Haaaai para warga Blogger dan pengguna internet lainnya di berbagai belahan bumi..
Malam tahun baru nggak kemana mana nih saya. Saatnya kembali hadir untuk membahas film-film yang udah tayang di paruh akhir tahun 2019 ini. Who's excited? Sayaaa! Iya, saya excited banget nulis review ini karena banyak film bagusss yang udah ditunggu-tunggu dari tahun kemarin. Selain film yang ada di bioskop, saya baru menyadari seberapa besar peran platform Netflix dalam menelurkan film-film berkualiatas. Beberapa film Netfilx juga akan saya tulis di review ini, baik film yang tayang tahun ini maupun yang tayang tahun-tahun lalu tapi saya baru sempet nonton. Anyway untuk yang belum lihat movie review 2019 part 1 yang tayang bulan Juli lalu, bisa (klik di sini) dibaca dulu yaa..
Baiklahhh. Tanpa basabasi lebih banyak lagi, let's jump right in!
📌 Maleficent 2
Well, I don't have much to say about this. Sequel Maleficent ini membawa cerita yang lebih sedernaha untuk dimengerti. Segmennya mungkin untuk anak-anak dan remaja kali ya jadi dibuatnya nggak terlalu ribet. Nyata banget mengusung kebiasaan fairytale yang mainstream yaitu orang baik pasti menang walau awalnya kalah dulu. Meskipun begitu, cerita sequel Maleficent ini adalah perpaduan apik dari kisah cinta, strategi pemerintahan di jaman kerajaan, cerita keluarga dan fantasi. Masing-masing film Maleficent itu punya sisi seru masing-masing sih, punya surprise masing-masing yang cukup menarik walaupun nggak bikin sampai takjub banget. Kalau yang pertama kan menceritakan angle lain dari cerita Aurora yang selama ini kita tau. Sedangkan di film terbarunya dijelaskan tentang kaumnya si Maleficent ini yang ternyata ada banyak dan macem-macem. Dari segi cinematografi, Maleficent terbaru ini lebih dark tapi lebih kece juga. Sangat membantu membangun emosi penonton.
📌 Spider Man : Far From Home
Tadinya saya nggak pernah setuju kalau orang-orang pada bilang Tom Holland ganteng. Bagi saya dia masih kelihatan bocah banget, which is good, karena Spiderman kan ceritanya emang masih anak SMA, but he is just not my type. Pendapat ini lantas langsung terpatahkan ketika saya nonton Spider Man : Far From Home. Kok di sini si Tom jadi ganteng banget gitu ya? Abis makan apa dia?
Well, for the storywise, it's great. Plot twistnya sungguh unpredictable. Mereka meng-casting pemeran antagonisnya dengan sungguh baik sehingga plot twist yang mau disuguhkan sukses jadi unpredictable. Ceritanya masih rada nyerempet sama Avengers End Game, jadi sangat penting untuk kamu nonton Avengers dulu sebelum Spiderman. (btw, last update yang saya baca, Avengers End Game sekarang jadi film terlaris sepanjang masa. The highest-grossing film of all time that succesfully beats Avatar), pesan moral dalam film ini : Superhero juga butuh privasi dan waktu untuk menikmati hidup sebagai manusia pada umumnya. Mereka seringnya sibuk ngurusin nasib orang banyak sampai nggak ada waktu untuk memilih jalan hidupnya sendiri.
📌 Dua Garis Biru
Sederhana aja, tanpa perlu properti aneh-aneh, kostum heboh-heboh atau shooting di lokasi yang mewah dan indah semacam di luar negeri sana untuk membuat film ini terlihat hebat. Kekuatan konsep, skenario dan talenta pemainlah yang memberi nyawa film Dua Garis Biru. Ini hasil karya pertama dari Gina S Noer selaku sutradara dan script writer. Saya ampe hafal tuh nama dia saking kagumnya sama film ini. Harusnya ya, film-film seperti ini diputer di sekolah-sekolah sebagai alat bantu untuk ngajarin sex education. Nggak menggurui tapi memberi gambaran yang cukup jelas akan akibat dan resiko dari berhubungan seksual sebelum menikah, apalagi di usia sekolah.
Yang membuat Dua Garis Biru semakin menarik adalah berbagai macam selipan semiotik, mulai dari benda-benda kecil, poster, gerak gerik pemain dan potongan dialog dalam adegan yang menggiring opini penonton sehingga dapat membentuk berbagai macam persepsi. Tenang aja, film ini nggak menuntut kalian harus berpikir keras untuk memecahkan maknanya kok, film ini ringan karena ceritanya sangat menyentuh realita. Saya bisa bilang Dua Garis Biru jadi film Indonesia tersukses tahun ini. Mungkin bukan sukses dalam sisi seberapa banyak untung uangnya tapi sukses memberi kesan di hati penonton.
