasi serial Amerika berjudul Crminal Justice, namun sedikit diubah  karena harus menyesuaikan dengan hukum yang berlaku di Korea. Berbeda dengan Reflection of You yang harusnya bisa dipersingkat jumlah episodenya, nah One Ordinary Day justru harusnya bisa dipanjangin dikit supaya endingnya punya kesan yang mendalam. Menurut saya, mereka terlalu fokus sama bagian prolog hingga komplikasi, tapi nggak terlalu memberi perhatian kepada bagian resolusi. Jadi kesan yang saya dapet malah drama ini eksekusinya kurang seirus karena terkesan terlalu buru-buru disudahi. 

One Ordinary Day mengisahkan tentang seorang mahasiswa bernama Kim Hyun Soo, yang ditahan atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan. Hyun Soo berkeras menyatakan dirinya tidak melakukan itu, namun nggak bisa memberikan bukti akurat karena saat kejadian tersebut, dia mengaku mabuk berat. Mau percaya kalau dia nggak bunuh, tapi ada 117 bukti yang mengarah kepadanya. Dua orang juga telah bersaksi kalau mereka melihat Hyun Soo keluar dari rumah korban dalam keadaan panik. Tapi rasanya sulit untuk percaya kalau seorang Kim Hyun Soo bisa melakukan hal tersebut. Ketika masih ditahan di kantor polisi, Ia bertemu seorang pengacara kasus-kasus teri bernama Shin Joong Han yang akhirnya setuju untuk menolongnya menghadapi kasus tersebut.


Korean Drama Review 2021: One Ordinary Day

Kim Soo Hyun is still being Kim Soo Hyun, si aktor bayaran termahal. Seolah gak mau melepas predikat itu dengan mudah, kali ini dia kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam berakting. Di episode pertamanya aja, dia udah totalitas menampilkan akting mabuk. napsu, panik, takut, stress dan putus asa. Transisi nya smooth banget. Nggak kelihatan akting. Dia sukses bikin saya terus bertanya-tanya apakah sebenernya Hyun Soo penjahatnya atau bukan. Bahkan sampai muncul credit title episode terakhir aja saya masih ngarep ada post credit yang mengungkap plot twist tentang si pelaku. Soo Hyun juga sukses menggambarkan karakter seorang anak muda yang polos namun berubah drastis di pertengahan cerita karena survival skillnya kerap ditempa di balik kejamnya dunia penjara. Tau sendiri kan, kalau penjahat yang masuk  diketahui kasusnya pemerkosaan dan kekerasan terhadap perempuan, otomatis bakalan jadi sasaran bully yang empuk bagi napi lainnya. Sementara itu, lawan main Kim Soo Hyun adalah aktor kawakan Cha Seung Won yang berperan sebagai pengacaranya. Anehnya, saya merasa akting Seung Won di sini kok kurang greget ya. Kayanya kalau peran itu diisi aktor veteran lain juga bisa-bisa aja. Mungkin ini hanya perasaan saya aja. 


Silent Sea

Naah, last but not least. Ini nih, biang keroknya yang bikin review drama Korea part 2 saya telat tayang. Maafin ya guys. Soalnya sempet galau hampir seminggu gitu, antara mau masukin review Silent Sea atau nggak. Pemain-pemainnya sih emang nggak  meragukan, seperti, Bae Doona, Gong Yoo, Kim Sun Young, dan Lee Joon. Meski begitu, saya nyarisss banget meninggalkan drakor ini gara-gara pas nonton, saya dua kali ketiduran. Biasanya kalau udah kaya gitu, saya seringnya nggak lanjut lagi, karena artinya itu drakor nggak sukses memikat hati dan perhatian. Tapi ada seorang teman baik (yang udah saya anggap sebagai penasehat drakor pribadi), menyarankan untuk bersabar sedikit karena serunya drakor ini memang tidak langsung dari awal. Untung sih saya ngikutin saran dari penasihat drakor saya itu. Ternyata pas masuk episode keempat, serunya mulai terlihat dan konsisten hingga episode terakhir. Awalnya saya sempat ngerasa struggling banget untuk lanjutin dari episode ke episode, padahal tiap episodenya rata-rata hanya berdurasi 40 menit. Ide ceritanya sebenarnya sangat bagus dan tergolong unik, tapi plotnya aja lambat di awal. Kalau kalian mau nonton drakor ini, kuncinya sabar aja. Atau bisa coba nonton dengan speed 1,5x πŸ˜‡

Korean Drama Review 2021: The Silent Sea


Sang sutradara, Choi Hang Young, mengadaptasi karya terdahulunya yang berjudul The Sea of Tranquility sebagai cerita dari serial pendek ini. The Silent Sea menggambarkan kondisi dunia di masa depan yang semakin canggih namun semakin kekurangan sumber asupan makanan dan air bersih. Karena kelangkaan itu, dibuatlah aturan kelas sosial di masyarakat Korea. Semakin tinggi kelasnya, maka akan semakin mudah akses air bersihnya. Karena kondisi bumi yang udah makin lara prihatini ini, ditugaskanlah sebuah tim untuk pergi ke stasiun penelitian yang udah 5 tahun terbengkalai di bulan, untuk mengambil sebuah sampel misterius. Hanya pergi, ambil sampel, pulang. Easy peasy lemon squeezy. Namun, setelah mereka sampai di bulan, fakta lapangan membuktikan bahwa misi mereka tidak semudah itu, Ferguso. 