📌 The Lion King
I cried a happy tears after watching the movie. Dulu film ini jadi film pertama yang saya tonton di bioskop. Waktu itu saya masih umur 4 tahun ya kalau nggak salah. Saya sukaa banget sama Lion King sampai pernah saya tulis di daftar film favorit sepanjang masa yang nggak pernah bosen ditonton berulang-ulang. (bisa baca dulu postingannya dengan klik di sini) Jalan cerita Lion King yang dulu dan yang sekarang tetap sama (bahkan trailernya aja dibuat sama!), nggak ada sruprise apa-apa dari sisi cerita. Hanya saja Lion King yang baru ini, menyuguhkan tampilan yang lebih real dan mengagumkan aja. Bring the cartoon alive. Beyonce jadi salah satu pengisi surara sekaligus pengisi soundtrack dalam film ini. Dia berhasil menyanyikan kembali lagu Can You Feel The Love Tonight dengan sangat apik dan bikin merinding pas nonton. I enjoy every single scene from the beginning to the end. Kalian anak 90an yang suka nonton Disney pasti akan memahami kebahagiaan yang saya rasakan.
📌 Hit and Run Squad
Padahal film ini udah rilis dari Januari tapi saya baru sempet nonton bulan Juli. Jadi ceritanya di sini Gong Hyo Jin berperan sebagai polisi bernama Eun Si Yeon, yang awalnya kerja di kepolisian pusat trus sekarang harus dipindah tugaskan ke kepolisian distrik bagian tabrak lari. Di tempat barunya dia ketemu sama Seo Min Jae, yang diperankan oleh Ryu Jun Yeol. Seo Min Jae ini seorang polisi yang dulunya punya masa lalu kelam. Mereka berdua jadi partner untuk sebuah kasus tabrak lari yang ternyata ada kaitannya dengan kasus lebih besar yang pernah ditangani sama Eun Si Yeon di tempat kerja sebelumnya. Semua kasus ini mengarah kepada Jung Jae Cheol (diperankan Jo Jung Seok), pebisnis kaya raya yang hobi banget balapan. Coba bayangin.. Ryu Jun Yeol, Gong Hyo Jin, Jo Jung Seok. Diamprokin di satu film. Bayangin aja gimana excitednya saya pas mau nonton film ini. Asli ya di sini Ryu Jun Yeol bisa jadi slengean dan macho at the same time. Dia juga lumayan sukses menampilkan karakter seseorang yang punya sisi setan dalam dirinya tapi berusaha menahan diri sekuat tenaga karena ia ingin jadi orang yang lebih baik. Jo Jung Seok jadi antagonis di film ini juga sukses banget. Sukses bikin kesel. Meskipun cerita di sini nggak menyuguhkan plot twist yang bikin kita terkagum-kagum, saya tetep merasa terhibur.
📌 MA
Trailernya sih cukup menggugah selera. Di situ juga ada tulisan kalau film ini bikinan Blumhouse Production (PH yang bikin film-film ciamik seperti The Purge series, Insidious series, Get Out, Ouija, Split, Happy Death Day dan Us). Dari situ muncul secercah cahaya semangat saya untuk nonton film ini di bioskop. Pas liat pemeran utamanya orang kulit hitam, saya kira directornya yang bikin film Get Out sama Us. Ternyata bukan. Dia yang bikin film The Girl On The Train. Hal ini masih belum menyurutkan niat saya nonton film MA ini. Namun ternyata, banyak kekecewaan yang terasa, selepas saya nonton film ini. Ekspektasi saya lagi-lagi ketinggian. Kenapa filmnya dibuat harus sesederhana itu? Deg-degan nya sih ada tapi nggak terlalu. Endingnya nggak nendang banget. Kering kerontang. Di saat saya mulai merasakan puncak ketegangan, ehhh.. filmnya udahan. Yailah. 😑😒
📌 Always Be My Maybe
Netflix telah berhasil mengukir sejarah evolusi perfilman. Bringing "FTV" to the next level. Banyak loh hasil karya Netflix yang sebenernya layak masuk layar lebar. This one of them and I adore this movie so so much. Ceritanya tentang cewek dan cowok keturunan Asia, Sasha dan Marcus, yang tinggal di Amerika dan mereka tinggalnya juga sebelahan. Sasha sering ditinggal sendirian di rumah sampai malem karena kedua orangtuanya bekerja, makanya dia sering diajakin ke rumah Marcus dan udah senyaman itu juga sama keluarganya. Dari SD sampe SMA mereka temanan terus sampai akhirnya jadi saling naksir diem-diem gitu. Mereka terpisah belasan tahun karena memilih jalan hidup masing-masing. Sasha udah jadi chef terkenal yang punya restoran dan Marcus masih jadi nobody yang sehari-hari kerjanya bantuin kerjaan bapaknya. Nggak dipungkiri Marcus kalah telak dibanding pacar-pacar Sasha yang luar biasa, tapi nggak ada yang bisa bikin Sasha melupakan rasa nyaman dan rasa "pulang ke rumah' yang pernah Marcus kasih di masa lalu. Film ini begitu dekat dengan realtia. Realita bahwa orang yang berpendidikan dan punya social life luas pasti jalan pikirannya bakalan beda sama orang-orang yang nggak mau berkembang. Pacaran sama orang kaya atau orang super famous belum tentu bisa ngasih kenyamanan. Yah realita-realita semacam itu deh. Filmnya ringan tapi nggak recehan. Pokoknya I luv bangets.
📌 Isn't It Romantic
Back then, I always thought that the main actress on this movie was Adele. They look so similar, don't you think? Well, filmnya ini sih ringan seringan kapas ya. Nggak memberi kesan mendalam bagi saya, no plot twist, no sad scene, hanya lucu aja ngeliat Liam Hemsworth main di genre romantic comedy. Atau mungkin ada film Liam yang lain dengan genre serupa tapi saya belum nonton ya? Oh, ada Priyanka Copra juga ikutan main di film ini. Menggunakan lagu-lagu lama sebagai soundtrack merupakan ide yang cukup bagus untuk mengajak penonton ikutan seneng dan terbawa suasana.
📌 Money
Satu lagi film Ryu Jun Yeol yang sukses bikin geleng-geleng kepala. Mulai dari tahun 2015 dia konsisten banget meniti karirnya di dunia akting. Setidaknya ada 2 atau 3 film yang dia mainkan dalam setahun dan semuanya menarik. Nanti kapan-kapan kalau saya ada waktu senggang lagi, saya akan coba tulis review film-filmnya dia ya. Ok, sekarang bahas dulu film barunya ini. Money mengisahkan tentang seorang anak dari petani raspberry, namanya Jo Il Hyun. Setelah lulus kuliah dia melamar di suatu perusahaan untuk jadi makelar saham. Cita-cita hidupnya sederhana, hanya ingin jadi orang kaya. Di tempat ia bekerja saat ini, dengan posisi masih anak baru, tentu nggak mudah untuk langsung menggapai mimpinya. Terlalu keras dan sikut-sikutan. Hidupnya berubah drastis ketika dia ketemu orang yang berperan penting dalam perputaran uang di Korea. Ketika dia mulai sering dapet bonus karena jadi langganannya si orang penting itu, Il Hyun bisa meraih cita-citanya sebagai orang kaya, tapi masalah-masalahpun mulai bermunculan. Hidupnya mulai nggak tenang. Cerita yang menarik sekaligus aktingnya yang naturally amazing, jadi perpaduan yang pas di film ini. Lewat aktingnya, Ryu Jun Yeol dapat menyampaikan pesan moralnya dengan baik. Jadi makin cinta deh 😍😘
📌 Fast And Furious : Hobbs and Shaw
Bagi kalian yang emang ngikutin Fast and Furious dari awal pasti tau kalau rangkaian film ini selalu mengusung tema brotherhood. Ya selain tentang kebut-kebutan pakai mobil keren, mereka selalu memberi selipan cerita tentang keluarga. Di film Hobbs and Shaw, I think they successfully bring the brotherhood to the next level. Ceritanya lebih personal. Beberapa adegan lucu dan sarkasme yang disuguhkan juga berhasil bikin ketawa. Bonding Hobbs and Shaw yang saling sebel tapi saling dukung satu sama lain juga bikin gemesh. Kalau untuk adegan mobil-mobil mewah dan aksi kebut-kebutannya sih nggak terlalu menonjol seperti deretan film Fast and Furious terdahulu. Plot twist juga nggak seberapa mengejutkan seperti waktu di Fast and Furious 8 tapi saya tetap menikmati film ini dari awal hingga akhir.
📌 The Hustle
Duet maut Anne Hathaway dan Rebel Wilson yang cukup apik. Yang satu ceritanya penipu recehan dan yang satu lagi penipu kakap yang asetnya udah milyaran. Anne Hathaway masih dengan gaya diam-diam menghanyutkannya, Rebel Wilson masih dengan gaya banyak ngomongnya. Overall, wow banget sih enggak, tapi yang jelas filmnya menghibur. Plot Twist nya juga lumayan seru.
📌 A Dog's Journey
My God, I cried a lot because of this. Ambyaarrrr. Kok bisa ya kepikiran bikin angle cerita kaya gini tentang manusia dan hewan peliharaannya. Tokoh utama dalam film ini menurut saya ya si anjingnya itu. Di film ini nyata banget digambarkan betapa anjing adalah hewan yang sangat setia. Ceritanya nggak muluk-muluk, tapi sukses bikin hatiku diaduk-aduk. Cinematografinya sangat bagus. Pemainnya semua bermain dengan hati yang tulus jadi terasa sampai ke penonton. Ah pokoknya aku cinta banget sama film ini.