Belakangan ini, Korea memang semakin gahar dalam mengeksekusi drakor-drakor mereka, dan The Silent Sea adalah salah satu buktinya. Genre science fiction yang sudah pasti penuh CGI itu rasanya too real to unbelieved. Belum lagi kostum astronotnya yang penuh detail, bahkan sampai ke botol-botol sampelnya aja kelihatan sophisticated. Usut punya usut, teknik produksi The Silent Sea menggunakan LED Wall, di mana para pemain nggak hanya syuting pakai screen ijo doang dan membayangkan adegan mereka, tapi langsung bisa melihat visual yang akan ditampilkan di layar itu. However, seiring meningkatnya kualitas drakor, ternyata semakin tinggi juga ekspektasi netizen. Setelah ada Squid Game yang se-"pecah" itu. Warga dunia jadi punya standart nih untuk menilai sebuah serial Korea, and the standart is quite high. No wonder, rating serial yang satu ini nggak terlalu menjulang. Pendapat saya untuk The Silent Sea sih, sayang aja ada banyak adegan janggal di sini yang memang sepele tapi membuat fokus saya terdistraksi dan jadi mikir "ah, berasa banget emang ini film". Nangkep nggak maksudnya? Bukan dari CGI nya tapi dari cut to cut scenenya. "Abis dari adegan A, eh kok tau-tau dia udah jadi B sih?" Gituloh kira-kira. Semoga pada paham ya, hahaha! Selebihnya ok-ok aja sih. 



Eits, tunggu tunggu... Selain banyak judul yang berhasil saya tamatin, judul yang nggak berhasil diselesaikan juga ternyata lumayan banyak juga. Beberapa drakor cukup mengecewakan setelah lama ditunggu-tunggu. Baik dari segi cerita maupun kualitas akting, ada aja yang zonk padahal udah penuh ekspektasi gitu, penantiannya. Ini nggak usah terlalu jadi patokan kalau dramanya emang jelek ya. Saya cuma berbagi pendapat aja, semuanya balik lagi ke selera masing-masing dan nggak apa-apa banget kalau kalian tetap mau coba.  Mau di spill nggak nih? Dikit aja ya.. 




Law School: Asli ini drakor berat banget. Saya nonton episode pertama aja, kepala saya nyut-nyutan. Ini sih jenis drakor kelas kakap yang serius banget. Sepertinya pembuatan Law School diperuntukkan bukan untuk orang-orang yang mencari hiburan tapi mau ambil s1 jurusan hukum (sesuai sam judulnya). Mas Kimbum, maafin ya, kita ketemu lagi lain kali. 





Mine : Kesan pertama yang muncul ketika menonton episode pertama Mine mungkin sama dengan kesan kalian ketika menonton Sky Castle. Mewah, hedonisme garis keras, dan sedikit dark (dalam tanda kutip). Tapi karena udah kadung draning ketika nonton 

 

Love ft, Marriage and Divorce, saya merasa udah nggak ada tenaga lagi menghadapi drama. So, sadly I have to skip this one after finishing 3 episodes.






Jirisan: Actually, I was so looking forward to this series loh. List pemainnya bikin excited! Jun Ji Hyun, Ju Ji Hoon, Oh Jung Se, dan Song Dong Il. Ngeri-ngeri sedep kan tuh? Meski begitu, udah nonton pakai speed 2x pun masih nggak bisa membuat saya bertahan lebih dari 4 episode. Udah gitu ada adegan-adegan hantu di tengah hutan gitu, mohon maaf lahir batin deh, skip dulu. 





Devil Judge: Hmm... Jujur saya sih masih berniat untuk lanjutin drakor ini, apalagi sejak udah tayang di Netflix. Tapi drakor-drakor seru baru terus bermunculan sehingga saya kerap mengurungkan niat  itu. Kenapa saya bisa nggak selesai nonton ini? Karena saya nonton di saat mood lagi kurang bagus dan otak lagi lelah untuk berpikir. Cerita drakor ini jujur bagus banget tapi sayanya aja yang lagi lelah, makanya sempet kepikiran mau lanjutin once mood udah lebih baik, eh tapi nggak jadi-jadi, hehehe.  