📌 Angel Has Fallen
Pertama, oke banget. Kedua, lebih oke dari yang pertama. Yang ketiga... hmm.. yaaah.. hmm.. Oke sih...tapi.... Udah mulai kebaca polanya. Jujur saya juga udah bisa nebak villainnya dari pertengahan film. Storywise lebih sederhana dari film-film terdahulu tapi tetap ada sih suguhan action yang menghibur. Mungkin kalau ada lagi film ke-empatnya, saya nggak akan nonton, mohon maaf. Film yang London Has Fallen udah cukup nge-set standart yang tinggi dan si Angel Has Fallen ini nggak berhasil melampauinya.
📌 Joker
When I heard that Joker will be filmed, I thought it will become a scarier action movie contains lots of violent scenes. Anehnya pas nonton trailernya, kayanya nggak terlalu menggambarkan kalau ini bakalan jadi action movie ya. Pas saya nonton di bioskop, ternyata memang filmnya fokus menggambarkan awal mula kehidupan si Joker ini sampai akhirnya menjadi Joker. Filmnya bener-bener memberi kesan dark, deep and painful. Tone warna, backsound dan alur ceritanya menggambarkan hal itu dengan kuat dan konsisten. Beban Joaquin Phoenix, sang pemeran utama, untuk bisa keluar dari bayang-bayang Heath Ledger sangatlah besar namun ia sukses membawa kesan Joker yang berbeda dan lebih menyeramkan menurut saya. After taste Joker bener-bener nyangkut di kepala, sampai-sampai denger orang ketawa kenceng aja jadi keinget si Joker. Nempelnya pelan-pelan tapi sampai berhari-hari. Will probably be my top 3 movie of the year.
📌 The Divine Fury
Awal-awalnya menarik sih film ini. Storywise nya bikin larut ke dalam suasana karena lumayan logis, tentang orang yang nggak percaya agama tapi ternyata itu karena bisikan setan gitu. Seremnya udah dapet banget, apalagi kalau nontonnya di bioskop ya. Sayangnya di bagian ending, penggambaran si protagonis dan antagonis berantem malah agak lawak ya. Udah cuma bisa komen segitu doang. Oh, last but not least, Woo Do Hwan di film ini, aduh tolong ya, antagonis macam apa yang bisa serem dan sexy at the same time? Nggak bener.
📌 Exit
Setelah nikah, Jo Jung Suk ini saya perhatiin makin menjadi-jadi ya gantengnya. Unexpected loh kemilau auranya orang ini. Terlebih lagi dia emang pinter main peran sih. Naturally awesome. Coba deh liat dia di film Annoying Brother, Hit and Run Squad, atau di drama-drama series nya tuh, Tow Cops yang di jiwanya ketuker, atau Oh My Ghost yang jadi cowok cool. Film Exit ini temanya action comedy. Saya nonton di bioskop dan serunya kerasa banget sih. Nggak nyangka kalau ini bakalan jadi film tentang bencana karena awalnya kaya model-model genre comedy terus lanjut jadi romance. Ehhh tau-taunya mulai tegang. Meski begitu, transisinya smooth banget, rapi dan saya nontonnya tetap bisa enjoy. Pemeran utama wanitanya si Yuna SNSD. Di sini juga dia bisa keluar dari aura girlband nya. Bermain dengan serius tapi tetap bisa membawa kesan natural.
📌 Midsommar
Saya tau film ini dari trailer nya yang cukup sering diputer di bioskop. Lumayan menegangkan dan membuat penasaran sih trailernya. Film ini memberi suguhan beautiful scenery negara Swedia yang begitu memukau dan serasa beneran ada di sana. Jalan ceritanya juga out of the box. Banyak orang-orang yang kasih penilaian bagus tentang film ini. However.... Pas saya nonton filmnya, saya ketiduran. Alurnya lambat banget sampai bikin saya ngantuk. Filmnya dua setengah jam, guys! Entah apa pertimbangan si pembuat film ini bikin filmnya selambat itu. Apa karena ingin feel "lupa waktu" nya terasa sampai ke penonton atau gimana ya? Di film ini emang ada ceritanya mereka kebingungan menentukan exact time karena siang dan malamnya aja nggak jelas. Saya udah sampai nonton dua kali, tapi di kali kedua itu saya tetep ketiduran juga. Udah deh nyerah.
📌 Once Upon a Time in Hollywood
Film ter- nggak jelas banget- yang pernah Michelle rekomen ke saya. Dia geregetan banget pengen nonton karena yang buat film ini si Quenin Tarantino (yang bikin film Kill Bill, Pulp Fiction dan Inglorious Bastards) trus pemeran utamanya si Leonardo Dicaprio kecintaan dia, dan ada Brad Pitt juga, jadi saya temeninlah dia nonton pas udah akhir-akhir masa tayang film itu di bioskop. Saya berusaha keras nggak kertiduran nontonnya karena alurnya cukup lambat. Awal-awalnya sih ok lah ceritanya jelas, berlatar tahun 60an, Leonardo berperan sebagai aktor yang terkenal karena main di serial koboy-koboyan gitu. Kalau Brad Pitt ceritanya sebagai stuntman nya Leo. Ceritanya seputar itu aja, terus tau-tau ada Margot Robbie yang punya ceritanya sendiri dan ga ada hubungannya sama si Leo dan Brad, trus ada kaum hippies-hippies yang nggak jelas juga apa faedahnya dia ada di film itu. Setelah berhasil nahan tidur ampe abis, endingnya sungguh menyebalkan saya ngedumel karena antiklimaks.
📌 Bebas
Awalnya agak pesimis sama film-film Indonesia yang beli lisensi untuk re-make film Korea. Namun, saya tak bisa melepas rasa penasaran tentang film ini begitu saja, karena ini film buatan Riri Riza dan Mira Lesmana. Bebas adalah karya adaptasi film Korea berjudul Sunny. Ceritanya ya emang plek ketiplek sama tapi dibuat versi kearifan lokal aja dan surprisingly hasilnya bagusss... Ringan namun menghibur, jelas menggambarkan kehidupan anak SMA di tahun 90an. Mengharukan dan terakhirnya bisa bikin ikutan berdendang.
📌 Inseparable Bro
Kalau nonton trailernya sih kelihatannya seperti film komedi. Aslinya film ini drama yang disempilin unsur komedi. Seperti biasa, kalau udah urusan drama, apalagi drama keluarga, saya pasti ringkih banget dan gampang bocor alias nangis. Sebenernya mereka cuma dua laki-laki yang udah tinggal bareng di panti asuhan yang sama sejak mereka kecil. Yang satu cacat, yang satu autis. Tapi mereka saling jagain, saling bantu dan saling melengkapi satu sama lain.
Salah satu remarkable act dari seorang Lee Kwang Soo. Well, emang sih agak mirip-mirip sama perannya di It's Ok That's Love, tapi tetap nggak membuat kekaguman saya terhadap kualitas akting dia luntur sih. Meskipun gara-gara Running Man Kwang Soo sering dicap sebagai aktor lawak, pembuktian akan totalitasnya di dunia peran bisa dilihat jelas di film ini.
📌 Susi Susanti
Tadinya nggak begitu semangat sih nonton film ini. Tapi karena Faridz kan suka banget badminton, jadi dia kepengen banget ditemenin nonton Susi Susanti. Berhubung hari itu juga lagi hari ulangtahunnya, jadi yasudah saya turutin aja biar dia senang. Film ini menyuguhkan cerita yang begitu sensitif tapi sangat menyentuh. Tentang etnis Cina yang begitu sulit mendapatkan pengesahan warga negara walaupun sudah begitu banyak menyumbang prestasi untuk tanah air. Sejarah berhasil dikemas secara apik lewat film ini. Pemain-pemainnya juga main pakai hati banget jadi terasa sampai ke penontonnya. Perjuangan atlet di jaman itu juga digambarkan dengan jelas. Bangun pagi dan udah latihan dari masih gelap sampai menuju terang. Mempelajari strategi pemain dari negara lain supaya bisa dapet trik untuk menang di pertandingan-pertandingan kelas dunia.
📌 Hustler
I'm quite surprise when I realize that the main actress is Rachel Chu in Crazy Rich Asian movie. Penampilan dan pembawaan karakternya kuat dan bisa melepas sosoknya di film terdahulu. Para wanita-wanita di sini juga tampil total banget dan sangat mengagumkan (buat lelaki yang nyari bacolan, film ini bisa jadi referensi). J-Lo sih yang paling jadi centre of attention. Bener-bener bikin pala saya pusing. Kebayang nggak sih dia udah 50 tahun tapi masih bisa punya visual yang sexy kelas berat. Storywise film ini juga cukup menarik walaupun yah nggak wow banget juga sih, tapi bisa membuat saya bertahan nonton sampai akhir. Sisterhood antara para stripper juga bikin terharu.
📌 Marriage Story
Dua bulan terakhir di tahun 2019 saya jadi suka nonton-nonton film Netflix karena akhirnya saya pindah ke apartemen yang internetnya bukan Ind*home. Jadi saya bisa mulai deh langganan Netflix dan nonton tanpa rasa berdosa. Salah satu film yang pas banget kena di hati adalah si Marriage Story ini. Saya nontonnya ambyar banget sih, karena tergambar banget bagaimana dua orang saling mencintai dan setelah menjalani pernikahan bertahun-tahun, ternyata mereka menyimpan api dalam sekam gitu. Mau ngelanjutin rasanya lelah, tapi nyatanya menjalani proses perceraian juga sama drainingnya. Saya nonton film ini sampai dua kali hanya untuk bisa mengamati bagaimana rasanya jadi si istri dan bagaimana rasanya jadi si suami. Dua-duanya jelas salah, tapi satu yang pasti, mereka berdua juga punya pembenarannya masing-masing. Akhirnya dua kali nonton ujung-ujungnya saya juga masih nangis aja. Ceritanya bener-bener dekat dengan realita, dialog demi dialog tersampaikan dengan emosi yang kuat.