Inspector Koo: Mungkin ini karena saya aja yang nggak sabaran. Awal-awalnya saya sempet mengira drakor ini seru karena ada adegan anak SMA bikin eksperimen, dan selanjutnya ada adegan yang menyiratkan anak itu  bunuh kucing. Well tapi setelah itu, 1 episode rasanya lamaaaaa banget dan saya sempet berpikir "Duh, kapan sih ni episode 1 selesai?" Disitulah saya yakin kalau saya nggak akan bisa tamatin drakor ini😝






 

Now We Are Breaking Up: Song Hye Kyo semacam gali kubur karirnya sendiri ya. Sepertinya dia udah terlalu angkat dagu sebagai artis kelas A dan merasa, mau akting setengah-setengah aja, drakor dia akan tetap hit the mountain. Well, itu dulu shay, sekarang, di saat standart penonton udah makin tinggi, wajah cantikmu nggak akan bisa jadi satu-satunya tempat berpijak. Drakor ini lah bukti nyatanya. Meski sudah menggaet Jang Ki Yong yang lagi shinning-shinning nya, drakor ini tenggelam banget. Saya pun cuma sanggup nonton sampai episode 6 saking ga tahannya. 





Dali and Cocky Prince: Sebenernya ya, drakor ini cukup memanjakan mata loh. Pemandangannya, fashionnya, grading warnanya, seger aja gitu semuanya. Tapi ya menurut saya, jalan ceritanya terlalu gampang ditebak. Saya jadi merasa nggak ada tantangannya buat nonton. Cuma bertahan 2 apa 3 episode gitu deh waktu itu, trus nggak lanjutin lagi. 








Racket Boys: Kecewa sih pas tau ternyata script writer drakor ini adalah yang bikin Prison Playbook juga. Atau justru Prison Playbook jadi berkesan karena arahan sutradara Shin Won Ho? Apa karena jam terbang  Jung Bo Hoon belum tinggi? Duh, siapa lah saya ya, bisa komen kaya gitu, hehehe. Mungkin ini cuma perkara selera aja. Kalau maksudnya ingin menyuguhkan kehangatan semacam drakor-drakor hasil nikinan Shin PD yang lain, sorry to say, tapi bagi saya drakor ini bahkan nggak bisa nyaingin permukaannya. I stopped at the fifth episode. 





One The Woman:  Sempet excited mau nonton karena yang main Lee Honey. Saya mungkin terlalu membawa ekspektasi tinggi akibat peran-perannya terdahulu, apalagi Extreme Job. Nonton lah saya ni, satu epsiode kan. Baru episode pertama aja udah disuguhkan banyak tokoh. Saya jadi bingung tentang "ini siapa ini kenapa ini ngapain" nya gituloh. Udah gitu Lee Honey nya punya peran ganda dan adegannya suka berubah tiba-tiba bikin makin bingung. Bukan salah akting pemainnya sih. Ceritanya aja kayanya yang bingungin. Udah deh nyerah aja saya. Kapan-kapan aja dicoba lagi. 









Setelah selesai nulis semuanya, saya baru nyadar kalau tahun ini saya nonton drakor banyak juga yaaa! Ini aja saya masih mikir-mikir apa ada judul yang kelewatan, tapi saya juga udah capek nulisnya. πŸ˜…πŸ˜… Sudah mulai kembali ke masa jaya nih berarti. Masa-masa eksesif nonton drakor. Sebenernya di usia sekarang ini, kalau saya punya banyak waktu untuk nonton drakor, saya jadi agak khawatir sih. Karena itu tandanya saya lagi kurang kerjaan alias pendapatan berkurang! πŸ˜‚πŸ˜‚ Yah, semoga tahun 2022 bisa balance ya antara bekerja, bersosialisasi, dan nonton drakor. 

Baiklah untuk menutup tulisan ini dengan manis, mari kita daulat 3 drakor terbaik tahun ini. Atau 5 drakor terbaik? Hmm.. Yaudah 5 drakor terbaik deh.  Duh, tapi kok milih 5 juga masih bingung ya. 

Ok, kalau gitu, saya pilih 5 drakor terbaik 2021 trus saya kasih 3 nominasi yang nyaris masuk top 5. Wkwkwk. Jangan protessss!

The Best 5 Drakor of the Year goes to..... Squid Game, Mouse, Vincenzo, Yumi's Cell, and Happiness.

And the 3 almost Best Drakor of the Year goes to.....

Bentar saya mikir dulu...

Sisyphus, Taxi Driver, and Uncanny Counter! Eh tapi The Veil juga bagus. Yaudah The Veil masukin juga deh. Wkwkwk.



Sekian dulu Korean Drama Review 2021 paruh kedua ini. Semoga bermanfaat bagi kalian yang lagi bingung mau nonton serial apa. Anyway, saya sebenernya lagi ada kepikiran mau bikin konsep baru nih untuk review tahun 2022 saya. Tapi masih mau meyakinkan diri apa bisa konsisten dan apakah orang-orang bakalan suka. Biasalah anak insecure dan overthinking emang gini  apa-apa terlalu dipikirin. Tapi kalau review keseluruhan part 1 sama part 2 kaya gini kayanya mau tetep dilanjutin sih. So, setemu lagi nanti di pertengahan tahun ya, guys! Byeeee... 😘😘

2 comments:

  1. MASA SIH LO GAK BISA TAMATIN LAW SCHOOL???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf nih, bunda. Saya nonton drakor buat cari hiburan bukan buat ujian masuk PERADI, wkwkwk.

      Delete