📌 Knives Out
Definitely will be my top 3 movie of the year. Mirip kaya film Murder on the Orient Express yang penuh misteri dan teka-teki sehingga menuntut penonton untuk lebih teliti, Knives Out juga membuat penonton terkagum-kagum dengan plot twist dan clue yang diberikan sangat hati-hati agar tetap menarik perhatian sampai akhir cerita. Pokoknya nggak bakalan ketebak deh siapa sesungguhnya dalang dari chaos di cerita ini. Banyak pemain kawakan diterjunkan sebagai penyemarak film ini. Sebut saja Jamie Lee Curtis (Freaky Friday, Halloween), Daniel Craig (James Bond 007, Girl With Dragon Tattoo) dan abang ganteng kesayangan saya, Chris Evan (Push, Captain America, Snow Piercer). Salut sama Rian Johnson yang berhasil mengulang kesuksesan membuat saya kagum setelah sebelumnya pernah saya bertepuk tangan untuk film Looper yang dia buat.
📌 Perempuan Tanah Jahanam
Kalau udah Joko Anwar yang buat, pasti garapannya serius. Masalah bagus atau enggak, urusannya sama selera yah. Yang pasti, Joko Anwar selalu total dalam pengerjaan karya-karyanya, apalagi kalau udah genre thriller dan horror. Pemain dalam film ini bener-bener total dalam berperan. Pas adegan lari, mereka bener-bener disuruh lari jauh nggak berhenti sambil teriak-teriak supaya bisa kasih visual orang ketakutan dengan natural. Pas lagi adegan jadi orang susah yang jualan di pasar, ya beneran dibuat dekil dan keringetan. Menyuguhkan cerita rakyat dengan dialog-dialog bahasa daerah yang kental menjadi jurus yang cukup ampuh untuk membuat film ini jadi semakin creepy dan terasa seperti beneran. Lagi-lagi Joko membawa standart yang tinggi tahun ini untuk film horror lain bisa menempatkan posisi. Masih ingat kan bagaimana film Pengabdi Setan berjaya di tahun 2017, sampai bisa mengharumkan nama Indonesia di negara-negara lain?
📌 Rambo : Last Blood
Seru sih. Tipikal film Rambo lah. Sayang aja Sylvester Stallone udah kentara banget tuanya jadi kesannya terlalu fluffy untuk jadi jagoan. Ngeliat dia digebukin mafia saya malah jadi kasihan. Sekian.
📌 Jumanji : The Next Level
Terhibur banget dengan Jumanji yang sebelumnya tapi sempet nggak yakin kalau sequelnya ini akan sama bagusnya. Well, honestly surprise yang dibawa dalam film ini tidak cukup memuaskan, gara-gara yah CGI nya jadi berasa setengah kartun gitu. Untuk joke receh yang terselip di sana sini yah lumayan layak lah untuk diapresiasi tapi stroywise nggak terlalu bisa diandalkan. Apa karena saya bukan target market dari film ini ya? Terlalu anak-anak sih. Ringan dan setengah dari ceritanya tuh kaya sekedar pengulangan dari film sebelumnya aja.
📌 Zombieland 2
Hmm, Zombieland yang ke-2 menurut saya ceritanya terlalu ngalor ngidul dibanding yang pertama. Abis itu endingnya dibuat setipis kapas jadi nggak ada punch yang bisa bikin film ini diingat dengan kesan yang kuat. Ndak greget, bosque. Joke-joke nya lumayan menghibur tapi di tengah part saya sempet jadi bosen nontonnya. Well tapi nggak sampai ketiduran sih.
📌 The Silence
Kalau yang udah pernah nonton A Quiet Place, mungkin akan merasa film ini serupa tapi tak sama. Tentang kecaman makhluk asing yang sensitif sama bunyi-bunyian. Ketegangan yang disuguhkan cukup terasa, tapi karena konsep ceritanya mirip jadinya secara nggak langsung saya membanding-bandingkan nih sama A Queit Place dan jujur menurut saya A Quiet Place masih menang banyak. Film ini cukup singkat, cuma 90 menit. Mungkin sutradaranya paham betul kalau mau dipanjangin lagi akan sangat beresiko jadi film yang membosankan. Endingnya pun masih membuka kesempatan besar untuk dibuat sequelnya karena penderitaan mereka dengan si makhluk-makhluk itu belum berakhir.
Karena manusia penuh salah dan khilaf, di movie review sebelumnya saya lupa masukin beberapa judul film yang sebenarnya sudah saya tonton. Entah kenapa, tempo hari film-film ini keselip di ingatan saya jadinya nggak sempet direview. Here they are :
📌 MIB International
Jujur agak kecewa sih saya sama film ini. Mengingat film- film MIB terdahulu yang begitu apik, saya jadi menaruh harapan tinggi pada Chris Hemsworth dan para pembuat film ini. Mana lagi ada si Liam Neeson, opa2 fluffy kesayangan saya, ikut-ikutan main sebagai agen, makin berharap dan berekspektasilah ya kan. Pas nonton, kok ini filem nggak ada gereget-geregetnya. Sepertinya film ini mau turun kelas jadi film untuk anak-anak atau tontonan liburan sekolah aja gitu. Ketebak banget pula jalan ceritanya. Makhluk-makhluk anehnya si masih masuk kategori "ok" lah ya. Itu juga filmnya disebut MIB International karena ceritanya agent MIB ini ada branch and distric gitu ya ok juga good concept, tapi selebihnya, sorry to say, flat banget. Kecewah akuh.
📌 Glass
Glass itu lanjutan film Split. Saya pernah nulis reviewnya tapi lupa di review tahun berapa, hehehe. Filmnya terinspirasi dari kisah nyata, tentang seseorang yang memiliki kepribadian ganda. Ternyata sebelum Split ada lagi filmnya yang berjudul Ubreakable. Itu film lamaaa banget. Tahun 2000. Nah film itu yang saya belum tonton. Saya bahkan nggak tau kalau Glass ini adalah rangkaian cerita dari sebuah trilogi. Kirain cuma lanjutannya Split aja. Karena saya nonton Glass sebelum nonton Unbreakable, saya jadi kebingungan di banyak part dalam film ini. Walaupun akhirnya bisa menangkap maksudnya tapi pasti sensasi nontonnya akan berbeda andai saya udah nonton dulu si Unbreakable itu. Kalau di film Glass, ceritanya pemain di Ubreakable dan Split sama-sama ditangkep dan dimasukin rumah sakit jiwa yang super canggih. Hampir nggak ada kemungkinan mereka bisa kabur dari sana. Mereka menganggap diri mereka memiliki kemampuan super dan merasa dirinya kuat banget diluar batas normal manusia. Karena hal itulah mereka jadinya dianggap gila.
📌 Shazam!
Kalau biasanya film DC Comic cenderung dark and gloomy, Shazam memberi kesan yang sangat jauh berbeda. Shazam is more fun, less serious. Mengisahkan tentang seorang anak yatim piatu bernama Billy Batson, yang selalu kabur dari panti ke panti karena dia merasa bisa mengurus dirinya sendiri dan dia mau cari ibunya. Billy dan ibunya terpisah waktu mereka main di Dufan ( Saya nggak tau tempat kaya gitu namanya apa kalau di sana, ya some kind of Amusement Park, pokoknya anggeplah itu Dufan) pas usia Billy masih balita.
📌 Happy Death Day 2 U
Film ini merupakan sequel dari Happy Death Day. Kalau di film Happy Death Day kan dikisahkan seorang cewek terus menerus mengalami hari yang sama ketika dia ulang tahun. Hari di mana ada seseorang yang berusaha ingin membunuhnya. Cewe itu mati berulang-ulang dan hari tetap terulang kembali setelah dia mati. Terus-terusan begitu sampai akhirnya the missing puzzle dari keanehan yang terjadi mulai terungkap dan dia bisa menangkap orang yang berniat membunuhnya. Nah sequelnya ini ceritanya mirip-mirip aja tapi lebih seru. Tepat setelah pemeran cewe di film pertama berhasil maju ke hari selanjutnya, nah giliran temennya yang ngalamin hal itu. Serunya lagi di film ini, mereka berusaha mengungkap scientific explanation about the reason why all these things happened. Bikin yang nonton filmnya jadi parno sendiri.
Seperti di movie review part pertama, saya juga akan menuliskan beberapa judul film dari tahun-tahun terdahulu yang baru sempet saya tonton di tahun ini
📌 To All The Boys I've Loved Before
Film To All The Boys I've Loved Before diangkat dari sebuah novel best seller dengan judul yang sama. Such a unique yet natural storywise. Well, dude, siapa sih yang nggak pernah punya gebetan dan fantasi jaman sekolah? Ngarep jadian sama si ini, inu, anu, dan bayangin kalau pacaran beneran bakalan gimana. Makanya pas nonton TATBILB saya jadinya nyengir-nyengir sendiri. Film ini mengisahkan tentang Lara Jean, anak kelas 2 SMA yang suka nulis surat buat setiap cowok yang diem-diem dia suka. Totalnya ada 5 surat, karena dia pernah naksir sama 5 cowo. Dalam surat itu dia ungkapin semua perasaannya tapi pada akhirnya semua cuma jadi harta karun di dalam lemarinya dan nggak pernah berani dia kirimin. Anehnya, secara misterius surat-surat itu bisa tiba-tiba beneran sampe ke masing-masing cowo yang dia naksir. Surat-surat yang akhirnya mampu mengubah sebuah takdir. Film ini kerasa natural karena pemain yang dipilih tampangnya biasa-biasa aja semuanya. Nggak yang extremely hot and sexy apa gimana gitu. Di sini juga digambarkan dengan jelas kebiasaan anak SMA pada umumnya. Simply amazing. Oh, btw sepertinya akan ada sequelnya nih. Looking forward to it.
📌 Crazy Rich Asian
Yeah well, ketika serasa semua dunia lagi gembar-gembor ngomongin film ini, saya nggak ikut kebawa hype nya. Pertama, saya nggak ada temen nonton di bioskop. Faridz udah put a big sign of no on his forhead. Adik saya si Michelle apalagi, mana mau diajakin nonton film cie-cie gini di bioskop. Kedua, film ini nggak seru kalau untuk ditonton sendirian aja di bioskop. Nggak seru karena nggak ada temen cie-ciean, temen berkhayal, gimana rasanya jadi si pemeran utama. Singkat cerita jadinya saya baru nonton di awal tahun ini. Dan saya juga lupa nulis reviewnya di part pertama jadi baru saya tulis di sini. Untuk kalian yang udah pernah nonton drama seri semacam Meteor Garden atau The Heirs atau Boys Before Flowers pasti nggak akan terlalu kaget nontonnya. Intinya sih secara garis besar sama, gadis Cina bernama Rachel Chu dari kelas biasa ketemu sama cowo bernama Nick, keturunan Cina juga tapi super duper tajir dari Singapur. Mereka ketemu di New York, pacaran udah jalan setahun dan si cowok akhirnya yakin untuk memperkenalkan pacarnya ke keluarga. Rachel yang nggak tau banyak tentang kehidupan cowoknya terkaget-kaget pas tau kalau ternyata dia pacaran sama keturunan orang paling kaya di Asia. Luxurious lifestyle yang divisualkan di film ini sungguh membuat jiwa-jiwa miskin bergejolaaak..
📌 The Night Comes For Us
Ini film jebolan Netflix yang pemainnya aktor dan aktris Indonesia. Mungkin kalau kalian sudah pernah nonton film Killers, The Raid atau Headshot, kalian harusnya udah tau harus meletakkan ekpektasi sejauh apa. Jalan ceritanya sederhana tapi yang dijual fighting scenenya.
📌 Special Lady
Ketika liat poster film ini terpampang muka Kim Hye Soo lagi pegang beceng, saya nggak ragu langsung nonton filmnya. Saya masih inget banget kok gimana puasnya saya nonton dia di The Thieves dan Coin Locker Girl, jadi saya yakin aja gitu akan punya aftertaste yang sama untuk yang satu ini. Film Special Lady tuh kalau dari segi sadis, mirip-mirip sama Coin Locker Girl karena ceritanya tentang kehidupan penjahat gitu kan. Kalau dari segi cerita, bisa dibilang tidak terlalu memuaskan karena saya udah pernah nonton beberapa film action yang ceritanya mirip-mirip gini, jadi nggak ada unsur surprisenya.
📌 Love For Sale
Berhubung sebentar lagi udah mau tayang Love For Sale 2, saya jadi ngubek2 dunia maya untuk nyari film ini. Pas filmnya tayang di bioskop, saya nggak sempet nonton karena tayangnya juga nggak di semua bioskop kalau nggak salah. Surprisingly, filmnya bagus loh. Ceritanya sederhana, tapi main rasa. Pantes aja sampai dapat penghargaan skenario terbaik. Gading Marten berhasil memainkan karakternya senatural mungkin sehingga semua rasa yang dialami dalam fase percintaan terasa banget di film ini. So looking forward to the sequel.
Baiklah, sekian dulu movie review saya tahun 2019 ya. Barusan abis ngereview tulisan di atas dan mendapati saya lumayan sering pakai kata "gitu" dan "sih". Asli annoying banget tapi udah terlalu mager untuk ngubahnya lagi. Harap maklum aja deh ya..
Oh iya hampir lupa nih, mau bikin top 3 movie versi saya. Tanpa ragu dan perlu menimbang-nimbang terlalu lama.. saya sudah bulat berkeputusan bahwa 3 film itu adalah.... jeng jeng jeengg....
Parasite, Joker dan Knives Out !!
Karena nggak rela cuma 3, saya bikin juara harapan 1 nya Marriage Story dan juara harapan 2 nya adalah Us.
Selamat kepada para pemenang, kalian masing-masing mendapat hadiah uang tunai 100 juta rupiah, dipotong pajak , dipotong ongkos, dipotong lain-lain, jadi habis. Sekian dan terima kasih.
Anyway, Ada film-film seru menunggu nih di tahun 2020. Yang udah saya tandain ada Birds of Prey, The Boy 2, A Quiet Place 2, Mulan, The New Mutan (X-Men yang udah mulai digarap Marvel), Black Widow, Escape Room 2, Wonder Woman 2 dan masih ada segaaaambreng lainnya. Kalau kalian nungguin film apa tahun depan?
Kalau ada film-film lama yang menarik, mau dong dikasih tau. Tulis kek gitu di kolom komentar. Jangan pada pelittt.. Film yang udah lama-lama juga nggak apa-apa dehhh. Kalau mau baik hati ngasih tau bisa ditonton di mana juga lebih bagus.
See you in year twenty-twenty, guys! Happy new yeaarrr and new decadeeee! Adios.

No comments:
Post a Comment